Karantina WNI dari Luar Negeri Pindah ke Fasilitas Pemerintah, Ketua FP-NasDem DPRDSU akan Tinjau Kelayakan Tempat

Ketua FP-NasDem DPRDSU saat ditemui di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Warga Negara Indonesia (WNI) asal luar negeri yang datang ke Indonesia diwajibkan mengikuti program karantina kurun waktu 5-14 hari. Khusus di Provinsi Sumut, sebelumnya Pemprovsu menempatkan lokasi karantina WNI di hotel-hotel wilayah Kota Medan. Namun sejak 1 Mei 2021 Gubsu Edy Rahmayadi mengeluarkan aturan baru pada 4 fasilitas pemerintah untuk isolasi (karantina). Diantaranya gedung LPMP Sunggal Medan, gedung BPSDM Medan, Diklat PU serta Diklat Pertanian Medan.

BACA LAGI: Hotel Karantina WNI dari Luar Negeri tak Beres, Ketua FP-NasDem DPRDSU Protes

BACA LAGI: Longsor Proyek PLTA Batangtoru, Dr Jonius Dorong Kapoldasu Proses Hukum Indikasi Kelalaian

Menanggapi realitas tersebut, Ketua FP-NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) dr Tuahman Franciscus Purba, MKes, SpAn, mengingatkan kelayakan dan kesiapan tempat. Menurut dia, berdasarkan temuan sebelumnya saat melihat kondisi hotel-hotel di Kota Medan yang dijadikan tempat karantina, umumnya kurang beres alias tidak memenuhi standard kesehatan.

BACA LAGI: Cuma PT SSK Penyelenggara Rapid Test di Kuala Namu, DPRDSU Ingatkan Satgas Covid-19 Awasi Limbah Medis

BACA LAGI: Soal SK Gubsu Penetapan Daftar Nominatif Eks HGU PTPN 2, Zeira: Hati-hati, Jangan Picu Konflik !

Dokter Tuahman pun mencontohkan lokasi penampungan WNI dari luar negeri di Hotel “DP” Jalan Danau Singkarak Medan. “Masak ada kawasan hiburan di lantai atas Hotel “DP” ? Sarana juga hanya menggunakan 1 lift. Tamu reguler hotel dan pasien karantina sama-sama memakai lift tersebut. Lalu 1 kamar dipakai untuk 2 orang yang dikarantina. Tempat pembuangan limbah gak tersedia di setiap lantai. Pokoknya tak beres. Jauh dari standard kesehatan-lah,” heran dr Tuahman kepada www.MartabeSumut.com, Senin sore (3/5/2021)┬ádi ruang kerjanya lantai 4 FP-NasDem DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan.

BACA LAGI: Komisi C DPRDSU Singgung 6 IPAM & Pembelian Air, Dirut Tirtanadi Sebut 3 Lagi tak Ada Air Sungai

BACA LAGI: DPRDSU Heran Pipa Transmisi tak Diganti Sejak Zaman Belanda, Ini Jawaban Dirut Tirtanadi Sumut

Persiapkan Sesuai Standard Kesehatan

Nah, oleh sebab itu, semenjak dini, dr Tuahman meminta ke-4 fasilitas karantina milik pemerintah benar-benar dipersiapkan sesuai standard kesehatan. Sehingga kondisinya representatif dan bisa memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Dia berharap, per 1 Mei 2021, ke-4 fasilitas telah ready (maksimal) menampung setiap WNI asal luar negeri. “Jadi jangan lagi asal-asalan atau tidak diawasi seperti hotel-hotel kemarin. Saya yakin kebijakan memakai fasilitas pemerintah ini akan mengurangi pemborosan anggaran. Apalagi saya dengar, anggaran hotel-hotel karantina belum diselesaikan Pemprovsu,” ungkap dokter spesialis anestesi ini.

BACA LAGI: DPRDSU Ingatkan Pertamina Sumbagut, Fahrizal Nasution: Illegal Mining di Tabagsel Marak Pakai BBM Bersubsidi

Logo Komunitas Aksi Jurnalis Independen (KAJI) Unit DPRD Sumut. (Foto: www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Komisi C DPRDSU Bingung, Tirtanadi Punya 6 IPAM & Beli Air dari PT TLM tapi Pasokan Defisit

Kelayakan Tempat tak Bisa Ditawar

Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut 2 wilayah Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah itu berkeyakinan, 4 fasilitas karantina milik pemerintah sangat membantu dalam memonitor kondisi kesehatan seluruh WNI asal luar negeri. Artinya, kelayakan fasilitas tempat karantina menjadi syarat utama yang tidak boleh dianggap sepele.

BACA LAGI: 73 Tahun Sumut Belum Bermartabat ? Fahrizal Nasution: Kunci Rakyat Sejahtera di Tangan Gubsu, Kapoldasu & Penegak Hukum !

BACA LAGI: Anggota DPRDSU Ebenejer Sitorus Usulkan Pilkada Dikembalikan ke DPRD, Pemilihan Langsung Banyak Mudaratnya !

Bagi dr Tuahman, ketika 4 fasilitas karantina sudah sesuai standard kesehatan, niscaya pelayanan kesehatan WNI bisa berjalan optimal. “Kita mendukung pemindahan dari hotel ke fasilitas pemerintah. Dalam waktu dekat DPRDSU akan meninjau ke-4 lokasi sekaligus mencek kesiapan fasilitasnya. Mari kita cegah penyebaran Covid-19 dengan langkah-langkah preventif,” imbau anggota Komisi C DPRDSU bidang keuangan tersebut. (MS/BUD).

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here