
www.MartabeSumut.com, Medan
Perkembangan kemajuan dan teknologi telah membawa dunia pada kecepatan arus informasi. Terutama melalui Media Sosial (Medsos). Namun sayang, informasi beredar kerap menyesatkan bahkan dipenuhi hoax (kabar bohong). Ironisnya lagi, dimasa pandemi Covid-19, lembaga pemerintah Kominfo pusat dan daerah-daerah justru lemah melakukan edukasi (klarifikasi). Akibatnya kondisi Indonesia terkesan bebas seperti kehidupan di hutan alias welcome to the jungle.
BACA LAGI: Dr Jonius Minta Gubsu Sediakan Tes Antigen Gratis 24 Jam & Fasilitas Warga yang Isoman di Rumah
BACA LAGI: Semarak HUT ke-76 RI, 15.259 Napi di Sumut Bakal Dapat Remisi
Kritik tersebut dilontarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ir Hj Anita Lubis, Rabu sore (18/8/2021). Ditemui www.MartabeSumut.com dan sejumlah wartawan di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Anita mengatakan, kehadiran Medsos sebagai ruang kebebasan berekspresi/berpendapat memang mustahil dihindari. Namun dia menolak tegas penggunaan Medsos untuk sarana menghujat, menghina, caci maki, memproduksi hoax serta menyebarkan informasi menyesatkan. “Kebebasan berpendapat ya harus. Tetap aja butuh penyeimbang. Jangan lebih banyak hoax atau informasi menyesatkan,” ingat Anita.
BACA LAGI: Ketua FP-Hanura DPRDSU: Seimbangkah Kontribusi Sumut ke Pusat Dibanding DAU/DAK ke Sumut ?
Merusak Wawasan Publik
Legislator asal Dapil Sumut 3 Kab Deliserdang ini menilai, dampak hoax dan informasi menyesatkan rentan merusak wawasan masyarakat. Kemudian memicu konflik sosial bahkan mengakumulasi negative thinking pada tataran publik. Menurut Anita, rakyat perlu diedukasi sekaligus diarahkan menghadapi perkembangan informasi. Apalagi menyangkut hoax dan kabar menyesatkan. “Sekarang kita macam welcome to the jungle. Harusnya ada yang counter dan klarifikasi (meluruskan). Kok malah hampir-hampir tak ada sama sekali sehingga persepsi masyarakat berbeda-beda,” heran anggota Komisi D DPRDSU bidang pembangunan itu tak habis pikir.
BACA LAGI: PPP Sumut Kutuk Pembunuhan Ketua MUI Labura, Sekretaris FN DPRDSU: Beri Hukuman Setimpal !
Peran Kominfo Lemah
Siapa unsur paling kompeten meluruskan hoax dan informasi menyesatkan ? Anita blak-blakan menyebut Departemen Kominfo. Baik yang di pusat, provinsi hingga kab/kota Indonesia. Kendati demikian, Anita melihat peran Kominfo masih sangat lemah khususnya pusat. “Sebetulnya paling urgen sekarang ya Kominfo dikendalikan. Sebab fungsi kontrolnya disitu. Kan pemerintah ada untuk mengatur masyarakat,” yakin Anita. Nah, jika informasi beredar masih dalam batas-batas kewajaran, Anita menganggap sah-sah saja. Tapi ketika suatu informasi tergolong tidak wajar dan lebih banyak menyesatkan, maka Anita memastikan Kominfo berkewajiban tampil meng-handle. “Bila Kominfo di pusat dan daerah lemah, lalu apa fungsinya ? Kenapa gak bisa di-handle,” sesal Anita.
BACA LAGI: PPKM Darurat Harus Berhasil Dibanding PSBB, Ketua Komisi B DPRDSU: Subsidi Usaha Kecil..!
BACA LAGI: Gubsu Akui Sumut “Juara” 2 Terkorup Indonesia, Partogi Sirait Singgung WTP & Sindir Playing Victim !

VIDIO: Aksi Sosial KAJI Unit DPRD Sumut Bagikan 500 Masker Gratis Buat Pengendara Umum di Depan Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan
BACA LAGI: Hadiri HUT ke-4 KAJI DPRD Sumut, Zeira & Robert Dorong Bansos ke Panti Asuhan Al-Marhamah
BACA LAGI: Sosialisasi Bahaya Narkoba KAJI Unit DPRD Sumut: 6 Narasumber Ingatkan 1.500 Siswa SMAN 5 Waspada
BACA LAGI: Rayakan Natal di LP Tanjung Gusta Medan, KAJI Unit DPRD Sumut Beri Narapidana 100 Paket Natal
BACA LAGI: HUT ke-1, KAJI Unit DPRD Sumut Berbagi Kasih dengan Lansia di Panti Jompo Harapan Jaya Marelan
BACA LAGI: Aksi Sosial KAJI Unit DPRD Sumut Jelang Idul Fitri 1438 H itu Bikin 106 Anak Yatim Tersenyum
BACA LAGI: Korban Jiwa Gempa Lombok 387 Orang, KAJI Unit DPRD Sumut Salurkan Bantuan Rp. 650 Ribu
Peran Insan Pers
Adakah unsur lain ? Politisi Partai Demokrat tersebut langsung menyatakan insan media massa. Bagi Anita, kalangan Pers dituntut hadir meluruskan kesimpangsiuran informasi yang beredar di ruang publik dan Medsos. “Kalian (Media) sampaikan juga (berita yang benar) agar hoax jangan banyak muncul di Medsos,” harapnya. Kedepan, Anita mengimbau pemerintah (Kominfo) gigih memberi edukasi publik melalui sarana Medsos. Artinya, Kominfo menjalankan fungsi sebagai wahana filter semua informasi berkembang. “Kominfo greget dikit dong meluruskan yang gak bener. Lahirkan edukasi dan sampaikan program pemerintah. Kalo sekarang, kan kayak hidup di dunia bebas kita ini,” sindir Anita Lubis. (MS/BUD)


























