
www.MartabeSumut.com, Medan
Demi menggenjot program nasional Vaksinasi Covid-19, Babin Kamtibmas Kelurahan Komat 3 Kecamatan Medan Kota Aiptu H boru Sagala turun ke lapangan door to door mendata warga, Rabu (15/12/2021) pukul 10.30 WIB di kawasan Jalan Paduan Tenaga Medan.
BACA LAGI: Bahas PBBMKB, DPRDSU Heran Data Penjualan Pertamina Sumbagut Tidak “On The Spot” dengan BP2RD
BACA LAGI: Waspadai Covid-19 Gelombang ke-3..!
BACA LAGI: Tiga Napi Narkoba di Sumut Dipindah ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan
BACA LAGI: Vaksin tak Ada Regulasi Ganggu Warga, Zeira: Jangan Coba-coba Bisniskan Vaksin !
Saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com di lokasi, Aiptu H boru Sagala tampak sedang bertanya kepada beberapa warga yang berkumpul di Warkop Wak Oni. Aiptu H boru Sagala menjelaskan, pendataan digencarkan terhadap masyarakat yang belum menerima Vaksin tahap ke-1. Menurutnya, sesuai data Pemilu 2019, terdapat 5 ribuan warga kategori dewasa di Kelurahan Komat 3. Artinya, sejauh ini, dia memperkirakan terdapat 20 persen penduduk belum menjalani Vaksinasi tahap ke-1. “Kita akan melakukan pendataan sampai Desember 2021. Setiap hari saya data mulai pukul 10 pagi sampai pukul 4 sore. Masih tersedia 3.000 dosis ke-1 dari Poldasu. Data Pemilu kemarin ada 5 ribuan orang dewasa. Nah, 20 persen warga Komat 3 belum menerima vaksin tahap ke-1,” ungkap Polwan yang tinggal di kawasan Menteng 7 tersebut.
BACA LAGI: Asa Mantan Kapolsek Sukaramai AKP (Purn) Longser Sihombing Menggapai Keadilan (Bagian ke-12)
BACA LAGI: Tuntut Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Ibu-ibu Demo ke DPRDSU
Aiptu H boru Sagala melanjutkan, pendataan sistem door to door diharapkan mampu merangsang masyarakat mengikuti Vaksinasi massal. Pendataan disebutnya didasari syarat KTP dan nomor ponsel warga. Lalu nantinya dihubungi untuk dikumpulkan dalam 1 lokasi Vaksinasi. “Kita mau kumpulkan warga Komat 3 yang belum ikut Vaksin ke-1,” ucapnya, sembari menambahkan, sejak sebulan lalu telah terdata 100 orang dan hari ini berjumlah 7 orang. Ketika ditanya bagaimana reaksi warga menyikapi pendataan, Aiptu H boru Sagala menyatakan berbeda-beda. Kendati demikian, dia tetap optimis masyarakat bakal bersedia menjalani program vaksinasi.
BACA LAGI: Datangi DPRDSU, Massa Tuntut Peremajaan Betor Sebagai Icon Kota Medan

BACA LAGI: Lawan Narkoba, Anggota DPRDSU Fahrizal Nasution Sarankan Negara Pakai Pola PPKM Sekat Penyelundupan
VIDIO: 1.500 Siswa Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba KAJI Unit DPRD Sumut di SMAN 5 Jalan Pelajar Medan.
BACA LAGI: Hadiri HUT ke-4 KAJI DPRD Sumut, Zeira & Robert Dorong Bansos ke Panti Asuhan Al-Marhamah
BACA LAGI: Sosialisasi Bahaya Narkoba KAJI Unit DPRD Sumut: 6 Narasumber Ingatkan 1.500 Siswa SMAN 5 Waspada
BACA LAGI: Rayakan Natal di LP Tanjung Gusta Medan, KAJI Unit DPRD Sumut Beri Narapidana 100 Paket Natal
BACA LAGI: HUT ke-1, KAJI Unit DPRD Sumut Berbagi Kasih dengan Lansia di Panti Jompo Harapan Jaya Marelan
BACA LAGI: Aksi Sosial KAJI Unit DPRD Sumut Jelang Idul Fitri 1438 H itu Bikin 106 Anak Yatim Tersenyum
BACA LAGI: Korban Jiwa Gempa Lombok 387 Orang, KAJI Unit DPRD Sumut Salurkan Bantuan Rp. 650 Ribu
Merujuk temuan lapangan, Aiptu H boru Sagala mengaku mendapat masukan beragam. Diantaranya alasan warga takut divaksin gara-gara kabar simpang siur beredar di media sosial. Itulah sebabnya Negara hadir memberikan edukasi. Dia pun menggugah kesadaran rakyat agar jangan menolak atau takut mengikuti Vaksinasi lantaran membaca berita hoax. “Vaksinasi bertujuan supaya tercipta herd immunity (kekebalan kelompok) ditengah-tengah masyarakat. Mari kita usir Covid-19 dan lancarkan kembali perekonomian bangsa,” simpul anggota Polsek Medan Kota yang sudah 3 tahun menjabat Babin Kamtibmas di Kelurahan Komat 3. (MS/BALD)


























