www.MartabeSumut.com, Medan
Setelah sebelumnya menyentil proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kab Humbahas lantaran menggolkan calon-calon Kades terindakasi cacat norma/adat, kini politisi Partai Hanura Sumut Toni Togatorop, SE, MM, kembali mengkritisi proses Pilkades yang akan digelar pada 106 desa di Kab Dairi. Toni mengingatkan, ratusan calon Kades tidak boleh berambisi berkuasa karena target kepentingan sesat/sesaat “memainkan” Dana Desa.
BACA LAGI: Pilkades di Kab Humbahas, Toni Togatorop Sebut Terkesan Menyimpang dari Norma Adat & Budaya
BACA LAGI: Hari Pahlawan, Anggota DPRDSU Partogi Sirait Ajak Generasi Rajut Kemajemukan & Jauhi Konflik SARA
BACA LAGI: Sekretaris Komisi A DPRDSU Apresiasi Kapoldasu Tangani 5 Kasus Etika Oknum Polri di Sumut
BACA LAGI: Satu Calon Gugur, 16 November Komisi A DPRDSU Pilih 5 Komisioner KIP Sumut
BACA LAGI: Waspadai Covid-19 Gelombang ke-3..!
BACA LAGI: Ketua DPRDSU Ambil Sumpah Edi Gantikan Rizky di DPRDSU
BACA LAGI: Banjir Rob Serang Belawan, Ratusan Orang ke DPRDSU Tuntut Pembangunan Tembok Penahan
BACA LAGI: Vaksin tak Ada Regulasi Ganggu Warga, Zeira: Jangan Coba-coba Bisniskan Vaksin !
Kepada www.MartabeSumut.com, Minggu siang (14/11/2021), Toni mengatakan, Pilkades merupakan ajang pesta demokrasi rakyat yang bertujuan membawa perubahan dan pemimpin baru bersifat natural (murni aspirasi rakyat desa). Rencana Kabupaten Dairi menggelar Pilkades pada 106 desa disebutnya sakral dan urgen diawasi oleh Bupati dan Camat setempat. Toni pun meminta pemangku kepentingan jeli menetapkan Panitia Pilkades yang jujur dalam mempersiapkan teknis pemilihan sekaligus menyeleksi calon-calon Kades. Sehingga kelak tidak muncul calon Kades terindikasi cacat moral, pemaksaan/titipan kelompok tertentu apalagi ambisius berkuasa untuk memainkan” Dana Desa.
BACA LAGI: Program PSR di Asahan Terganjal Suket, Ebenejer Sitorus Minta Komisi A/B DPRDSU RDP Panggil ATR/BPN
“Jadi begini, seleksi calon-calon Kades patut natural sesuai kehendak rakyat desa. Ketika sosok calon gak benar, ya Panitia Pilkades jangan memaksakan. Hadirkan calon Kades andal sesuai visi-misi mensejahterakan warga. Bukan malah orang-orang yang ingin “memainkan” (merampok) Dana Desa,” ucap Toni via ponselnya.
BACA LAGI: Figur Lama Dianggap Kurang Greget, Sekretaris Komisi A DPRDSU Inginkan 5 Wajah Baru di KIP Sumut
Kepala Daerah Sosialisasikan Pilkades
Wakil Ketua Bappilu DPD Partai Hanura Sumut itu menyarankan, Bupati Dairi dan Camat membawahi 106 desa (akan Pilkades) sebaiknya memberi sosialisasi publik tentang hakikat pelaksanaan Pilkades. Sasarannya adalah membekali calon-calon Kades agar maju sesuai kehendak masyarakat serta tidak memiliki ambisi negatif memperkaya diri (KKN). Termasuk menguatkan kesadaran masyarakat desa selaku pemilih supaya menjauhi praktik money politics (politik uang) atau transaksi jual-beli suara.
Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini memastikan, sosialisasi pra-Pilkades sangat perlu dimaksimalkan Kepala Daerah. Targetnya cuma warga desa selaku pemilih terutama calon-calon Kades. “Ajak warga mempersiapkan pilihan tepat. Ajari mereka memilih Kades yang bisa membawa desa kian mandiri, maju, punya integritas, dicintai rakyat dan dapat membangun potensi desa. Lalu ingatkan pula calon-calon Kades agar tidak maju bila dilandasi ambisi KKN. Jelaskan dampak negatifnya merusak kesejahteraan rakyat desa. Sampaikan pada calon Kades bahwa Kades terlibat KKN berhadapan dengan proses hukum,” terang Toni.
BACA LAGI: Perbedaan Harga Sawit Bikin Petani Jual ke Luar, Gandhi Siregar: Negara Dirugikan, Jalan Rusak !
Kades Jangan “Mainkan” Dana Desa
Mantan Ketua FP-Hanura DPRD Sumut tersebut mengungkapkan, Dana Desa dari pemerintah pusat tergolong cukup besar. Diprogramkan membangun desa serta memakmurkan kehidupan warga. Artinya, siapapun figur Kades terpilih, patut mengalokasikan Dana Desa secara transparan, efektif dan produktif. Jangan sampai, timpal Toni lagi, Kades terpilih justru “memainkan” Dana Desa diam-diam sehingga menimbulkan perdebatan/kecurigaan publik. “Makanya seorang calon Kades jangan berambisi berkuasa demi “memainkan” Dana Desa. Pemkab/Kepala Daerah wajib mengantisipasi sedari awal,” tegasnya.
BACA LAGI: Bahas PBBMKB, DPRDSU Heran Data Penjualan Pertamina Sumbagut Tidak “On The Spot” dengan BP2RD
BACA LAGI: Peduli Jurnalis Saat Pandemi Covid-19, Ketua DPRD Sumut Bagi Sembako untuk KAJI Unit DPRD Sumut
Warga Mengawasi Pilkades
Selanjutnya Toni mengajak masyarakat desa berperan aktif mengisi pesta rakyat Pilkades. Mulai dari mengawasi proses pemilihan, mewujudkan hak pilih penuh tanggungjawab hingga melaporkan ke pihak berwenang ketika Pilkades terbukti curang. Mantan Ketua Komisi A DPRD Sumut itu berharap, generasi milenial dan potensi muda desa mulai ikut berkompetisi dalam ajang-ajang Pilkades di Provinsi Sumut.

VIDIO: KAJI Unit DPRD Sumut Salurkan 500 Masker Gratis Terhadap Pengendara Umum di Depan Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan
BACA LAGI: Hadiri HUT ke-4 KAJI DPRD Sumut, Zeira & Robert Dorong Bansos ke Panti Asuhan Al-Marhamah
BACA LAGI: Sosialisasi Bahaya Narkoba KAJI Unit DPRD Sumut: 6 Narasumber Ingatkan 1.500 Siswa SMAN 5 Waspada
BACA LAGI: Rayakan Natal di LP Tanjung Gusta Medan, KAJI Unit DPRD Sumut Beri Narapidana 100 Paket Natal
BACA LAGI: HUT ke-1, KAJI Unit DPRD Sumut Berbagi Kasih dengan Lansia di Panti Jompo Harapan Jaya Marelan
BACA LAGI: Aksi Sosial KAJI Unit DPRD Sumut Jelang Idul Fitri 1438 H itu Bikin 106 Anak Yatim Tersenyum
BACA LAGI: Korban Jiwa Gempa Lombok 387 Orang, KAJI Unit DPRD Sumut Salurkan Bantuan Rp. 650 Ribu
Bagi Toni, sepanjang dikehendaki masyarakat, Kades usia belia memiliki semangat tinggi dan lebih tidak terkontaminasi praktik-praktik KKN. Mantan Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Sumut ini ingin momentum setiap Pilkades memberi pembelajaran politik awal terhadap seluruh warga desa. Kemudian menjadi sains budaya politik beretika, saling menghormati serta siap legowo menerima keputusan hasil pemilihan. Jika tahapan Pilkades berlangsung jujur/demokratis, Toni percaya bakal hadir sosok suri-panutan warga desa. Meninggalkan legacy (warisan) berpolitik sehat pada era kekinian maupun dimasa depan. (MS/BUD)





























