Banyak UMKM & Koperasi Collapse, Politisi Partai Hanura Imbau Gubsu Copot Plt Kadiskop Sumut

Politisi Partai Hanura Sumut Toni Togatorop, SE, MM. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Sampai saat ini Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak berperan membangun kekuatan ekonomi kerakyatan. Gagal menggerakkan koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumut yang jumlahnya sekira 28.163. Tak heran, banyak usaha koperasi/UMKM collapse (ambruk) bahkan “gulung tikar”. Padahal Dinas Koperasi/UKM adalah lembaga paling bertanggungjawab menggerakkan usaha-usaha kreatif serta usaha mikro. Oleh sebab itu, Gubsu Edy Rahmayadi perlu segera mengevaluasi Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal.

BACA LAGI: Serapan Anggaran 49,15 %, Komisi B DPRDSU Sindir Pelatihan Diskop & Potret Buram Koperasi

BACA LAGI: DPRDSU “Buang” 2 Legislator, Partogi Sirait: 5 Pimpinan Dewan Gagap Benahi Internal

BACA LAGI: Ditanya Soal 2 Anggota F-PKS DPRDSU Tanpa AKD, Ketua DPRDSU Sebut SK Mendagri

BACA LAGI: Lawan Resesi Ekonomi: Gubsu, Pemprovsu, OPD & Pemkab/Pemko Harus Belanjakan APBD 2020 per September

Permintaan tersebut dilontarkan Politisi Partai Hanura Sumut Toni Togatorop, SE, MM, kepada www.MartabeSumut.com, Jumat siang (18/9/2020). Berbicara melalui saluran telepon, Toni mengatakan, selain Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal, Gubsu juga harus mengevaluasi Plt Kepala UPT Diskop UKM Sumut Adri Sebayang dan beberapa konsultan Diskop UKM Sumut karena tidak menjalankan fungsi. “Saya minta Gubsu mencopot Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal, Plt Kepala UPT Diskop UKM Sumut Adri Sebayang dan beberapa konsultan Diskop UKM Sumut. Tidak jelas apa kerja mereka. Tidak ada ikon ekonomi kerakyatan yang mereka majukan. Sangat lemah. Khususnya dalam kondisi negara kita deflasi akibat pandemi Covid-19. Tolong Gubsu mengevaluasi. Ngapain kita buang anggaran untuk para pejabat dan konsultan Diskop UKM Sumut yang gak beres,” geram Toni dengan nada tinggi.

BACA LAGI: Catatan Buruk DPRDSU 1 Tahun Kerja: “Buang” 2 Legislator dari AKD, Langgar Tatib & Pimpinan Dewan Bisa Digugat ke PTUN

BACA LAGI: Paripurna Perubahan AKD DPRDSU, Anggota F-PKS Protes “Dibuang” Fraksinya dari Komisi

UMKM & Koperasi Diabaikan

Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini melanjutkan, hampir bisa dipastikan Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal dan pejabat Diskop Sumut telah mengabaikan amanat UU Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM dan UU Nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian. Idealnya, terang Toni lagi, Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal patut memahami roh kedua UU. Terutama UU Perkoperasian yang mengarahkan penguatan organisasi ekonomi rakyat sebagai entitas bisnis UMKM dan nilai-nilai pondasi perekonomian bangsa. Pada sisi lain, Toni menegaskan pula semangat Presiden Jokowi menggerakkan ekonomi kerakyatan di penjuru Tanah Air melalui berbagai bantuan dan program pemerintah pusat. “Lalu, kenapa Diskop UKM Sumut tidak mampu jemput bola terutama membuat terobosan, inovasi dan strategi membangun koperasi/UKM di Sumut ? Apa sih kerja Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal ? Kalo tak mampu ya mundur saja sebelum dicopot. Masak saat pandemi Corona rakyat tidak merasakan kinerjanya,” heran Toni tak habis pikir.

BACA LAGI: Bahas Perambahan Hutan di Kab Langkat, Komisi B DPRDSU Sesalkan Kadishut & 24 Perusahaan tak Datang

BACA LAGI: Kadis Pendidikan Tebingtinggi Tsk Korupsi, Zeira Ingatkan Bongkar Sampai ke Akarnya

Fungsi PLUT UMKM Dipertanyakan

Tak berhenti di situ, Wakil Ketua Bappilu Partai Hanura Sumut ini kembali mempersoalkan keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM yang dibentuk Diskop UKM Sumut berdasarkan arahan Kementerian Koperasi UKM RI. Menurut Toni, PLUT itu seyogianya berperan menciptakan peningkatan usaha koperasi dan UKM di Provinsi Sumut. Namun faktanya hingga kini, Toni melihat tidak memiliki gaung program untuk mendukung UMKM di tengah-tengah rakyat Sumut. “Ada apa ? Sementara anggaran PLUT UMKM di Sumut begitu besar. Mana progress kerjanya ? Kenapa tujuan utama koperasi dan UMKM tidak ditingkatkan melalui kegiatan usaha kecil/mikro semisal asset, omset dan pemasaran ? Dimana Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal,” sesal mantan Ketua FP-Hanura DPRD Sumut tersebut, sembari menyoroti, banyaknya konsultan di Diskop UKM Sumut tidak memiliki fungsi yang jelas.

BACA LAGI: “Skandal” Oknum Pejabat Pemprovsu “SB” dengan Janda “DSS”, Gubsu: Bulan Depan Dia Pensiun

BACA LAGI: “SB” vs “DSS” Ibarat Buaya & Harimau, Julheri Sinaga: Hukum Jalan, Gubsu Copot “SB” Antisipasi Conflict of Interest

Jabatan Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haikal Amal 1,5 Tahun

Lebih aneh lagi, Toni “menggugat” jabatan Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal yang diduga telah mencapai 1,5 tahun. “Ngeri kali bah, masak Plt sampai 1,5 tahun ? Ada apa, atau apa ada ? Banyak ASN/PNS putra-putri terbaik Sumut. Perlu disikapi DPRD Sumut,” imbaunya. Sedangkan Komisi B DPRD Sumut diminta Toni memanggil RDP Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal, Plt Kepala UPT Diskop UKM Sumut Adri Sebayang dan beberapa konsultan Diskop UKM. Mantan Ketua Komisi A DPRD Sumut ini percaya, kinerja para pejabat Diskop UKM Sumut patut diselidiki para wakil rakyat. Misalnya menelisik apa yang sudah dikerjakan terkait menggerakkan koperasi dan UMKM di Sumut. “Jangan pulak anggaran habis tak tentu arah, tapi koperasi dan UMKM dibiarkan collapse. Perintah Presiden Jokowi sangat jelas. Anggaran dibelanjakan paling lambat September 2020. Diarahkan ke sektor usaha kecil dan menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ingat Toni.

BACA LAGI: Janda “DSS” Adukan ke Poldasu Dugaan Asusila Pejabat Esselon 2 Pemprovsu “SB”, Thomas Dachi: Coreng Wajah Gubsu “Bermartabat” !

BACA LAGI: RIP Jakob Oetama: Sehat Pemberitaan, Hentikan jadi Wartawan Kalau Bekerja Tanpa Pikiran !

Mana Agro Wisata di Kab/Kota Sumut ?

Ketika disinggung peran konsultan yang ada di UPT Diskop UKM Sumut, Toni pun langsung menganggapnya kesia-siaan belaka. Dia beralasan, konsultan yang digaji negara tidak mampu merangsang bisnis agro wisata yang digeluti penduduk desa serta kalangan usaha kecil pada setiap kab/kota Sumut. Contoh program agro wisata itu disebutnya sederhana namun bila dikerjakan akan menghadirkan ikon yang bisa dikenang rakyat sekaligus memotivasi pelaku usaha kecil maupun melatih kemandirian ekonomi masyarakat pedesaaan. Apalagi anggarannya dipastikan Toni tersedia di Kementerian Koperasi UKM RI tapi justru tidak dilakukan di Sumut. Berarti, simpul Toni lebih jauh, pemangku OPD atau pejabat Diskop UKM Sumut tidak becus mengemban amanah memajukan koperasi atau menggerakkan UMKM. Kemudian tidak berinovasi dan tidak bekerja sehingga koperasi dan UMKM di Sumut minus kemajuan. Toni meyakini, publik Sumut tak pernah tahu apa yang sudah dilakukan Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal, khususnya menghadirkan kebanggaan rakyat kecil dalam penguatan koperasi/ UMKM di Sumut. “Setahu saya belum pernah ada program Dinas Koperasi dan UKM Sumut yang transparan. Saya rasa Tipikor Polda Sumut dan Kejati Sumut harus turun menyelidiki realisasi dana APBD Sumut untuk mereka. Kemana saja uang rakyat dibuat Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal ? Kenapa pergerakan ekonomi, koperasi dan usaha kecil hampir lumpuh di Sumut,” keluh mantan Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Sumut tersebut.

BACA LAGI: Cakada Medan Akhyar Nasution Merasa Ponselnya Dibajak, DPRDSU Sarankan Lapor Polisi

BACA LAGI: Politisi Hanura Imbau Kapoldasu Tindak Orang-orang yang Ganggu UMKM di Sumut

BACA LAGI: Sumut “Juara 1” Narkoba, Politisi NasDem: Sama Saja Mencoreng Muspida & Penegak Hukum !

BACA LAGI: Koperasi Betahamu Asahan Klaim Lahan 136 Ha di Dalam HGU Puskopad Kodam I BB, Komisi A DPRDSU Simpulkan 4 Poin

Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Plt Kadiskop UKM Sumut M Ridha Haykal Amal, Jumat siang (18/9/2020). Dihubungi via ponselnya, telepon Haykal tak kunjung bisa tersambung. Pesan konfirmasi melalui WhatsApp telah pula dikirim ke Haykal. Namun belum ada respon sampai berita ini dikirim ke redaksi. Selanjutnya www.MartabeSumut.com menghubungi ponsel Plt Kepala UPT Diskop UKM Sumut Adri Sebayang. “Mohon maaf bang, bila mau komentar, saya harus minta izin dulu kepada Pak Kepala Dinas. Sebaiknya datang saja langsung ke kantor ya,” tepis Adri Sebayang. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here