
www.MartabeSumut.com, Medan
Proyek pembangunan 16 rumah toko (ruko) di Jalan Bahagia bypass Medan dipersoalkan masyarakat sekitar. Pasalnya, bangunan ruko bertingkat 3 itu sangat menjorok dan rapat ke jalan umum. Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Ir Parlaungan Simangunsong, ST, IPM, pun mempertanyakan jarak lahan tersisa bangunan ruko sangat dekat dengan jalan raya. Termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang tidak tampak dipajang di depan lokasi pembangunan proyek.
BACA LAGI: Pipa Gas PT SMGP Bocor, DPRDSU Sebut SOP Perusahaan Lemah & Tidak Profesional
BACA LAGI: Gas Beracun Renggut 5 Nyawa di Madina, DPRDSU: PT SMGP Lalai, Hentikan Operasional Perusahaan !

Anto (33), warga sekitar, mengatakan, pembangunan 16 ruko telah dimulai tahun 2020. Sampai sekarang bangunan masih dalam tahap penyelesaian. Penduduk Jalan Bahagia bypass itu heran, jarak bangunan ruko dan jalan raya hanya berkisar 3-5 Meter saja. “Setahuku, tahun lalu 16 ruko ini dibangun. Pemiliknya aku gak tahu. IMB juga tak dipampangkan ke publik,” kata Anto kepada www.MartabeSumut.com, Kamis siang (21/1/2021). Dia melanjutkan, proyek bangunan ruko ditutupi pagar seng yang selalu digembok. Namun pekerja proyek disebutnya bekerja setiap hari. “Pekerja proyek ada di dalam Bang. Petugas jaga juga berjaga di pos. Kalo mau cari pengelolanya, coba masuk dari pintu depan. Tapi pagarnya memang digembok,” usul Anto.
BACA LAGI: Hadiri HUT ke-4 KAJI DPRD Sumut, Zeira & Robert Dorong Bansos ke Panti Asuhan Al-Marhamah
Pada hari yang sama, selang 10 menit kemudian, www.MartabeSumut.com mencoba masuk melalui pintu depan. Benar, pagar seng tergembok. Tidak terlihat pula papan IMB dipasang oleh pemilik bangunan. Ketika pintu seng digedor, keluarlah petugas jaga bernama Caplak. Saat ditanya IMB, Caplak menunjukkan plang IMB yang ditempelkan di pos jaga, seolah-olah sengaja disembunyikan. Pantauan www.MartabeSumut.com di lokasi proyek, bangunan yang berdiri hanya memilik halaman depan seluas 4-5 Meter dari ruas jalan umum. Jadi memang sangat rapat ke bahu Jalan Bahagia bypass. Tatkala ditanyakan beberapa masalah proyek 16 ruko semisal lahan halaman ruko yang rapat ke bahu jalan dan diduga melanggar aturan, petugas jaga, Caplak, mengaku tidak tahu menahu. “Maaf Bang, urusan media kepada Pak Freddy Panggabean aja ya,” tepis Caplak, sembari memberikan nomor ponsel Freddy Panggabean.

Nah, pada Minggu (31/1/2021), www.MartabeSumut.com menghubungi ponsel Freddy Panggabean. Namun Freddy menolak dikonfirmasi karena alasan lebih tepat jika bertemu langsung. “Hari Senin besok abang bisa datang ke lokasi proyek,” ucap Freddy singkat.
BACA LAGI: Muswil PKB Sumut Tetapkan Ahmad Iman Ketua, Ir Loso Mena Sekretaris & Zeira Salim Ritonga Bendahara
DPRD Sumut Protes
Sebelumnya, www.MartabeSumut.com telah menghubungi Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Ir Parlaungan Simangunsong, ST, IPM. Politisi Partai Demokrat itu memprotes proyek pembangunan 16 ruko di Jalan Bahagia bypass lantaran terindikasi melanggar aturan. “Saya lihat IMB-nya tidak dipampangkan. Trus, lahan halaman tersisa di depan ruko itu sangat dekat ke badan jalan umum. Itu tidak boleh, melanggar aturan,” tegasnya.
BACA LAGI: Lampu Jalan Banyak Padam, Parlaungan Simangunsong Ingatkan Pemko Medan Penuhi Hak Masyarakat
Legislator asal Dapil Sumut 1 Kec Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kec Medan Belawan ini berjanji akan bicara dengan Dinas Tata Kota Medan terkait pembangunan proyek bermasalah tersebut. Dia membeberkan, sejak lama ruas Jalan Bahagia bypass sampai Jalan AR Hakim Sukaramai telah dipersiapkan untuk pelebaran jalan umum. “Kok sekarang pembangunan 16 ruko itu sangat dekat ke ruas jalan ? Kan aneh, kita duga langgar aturan,” geram Parlaungan Simangunsong, yang juga Sekretaris FP-Demokrat DPRD Sumut itu. (MS/BUD)