
www.MartabeSumut.com, Medan
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Drs HM Subandi, ST, MM, resah. Pasalnya, Subandi mengamati Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Sumut terkesan belum transparan menghitung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut tahun 2022. Akibatnya realisasi pendapatan dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP) jadi rendah.
BACA LAGI: Oknum Lapas Binjai Cabuli Gadis, Kadiv Pas Kemenkumham Sumut: ASN itu Ditindak Tegas !
BACA LAGI: Jaksa Agung Perintahkan Berantas Mafia Pupuk, Politisi Hanura Sindir KDh di Sumut Jangan Diam
BACA LAGI: HBB Sentil Kapoldasu, Imbau Sungguh-sungguh Berantas Judi & Narkoba di Sumut
BACA LAGI: Antisipasi Maraknya Pekerja Migran Indonesia yang Ilegal
BACA LAGI: Lapas & Rutan di Sumut Over-Capacity 258 Persen
BACA LAGI: Tak Hanya LHKPN, Seluruh ASN Wajib Laporkan Harta Kekayaan
BACA LAGI: Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRDSU: Momentum Sakral Mengaktualisasikan Peran Hadapi Tantangan Bangsa
BACA LAGI: Komisi D DPRDSU Soroti Proyek Jalan-Jembatan Rp. 2,7 T, Kadis BMBK Sumut Ajak Publik Mengawasi
BACA LAGI: Komisi A DPRDSU HM Subandi: Jangan Campur-adukkan Seleksi KPID Sumut dengan Kepentingan Partai
BACA LAGI: PT Dirga Surya Habiskan Rp 9,6 M Beli Mesin Gabah, Zeira Salim Heran Bisnis Hotel jadi Pertanian
BACA LAGI: DPRDSU Imbau Pemprovsu/Pemkab di Sumut Dirikan Sentra-sentra Peternakan & Rumah Kompos
Pantauan www.MartabeSumut.com saat Komisi C DPRDSU menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BP2RD Sumut, Rabu siang (3/8/2022) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, keresahan Subandi tercurah tatkala menuntut pihak BP2RD Sumut transparan. Termasuk menyangkut jumlah perusahaan yang menggunakan PAP. “Sesuai penjelasan Kepala BP2RD Sumut Bapak Ahmad Fadly, ternyata realisasi PAP kita sangat rendah,” heran Subandi. Selanjutnya dia mempersoalkan asas keterbukaan data dimana saja objek PAP berada. Apalagi sekarang cukup banyak mesin pembangkit menggunakan sumber daya air. “Apakah seluruhnya terdata ? Tidak sedikit pula pabrik pengelolaan kelapa sawit memakai air permukaan. Misalnya di Kawasan Industri Medan (KIM). Hampir semua pakai air. Kita harus bekerja sama, intensifkan objek pajak agar PAD Sumut meningkat,” sentil Subandi.
BACA LAGI: HM Subandi: 1 Calon Gugur, 16 November Komisi A DPRDSU Pilih 5 Komisioner KIP Sumut
BACA LAGI: Bahas 300 Kampung “Bersinar” di Sumut, DPRDSU Kecewa Alokasi Anggaran Rp. 19 Juta/Desa
BACA LAGI: Dua Pasien “Curhat” ke DPRDSU Soal Dugaan Mala-praktik RS di Medan
BACA LAGI: Indonesia 37 Provinsi Usai 3 DOB Sah di Papua, Toni Togatorop Sentil Protap Kapan ?
BACA LAGI: Ketua DPD Aspatan Sumut Geram, Tak 1 pun Kades di Dairi Back-up Ketahanan Pangan
BACA LAGI: FP-Golkar DPRDSU Dorong Gubsu Tingkatkan SDM Melalui Penurunan Kemiskinan di Sumut
Komisi C DPRDSU Berkepentingan
Legislator asal Dapil Sumut 3 Kab Deli Serdang itu menegaskan, Pemprovsu khususnya Komisi C DPRDSU berkepentingan mendorong BP2RD Sumut memaksimalkan PAD Sumut. Paling tidak, timpal Subandi lagi, selain PAP, ada 3 jenis pajak daerah akan jadi fokus perhatian lembaga DPRDSU untuk digarap transparan oleh eksekutif. Sebab tujuan pajak adalah mendukung pembangun daerah Sumut. Subandi merinci, 3 jenis pendapatan lain urgen ditingkatkan Pemprovsu diantaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB).
BACA LAGI: DPP Sahkan DPD Hanura Sumut 2020-2025, Toni Togatorop: Kami Siap Mengawal Hati Nurani Rakyat
BACA LAGI: Sekretaris FN-DPRDSU Imbau Gubsu Evaluasi PT PSU & Audit Perumda Tirtanadi Sumut
BACA LAGI: Wakil Ketua Komisi A DPRDSU Rusdi Lubis: BPN Clean and Clear Lahan Sebelum Terbitkan HGU
BACA LAGI: Rahmat Rayyan Reses DPRDSU ke Batahan Madina, Temukan Jalan Hancur Lebur 7 Km & Arus PLN Belum Masuk
BACA LAGI: Bumdes Simalem Berdiri di Dairi, Targetkan Ekonomi Desa Unggul Mandiri
Subandi Warning BP2RD
Nah, melalui 4 sektor pajak yang ada, tahun 2022 Subandi me-warning BP2RD Sumut menggenjot pendapatan daerah. Dia beralasan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut tahun 2022 patut ditingkatkan. “Jangan sampai tidak ada perubahan. Jangan sampai target berkurang. Tahun 2022 APBD Sumut berkisar Rp 15 T. Tahun depan harus bisa mencapai Rp 18 T seperti harapan Bapak Gubernur,” ingatnya.
BACA LAGI: Kualitas Proyek APBD Sumut 2021 Rendah, Wakil Ketua Bappilu Hanura: Rakyat Terluka !
Subandi pun mengkritisi target pendapatan APBD Sumut 2022 dari PKB Rp 2,4 T lebih, BBN-KB melebihi Rp 1,4 T, PBB-KB Rp 1,1 T lebih serta PAP melebihi Rp 115 M. Bagi dia, jumlah target harus didorong supaya semakin besar. Terutama sektor PKB, BBN-KB dan PBB-KB. “Karena (3 sektor) setiap tahun jumlah kendaraan bertambah. Kami dari Komisi C DPRDSU akan terus meminta BP2RD Sumut mengoptimalkan PAD,” janji politisi Partai Gerindra tersebut.
BP2RD Dicecar Alat Ukur PAP
Hal senada disampaikan anggota Komisi C DPRDSU Edward Zega. Dia mendesak pihak BP2RD serius meningkatkan pendapatan sektor PAP. “Saya rasa, kalau targetnya Rp 115 M sangat kecil. Perlu peningkatan. Kami imbau BP2RD transparan,” sindir Zega, sembari menyatakan bingung bagaimana cara atau teknis BP2RD menarik PAP dari perusahaan/wajib pajak lantaran tidak ada meteran pengukur. Dia menilai cukup banyak perusahaan tanpa meteran. Sehingga tidak diketahui cara perhitungan pemakaian atau sebatas taksiran BP2RD. “Padahal pabrik-pabrik memakai air. Membuat kami bingung bagaimana cara perhitungan BP2RD ? Seharusnya menggunakan meteran. Perkebunan aja memakai air,” selidiknya.
BACA LAGI: Tinjau Proyek APBD Sumut 2021 di Karo, DPRDSU Sesalkan Pengadaan Cold-Storage Seolah Milik Pribadi
BACA LAGI: OPD Bolos Tinjau Proyek APBD 2021, Tim Kunker DPRDSU Dapil Sumut 7: Gubsu Evaluasi !
BACA LAGI: 73,3 % WBP di Sumut Kasus Narkotika, Restorative Justice Antisipasi Lapas Over Kapasitas
Jawaban BP2RD Sumut
Menjawab kegelisahan anggota Komisi C DPRDSU, Kepala BP2RD Sumut Ahmad Fadly mengucapkan terima kasih atas saran dan dukungan Komisi C DPRDSU. “Terimakasih kepada pihak DPRDSU. Kami (BP2RD) bersemangat jika legislatif mendukung,” akunya. Dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Sumut tahun 2022, kata Ahmad, BP2RD Sumut berharap pihak legislatif turut serta melakukan pengawasan.
BACA LAGI: Penuhi Amanat AD/ART, Rapat Anggota Sahkan Pengurus KAJI Unit DPRD Sumut Masa Bakti 2022-2027
BACA LAGI: HUT ke-5 KAJI DPRD Sumut dengan 100 Anak Panti, Baskami & Zeira: Gelar Terus Aksi Sosial
VIDIO: HUT ke-5 Komunitas Aksi Jurnalis Independen (KAJI) Unit DPRD Sumut bersama 100 anak yatim piatu Panti Asuhan LKSA Bala Keselamatan Jalan Samanhudi No 27 Medan, Jumat (28/1/2022).
BACA LAGI: Hadiri HUT ke-4 KAJI DPRD Sumut, Zeira & Robert Dorong Bansos ke Panti Asuhan Al-Marhamah
BACA LAGI: Sosialisasi Bahaya Narkoba KAJI Unit DPRD Sumut: 6 Narasumber Ingatkan 1.500 Siswa SMAN 5 Waspada
BACA LAGI: Rayakan Natal di LP Tanjung Gusta Medan, KAJI Unit DPRD Sumut Beri Narapidana 100 Paket Natal
BACA LAGI: HUT ke-1, KAJI Unit DPRD Sumut Berbagi Kasih dengan Lansia di Panti Jompo Harapan Jaya Marelan
BACA LAGI: Aksi Sosial KAJI Unit DPRD Sumut Jelang Idul Fitri 1438 H itu Bikin 106 Anak Yatim Tersenyum
BACA LAGI: Korban Jiwa Gempa Lombok 387 Orang, KAJI Unit DPRD Sumut Salurkan Bantuan Rp. 650 Ribu
Menyinggung PKB, Ahmad mengklaim sudah membuat konsep pemutihan PKB terhadap wajib pajak. Dengan adanya pemutihan, dia percaya dapat memotivasi semua wajib pajak untuk membayar PKB. “Sedangkan BBN-KB, PBB-KB dan PAP, kami telah mengkajinya. Sehingga kami punya target kedepan. Tapi jika Komisi C DPRDSU mendukung, tentu kami yakin pendapatan bakal meningkat,” kilah Ahmad. (MS/BUD)


























