Nah, Gitu Dong Pak Kadis ! Ada 7 SMAN/SMKN ala Zaman Batu, Arsyad Lubis ke Nias Cari Solusi

Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Setelah gencar diberitakan www.MartabeSumut.com soal fakta 7 SMAN/SMKN tanpa gedung sekolah di Kepulauan Nias sehingga 700-an siswanya belajar seperti zaman batu, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis akhirnya angkat suara. Arsyad pun menyatakan berangkat ke Kepulauan Nias pada Rabu 8 Januari 2020 untuk melihat, meninjau, meneliti, mengumpulkan data/info serta mencari solusi atas realitas 7 sekolah tersebut.

BACA LAGI: Ada Sekolah di Sumut ala Zaman Batu, Nomaden & Beralas Tanah, ini Respon Sekda Provsu

Pasal 31 ayat 1-3 UUD 1945. (Foto : www.MartabeSumut.com)
Isi Pasal 31 ayat 4 UUD 1945. (Foto : www.MartabeSumut.com)
Sekretaris Desa Ndraso Kec Maniamele Kab Nisel, Restumart Dachi, berfoto di halaman luar bangunan darurat sekolah mirip kandang ternak tempat belajar siswa SMAN 2 Maniamele Nisel, Minggu siang (22/12/2019). (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Lapor Pak Gubsu ! Amanat UUD 1945 Pasal 31:4 Minimal 20% Anggaran Pendidikan, Kok Ada 7 SMAN/SMKN di Nias Belajar Seperti Zaman Batu?

Ditemui www.MartabeSumut.com di gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa sore (7/1/2020), Arsyad mengakui Kepulauan Nias memiliki karakteristik khusus. Sebab masih banyak SMAN dan SMKN tidak memiliki bangunan sekolah sehingga proses belajar mengajar menumpang di gedung SD atau SMP terdekat. “Besok (Rabu 8 Januari 2020) saya ke Nias untuk melihat, meninjau, meneliti dan mengumpulkan data/info. Kita akan mencari solusi,” tegas Arsyad. Kendati sempat mengatakan 5 SMAN di Kab Nias Selatan (Nisel) dan 2 SMKN di Kab Nias Barat (Nisbar) tanpa gedung sekolah (nomaden dan kembali ke zaman batu) itu tidak memiliki banyak siswa, toh Arsyad sulit mengelak data www.MartabeSumut.com dari Kacabdis Teluk Dalam Kab Nisel Waosaro Hulu, SPd, MIP, terkait realitas miris 700-an siswa belajar di 7 sekolah tersebut. Arsyad menjelaskan, berdasarkan kecamatan, saat ini persebaran SMA dan SMK paling banyak ada di Kab Nisel. “Dari 33 kab/kota Sumut, Kab Nisel paling tinggi dengan sebaran SMA/SMK pada 35 kecamatan,” sebut Arsyad, sembari menunjukkan buku berisi data rencana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) TA 2019 – 2023 di Sumut.

BACA LAGI: Siswa SMAN 2 Ndraso Belajar di Kelas Mirip Kandang Ternak, Thomas Dhaci: Dimana Gubsu, Kemana Kadis Pendidikan, Mana Sumut Bermartabat ?

Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis saat dikonfirmasi, Selasa sore (7/1/2020) di gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

Pakpak Bharat Paling Rendah Jumlah SMA/SMK

Data dilihat www.MartabeSumut.com pada buku itu, Kab Pakpak Bharat berada pada urutan paling rendah. Cuma memiliki SMA/SMK sebanyak 9 unit yang tersebar di 8 kecamatan. Kab Pakpak Bharat hanya punya 5 SMA dan 4 SMK. Ranking paling rendah ke-2 dipegang Kota Sibolga dengan jumlah SMA/SMK 17 unit yang tersebar pada 3 kecamatan. Kota Sibolga mempunyai 9 SMA dan 8 SMK. Urutan paling rendah ke-3 dipegang Kota Tanjung Balai (tersebar di 5 kecamatan) serta Kab Paluta (tersebar di 9 kecamatan) dengan jumlah SMA/SMK sebanyak 19 unit. Kota Tanjung Balai dan Kab Paluta masing-masing punya 11 SMA dan 8 SMK. Data paling tinggi jumlah SMA/SMK ada di Kota Medan sebanyak 376 unit tersebar di 21 kecamatan. Kota Medan mempunyai 211 SMA dan 165 SMK. Urutan ke-2 Kab Deli Serdang sebanyak 257 unit yang tersebar di 22 kecamatan. Kab Deli Serdang memiliki 131 SMA dan 126 SMK. Sedangkan tempat ke-3 Kab Langkat dengan jumlah 137 sekolah yang tersebar di 23 kecamatan. Kab Langkat punya 68 SMA dan 69 SMK. Namun perlu diketahui, data-data kuantitatif tersebut hanya menyangkut keberadaan operasional jumlah sekolah SMA dan SMK. Belum diketahui persis apakah SMA/SMK tersebut sudah punya gedung sekolah sendiri atau masih seperti zaman batu juga. Untuk Kab Nisel memiliki 113 SMA/SMK yang tersebar pada 35 kecamatan. Di Kab Nisel ada 65 SMA dan 48 SMK. Kemudian Kab Nias punya 26 SMA/SMK tersebar di 10 kecamatan dengan jumlah 10 SMA dan 16 SMK. Kab Nias Barat punya 29 SMA/SMK tersebar di 8 kecamatan dengan jumlah 16 SMA dan 13 SMK. Selanjutnya Kab Nias Utara memiliki 39 SMA/SMK tersebar pada 11 kecamatan dengan rincian 15 SMA dan 24 SMK.

BACA LAGI: Ngadu ke DPRDSU, FMKSCKS Tuding Pengangkatan Kepsek SMAN/SMKN Sarat Permainan & Langgar Permendikbud 6/2018

Buku data-data SMAN dan SMKN di 33 kab/kota Sumut. (Foto: www.MartabeSumut.com)

2019-2023 Rencana USB 11 SMA & 17 SMK di Sumut

Kembali kepada Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis. Menurut dia, TA 2019-2023 Pemprovsu merencanakan pembangunan USB di Sumut sebanyak 11 SMA dan 17 SMK. Arsyad mengungkapkan, tahapan membangun USB memiliki beberapa syarat. Diantaranya keberadaan lahan, ketersediaan guru hingga dukungan sarana/prasarana. “Ada 2 USB SMA di Kab Langkat yang sedang dibangun dengan dana APBD Sumut. Begitu pula usulan USB lain menggunakan APBN masih dalam proses,” akunya. Berapa jumlah SMA/SMK akan dibangun Pemprovsu TA 2020 ? Arsyad menegaskan, sebanyak 5 USB telah diusulkan. Tapi dia hanya menyebut 3 daerah saja. Meliputi USB di Kab Tapsel, Kab Madina dan Kab Humbahas. “Masih ada 28 kecamatan di Sumut belum punya SMA/SMK. Itulah target kita sampai 2023,” singkap Arsyad. Lalu, apa yang mau Anda katakan terhadap warga Kepulauan Nias terkait 7 SMAN/SMKN di sana sebab ratusan siswa rindu gedung sekolah sendiri lantaran masih belajar nomaden, di pondok darurat mirip kandang ternak, beralas tanah dan kembali ke zaman batu ? Arsyad Lubis terdiam sejenak. Sembari menatap ke atas, dia berharap warga Nias bisa bersabar. Bagi Arsyad, Pemprovsu akan memprioritaskan pembangunan USB di 7 sekolah itu. “Kalo pun sekolah tak dibangun, paling tidak kita dirikan ruang kelas-kelas baru. Besok saya ke Nias melihat langsung dan kumpulkan data/infonya. Kita pasti cari solusi,” janji Arsyad Lubis mengakhiri wawancara.

BACA LAGI: Rujukan Faskes Rumit di Kec Fanayama Nisel, Anggota DPRD Sumut Thomas Dachi Imbau BPJS Kesehatan Beri Perhatian

Sekretaris Desa Ndraso Kec Maniamele Kab Nisel, Restumart Dachi, menunjukkan tempat belajar siswa SMAN 2 Maniamele yang mirip kandang ternak, Minggu siang (22/12/2019). (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)
Anggota DPRD Sumut Thomas Dachi, SH (atas) dan Sekdes Ndraso Restumart Dachi, adalah pihak yang mengungkap kondisi bangunan memprihatinkan tempat belajar para siswa SMAN 2 Maniamele Nisel, Minggu siang (22/12/2019). (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

Ini 7 SMAN/SMKN Tanpa Gedung Sekolah

Sebelumnya, seperti diberitakan www.MartabeSumut.com, Kacabdis Pendidikan Teluk Dalam Kab Nisel, Waosaro Hulu, SPd, MIP, mengaku telah dihubungi oleh Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis ketika berita SMAN 2 Maniamele dipublis media. “Berita media tersebut langsung diteruskan Pak Kadis Pendidikan Sumut ke WhatsApp saya. Beritanya sudah saya baca, terimakasih ya Pak,” ucap Waosaro Hulu kepada www.MartabeSumut.com, Senin sore (23/12/2019) via ponselnya. Dia mengungkapkan, sampai sekarang masih ada sekolah di Kab Nisel dan Kab Nisbar yang beralaskan tanah, menumpang ke gedung lain serta belajar di pondok-pondok darurat lantaran tidak memiliki gedung sekolah sendiri. Dia merinci, ratusan siswa yang belajar dengan kondisi memprihatinkan mencakup 7 sekolah. Sebanyak 5 SMAN di Kab Nisel dan 2 SMKN di Kab Nisbar. Meliputi, pertama, SMAN 2 Maniamele di Desa Ndraso Kec Maniamele Kab Nisel, dengan 96 siswa belajar di bangunan darurat mirip kandang ternak. Kedua, SMAN 1 Tanah Massa di Kec Tanah Massa Kepulauan Batu Kab Nisel. “Sekolah ini sudah 1 kali menamatkan siswa. Mereka menumpang di gedung salah satu SD. Siswanya sekira 200 orang,” ungkap Waosaro Hulu. Ketiga, SMAN 3 Huruna di Kec Huruna Kab Nisel. “Bangunan sekolahnya darurat dan beralaskan tanah,” ungkapnya. Keempat, SMAN 2 Ulu Noyo Kec Ulu Noyo Kab Nisel. Sebanyak 250 siswa disebutnya belajar di pondok-pondok darurat dan menumpangi tanah warga. Kelima, SMAN 3 Lahusa Kec Lahusa Kab Nisel. Keenam, SMKN 1 Sirombu Kab Nisbar dengan jumlah siswa 30 orang. Ketujuh, SMKN 2 Ulumoroe Kec Ulumoroe Kab Nisbar yang mengasuh 150 siswa. “Itulah 7 sekolah yang belum punya gedung, Pak. Baru 1 sekolah bisa kita bangun pada tahun 2018. Yaitu SMKN 1 Ulu Noyo Kec Ulu Noyo Kab Nisel. Itu pun dibantu Kementerian pusat. Sekarang sekolah sedang dalam proses pembangunan,” terang Waosaro Hulu. Walau Pemprovsu menyatakan keterbatasan anggaran, beber Waosaro, namun berbagai cara alternatif membangun sekolah darurat kerap diusahakan. Dari 7 sekolah tanpa bangunan itu, mana yang berpotensi akan didirikan dalam waktu dekat ? “Maaf Pak, tak ada yang pasti. Macam manalah mau saya bilang. Perlu duduk bersama mencari solusi. Sekali lagi, saya berterimakasih atas pemberitaan bapak tentang sekolah SMAN 2 Maniamele. Semoga imbasnya positif menimbulkan perhatian berbagai pihak,” harap Waosaro Hulu, bernada terbata-bata.

BACA LAGI: P3K Sumut tak Jelas, Komisi E DPRDSU Gemas, Kaiman Turnip & Arsyad Lubis pun Kenak Gasss…

Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Teluk Dalam Kab Nisel Waosaro Hulu, SPd, MIP. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

Kepsek SMAN 2 Maniamele Sedih

Sedangkan Kepsek SMAN 2 Maniamele, Butir Nilam Wau, menceritakan, dirinya baru menjabat sedari tahun 2016. Selama 3,5 tahun, ujarnya, para siswa memang menumpang pada salah satu gedung SD. Kemudian pindah di tanah yang dihibahkan masyarakat sekira 1 Ha. Tatkala menjalani ujian kemarin, Nilam Wau membenarkan bahwa para siswa memakai bangunan darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat, guru dan orangtua siswa. Dia menjelaskan, para guru, orangtua dan masyarakat telah melakukan rapat bersama sehingga lahirlah keputusan memberi sumbangan sukarela Rp. 100 ribu untuk pembangunan sekolah darurat. “Sebanyak 6 ruangan kelas telah selesai didirikan. Saya membantu secara pribadi Rp. 3 juta, Pak. Sering saya usulkan pembangunan sekolah SMAN 2 Maniamele ke provinsi. Namun kayaknya belum rezeki. Saya hanya penerima keputusan dari provinsi. Maklumlah Pak. Tadi saya ditelepon salah satu Kepala Seksi Cabdis Pendidikan Teluk Dalam. Mungkin pengaruh pemberitaan bapak itu,” aku Nilam Wau kepada www.MartabeSumut.com melalui sambungan telepon, Senin sore (23/12/2019), seraya mengucapkan terimakasih atas dukungan media yang peduli menyoroti masalah pendidikan di Kepulauan Nias. Bekas tenaga pengajar di salah satu SMKN Teluk Dalam ini menilai, apa yang dialami siswa SMAN 2 Maniamele tergolong memilukan. Tapi Nilam Wau memastikan, semangat guru, orangtua, masyarakat bahkan siswa masih tetap tinggi walau hanya mampu membangun pondok papan darurat beratap rumbia. “Tahun 2018 kami dirikan bangunan darurat namun roboh. Tahun 2019 kami semangat lagi mendirikan pondok semi permanen di lokasi yang sama. Gak bisa saya bayangkan situasi ini. Kami terus berjuang sambil tetap mengusulkan pembangunan kepada Kacabdis Teluk Dalam dan Kadis Pendidikan Provinsi Sumut,” timpalnya.

BACA LAGI: Sumut Belum Bermartabat Akibat KKN, Massa Serukan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis Dicopot

Kepsek SMAN 2 Maniamele, Butir Nilam Wau. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

Kursi & Meja Belum Ada

Nilam Wau menginformasikan, setelah 6 kelas darurat selesai, masalah baru kembali muncul. Pasalnya, kursi dan meja untuk para siswa ternyata belum tersedia. Sementara dana swadaya yang terkumpul cuma bisa membeli 24 kursi. Sedangkan pembuatan meja dan lantai masih dalam tahap pengerjaan. Nilam Wau berharap, Gubsu Edy Rahmayadi dan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis berkenan membangun gedung permanen SMAN 2 Maniamele di Desa Ndraso. “Kami hibur diri sendiri ajalah Pak. Kadang-kadang saya pening memikirkannya. Kami rindu gedung sekolah. Sedih kalo begini terus. Apalagi jika melihat siswa yang sangat semangat belajar. Terimakasih ya Pak. Semoga dampak berita bapak membuat sekolah kami dilirik dan menimbulkan belas kasihan berbagai pihak. Saya ucapkan terimakasih sama bapak karena iklas menulis berita SMAN 2 Maniamele. Kami betul-betul merindukan gedung sekolah. Mohon doakan terwujud ya Pak,” pinta Nilam Wau dengan suara sedih. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here