
www.MartabeSumut.com, Medan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Viktor Silaen, SE, MM, mengkritisi kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang melakukan penutupan/penyekatan ruas jalan umum saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Viktor menilai, penutupan jalan sama sekali tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang anggaran.
BACA LAGI: DPRDSU Bahas Kasus Complain PPDB Online, Viktor Silaen: Umumkan Terbuka Seleksi Zonasi
BACA LAGI: Gelorakan Produk Pertanian Sehat, Viktor Silaen Ajak Kelompok Tani di Sumut Budidaya Pupuk Organik
BACA LAGI: Ketua Komisi B DPRDSU Viktor Silaen: Ayo Merefleksi, Hentikan Perilaku Merasa Paling Hebat !
BACA LAGI: Bersihkan KJA dari Danau Toba, Viktor Silaen Ungkap Penelitian LIPI tentang KJA di Zona A1 Bukan A4
Ditemui www.MartabeSumut.com, Senin siang (23/8/2021) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Viktor mengaku tak habis pikir mengamati kebijakan menutup ruas jalan. Jika tujuannya membatasi atau melarang masyarakat luas melakukan aktivitas di luar rumah, toh Viktor menganggapnya kesia-siaan belaka. Sebab ruas jalan alternatif masih tetap tersedia untuk dilintasi publik. “Kita PPKM kok malah jalan ditutupi ? Ada gak manfaatnya ? Apa gunanya ? Saya rasa langkah yang tidak mengedukasi dan tidak berkorelasi memupus virus Covid-19,” heran Viktor. Anggota Komisi E DPRDSU bidang Kesra itu menegaskan, sebenarnya cara paling sederhana mencegah virus Corona adalah memakai masker. Menurut dia, penyekatan dan penutupan ruas jalan cuma sebatas kegiatan demonstratif yang kurang mendidik. “Memaksa warga gak keluar rumah ? Faktanya ayo kita lihat bersama ? Publik tetap cari ruas lain. Kita butuh menyadarkan warga, bukan menutup jalan. Kalo gak ya tutup aja rumahnya. Apalagi keberadaan petugas jaga pasti menimbulkan biaya. Lebih baik biayanya dialihkan membeli masker, obat dan vitamin untuk warga terdampak,” tegas Viktor.
BACA LAGI: Vaksin tak Ada Regulasi Ganggu Warga, Zeira: Jangan Coba-coba Bisniskan Vaksin !
BACA LAGI: Danau Toba Masuk UGG, Ketua Komisi B DPRDSU Viktor Silaen Ingatkan Sinergi 4 Unsur
BACA LAGI: Dr Jonius Minta Gubsu Sediakan Tes Antigen Gratis 24 Jam & Fasilitas Warga yang Isoman di Rumah
Hentikan Penutupan Jalan
Kedepan, legislator asal Dapil Sumut 9 Kab Taput, Kab Toba, Kab Samosir, Kab Humbahas, Kab Tapteng dan Kota Sibolga ini menyarankan penghentian penutupan ruas jalan walau ada kebijakan PPKM. Artinya, timpal Viktor lebih jauh, kebijakan menutup jalan seyogianya digantikan dengan upaya penyadaran warga melawan pandemi Covid-19. “Timbul biaya, itu masalah utama. Lalu masyarakat terganggu sementara manfaatnya tak jelas. Kita minta jangan muncul lagi pos-pos penutupan atau penyekatan ruas jalan umum. Saya ulangi ya, gak berguna. Kita pegang aja pesan Presiden RI Bapak Jokowi. Mari kita hidup berdampingan dengan Covid-19. Kuatkan Prokes. Lakukan penyadaran warga. Libatkan Kepling dan semua potensi lingkungan. Janganlah ada pihak-pihak cari momen dimasa pandemi,” sindir Viktor.
BACA LAGI: Konsesi HTI PT TPL Disebut Masuk Hutan Lindung, Konservasi & APL, Komisi B DPRDSU Tinjau ke Toba
BACA LAGI: Panggil Dishut, PSKL & Kelompok Tani, Komisi B DPRDSU Sesalkan Data HKm Amburadul
Lakukan Penyadaran Publik
Mantan Ketua Komisi B DPRDSU tersebut percaya, penyadaran publik terkait penguatan Prokes dapat melibatkan siapa saja. Khususnya dalam mengingatkan disiplin memakai masker di kawasan umum dan ketika bertemu orang lain. “Siapa yang mengedukasi ? Kepling misalnya. Kalo perlu beri sanksi. Pemerintah juga manusia. Punya keterbatasan. Teman-teman Insan Pers perlu ikut menyadarkan masyarakat,” pintanya. Selain itu, aktivitas warung, kantor dan usaha publik dimintanya sadar menerapkan Prokes terutama pemakaian masker. Namun dia memastikan setiap kebijakan patut didukung penegakan sanksi nyata seperti denda serta penutupan usaha. “Pengunjung atau pelanggar aturan diganjar sanksi bila melanggar. Kelak akhirnya terbiasa semua. Andaikan terwujud, niscaya 80 persen mata rantai Covid dapat kita putus,” yakin Viktor mantap.
BACA LAGI: Izin Lokasi, Tata Batas Areal & Sembako Bermasalah, Komisi B DPRDSU Marahi PT Gruti/PT Teluk Nauli
BACA LAGI: Gubsu Akui Sumut “Juara” 2 Terkorup Indonesia, Partogi Sirait Singgung WTP & Sindir Playing Victim !
BACA LAGI: Anggota DPRDSU Anita Lubis Ingatkan Gubsu Gelar Sekolah Tatap Muka

BACA LAGI: PPKM Darurat Harus Berhasil Dibanding PSBB, Ketua Komisi B DPRDSU: Subsidi Usaha Kecil..!
VIDIO: Aksi Sosial Bagi-bagi 500 Masker Gratis Dilakukan KAJI Unit DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan Depan Gedung DPRD Sumut
BACA LAGI: Hadiri HUT ke-4 KAJI DPRD Sumut, Zeira & Robert Dorong Bansos ke Panti Asuhan Al-Marhamah
BACA LAGI: Sosialisasi Bahaya Narkoba KAJI Unit DPRD Sumut: 6 Narasumber Ingatkan 1.500 Siswa SMAN 5 Waspada
BACA LAGI: Rayakan Natal di LP Tanjung Gusta Medan, KAJI Unit DPRD Sumut Beri Narapidana 100 Paket Natal
BACA LAGI: HUT ke-1, KAJI Unit DPRD Sumut Berbagi Kasih dengan Lansia di Panti Jompo Harapan Jaya Marelan
BACA LAGI: Aksi Sosial KAJI Unit DPRD Sumut Jelang Idul Fitri 1438 H itu Bikin 106 Anak Yatim Tersenyum
BACA LAGI: Korban Jiwa Gempa Lombok 387 Orang, KAJI Unit DPRD Sumut Salurkan Bantuan Rp. 650 Ribu
Vaksinasi tak Perlu Bergerombol
Menyinggung program vaksinasi Nasional yang belakangan kerap ngebut dilakukan secara massal, politisi Partai Golkar itu langsung tertawa sinis. Bagi Viktor, kebijakan vaksinasi tidak tepat dilakukan bergerombol (massal). Cukup didrop ke seluruh Puskesmas. Dia pun mencontohkan Sumut yang memiliki 400-an unit Puskesmas. “Mau kejar target persentase vaksin, ya kenapa massal atau bergerombolan. Masak 1 Puskesmas gak bisa lakukan vaksinasi terhadap 200 warga per hari ? Ini warga didesak-desak vaksinasi sedangkan vaksinnya habis. Saya rasa Covid-19 merupakan peringatan buat manusia agar selalu “jamu” alias jaga mulut. Sebab makin lantam-lantam aja mulut manusia. Sekarang kita hidup diganjal masker supaya semakin “jamu”. Mari merenung,” cetus Viktor Silaen berseloroh, sembari tertawa. (MS/BUD)

























