Ada Sekolah di Sumut ala Zaman Batu, Nomaden & Beralas Tanah, ini Respon Sekda Provsu

Sekda Provsu Dr Ir Hj Sabrina, MSi, saat dikonfirmasi di gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, beberapa waktu lalu. (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Perjalanan penguatan sistem pendidikan warga Sumatera Utara (Sumut) tampaknya mundur ke zaman batu. Visi Sumut bermartabat dipertanyakan publik sebab hingga kini 80 persen sekolah di Sumut tidak mampu memenuhi standard nasional pendidikan (data Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan/LPMP Sumut). Realitas di lapangan pun menunjukkan masih ada sekolah di penjuru kab/kota Sumut menjalankan proses belajar mengajar secara nomaden (pindah-pindah). Ironisnya lagi, terungkap pula fakta empiris miris bahwa siswa belajar beralaskan tanah di pondok-pondok darurat karena bertahun-tahun tak kunjung memiliki bangunan sekolah. Diantaranya 7 SMAN/SMKN di Kab Nias Selatan (Nisel) dan Kab Nias Barat (Nisbar) Sumut.

Sekretaris Desa Ndraso Kec Maniamele Kab Nisel, Restumart Dachi, berfoto di halaman luar bangunan sekolah mirip kandang ternak tempat belajar siswa SMAN 2 Maniamele, Minggu siang (22/12/2019). (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Lapor Pak Gubsu ! Amanat UUD 1945 Pasal 31:4 Minimal 20% Anggaran Pendidikan, Kok Ada 7 SMAN/SMKN di Nias Belajar Seperti Zaman Batu? 

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) Dr Ir Hj Sabrina, MSi, angkat suara. Dia mengatakan, setiap tahun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdik Provsu) mengusulkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Tidak hanya di Kepulauan Nias saja melainkan kab/kota Sumut lainnya. Penegasan tersebut disampaikan Sekda Provsu, menyahuti konfirmasi www.MartabeSumut.com terkait 7 SMAN/SMKN di Kab Nisel dan Kab Nisbar yang tidak punya gedung sekolah alias nomaden bahkan siswanya belajar di pondok-pondok darurat mirip kandang ternak. “Disdik Provsu mengusulkan pembangunan USB setiap tahun. Tidak hanya di Kepulauan Nias saja tapi di kab/kota Sumut lain. Bergantian secara bertahap,” ucap Sekda Provsu melalui saluran WhatsApp, Sabtu siang (28/12/2019).

Sekretaris Desa Ndraso Kec Maniamele Kab Nisel, Restumart Dachi, menunjukkan tempat belajar siswa SMAN 2 Maniamele yang mirip kandang ternak, Minggu siang (22/12/2019). (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Siswa SMAN 2 Ndraso Belajar di Kelas Mirip Kandang Ternak, Thomas Dhaci: Dimana Gubsu, Kemana Kadis Pendidikan, Mana Sumut Bermartabat ?

Menurut Sekda Provsu, ketika penyerahan kewenangan SMAN/SMKN dari kabupaten ke provinsi dimulai tahun 2017 lalu, untuk Kab. Nias Selatan saja masih terdapat 5 SMAN yang menumpang di gedung SD dan SMP. Salah satunya adalah SMAN 2 Maniamolo (Maniamele) yang terletak di Desa Ndraso. “Dan sekarang SD tersebut tidak memberikan tempat untuk menumpang. Sehingga SMAN 2 Maniamolo membangun gedung darurat sebagai tempat belajar. Peserta didiknya berjumlah 96 orang,” ujarnya. Pada Tahun Anggaran (TA) 2018, lanjut Sekda Provsu lagi, Pemprovsu sudah membangun USB SMKN 1 Ulu Noyo di Kab. Nias Selatan. Kemudian TA 2019 di Kab Madina dan Kab Deli Serdang. Lalu, bagaimana usulan pembangunan sekolah SMAN/SMKN TA 2020 ? Dimana saja rencananya akan dibangun Pemprovsu ? “Saya tanya Dinas (Disdik Provsu) dulu,” tutup Sekda Provsu. Hingga berita ini diterbitkan, Sekda Provsu Hj Sabrina belum memberi keterangan lanjutan. Terpisah sebelumnya, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, melalui Plt Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumut, Zuhri Bintang, justru menyerahkan masalah itu kepada Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Teluk Dalam Kab Nisel. “Tugas saya selaku Kabid hanya koordinator Pak. Sudah lebih paham mereka (Kepala UPT). Semua telah diserahkan kepada Cabang Dinas Pendidikan setempat. Hubungi Kacabdis aja ya,” cetus Zuhri Bintang terburu-buru, saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com, Minggu siang (22/12/2019) melalui ponselnya.

Sekretaris Desa Ndraso Kec Maniamele Kab Nisel, Restumart Dachi, berfoto di dalam bangunan darurat tempat belajar siswa SMAN 2 Maniamele, Minggu siang (22/12/2019). (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Ngadu ke DPRDSU, FMKSCKS Tuding Pengangkatan Kepsek SMAN/SMKN Sarat Permainan & Langgar Permendikbud 6/2018

Pasal 31 ayat 1-3 UUD 1945. (Foto : www.MartabeSumut.com)
Isi Pasal 31 ayat 4 UUD 1945. (Foto : www.MartabeSumut.com)

Ini 7 SMAN/SMKN Tanpa Gedung Sekolah

Sebelumnya, seperti diberitakan www.MartabeSumut.com, Kacabdis Pendidikan Teluk Dalam Kab Nisel, Waosaro Hulu, SPd, MIP, mengaku telah dihubungi oleh Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis ketika berita SMAN 2 Maniamele dipublis media. “Berita media tersebut langsung diteruskan Pak Kadis Pendidikan Sumut ke WhatsApp saya. Beritanya sudah saya baca, terimakasih ya Pak,” ucap Waosaro Hulu kepada www.MartabeSumut.com, Senin sore (23/12/2019) via ponselnya. Dia mengungkapkan, sampai sekarang masih ada sekolah di Kab Nisel dan Kab Nisbar yang beralaskan tanah, menumpang ke gedung lain serta belajar di pondok-pondok darurat lantaran tidak memiliki gedung sekolah sendiri. Dia merinci, ratusan siswa yang belajar dengan kondisi memprihatinkan mencakup 7 sekolah. Sebanyak 5 SMAN di Kab Nisel dan 2 SMKN di Kab Nisbar. Meliputi, pertama, SMAN 2 Maniamele di Desa Ndraso Kec Maniamele Kab Nisel. Kedua, SMAN 1 Tanah Massa di Kec Tanah Massa Kepulauan Batu Kab Nisel. “Sekolah ini sudah 1 kali menamatkan siswa. Mereka menumpang di gedung salah satu SD. Siswanya sekira 200 orang,” ungkap Waosaro Hulu. Ketiga, SMAN 3 Huruna di Kec Huruna Kab Nisel. “Bangunan sekolahnya darurat dan beralaskan tanah,” singkapnya. Keempat, SMAN 2 Ulu Noyo Kec Ulu Noyo Kab Nisel. Sebanyak 250 siswa disebutnya belajar di pondok-pondok darurat dan menumpangi tanah warga. Kelima, SMAN 3 Lahusa Kec Lahusa Kab Nisel. Keenam, SMKN 1 Sirombu Kab Nisbar dengan jumlah siswa 30 orang. Ketujuh, SMKN 2 Ulumoroe Kec Ulumoroe Kab Nisbar yang mengasuh 150 siswa. “Itulah 7 sekolah yang belum punya gedung, Pak. Baru 1 sekolah bisa kita bangun pada tahun 2018. Yaitu SMKN 1 Ulu Noyo Kec Ulu Noyo Kab Nisel. Itu pun dibantu Kementerian pusat. Sekarang sekolah sedang dalam proses pembangunan,” terang Waosaro Hulu. Bagi dia, walau Pemprovsu menyatakan keterbatasan anggaran, namun cara alternatif membangun sekolah kerap diusahakan. Dari 7 sekolah tanpa bangunan itu, mana yang berpotensi akan didirikan dalam waktu dekat ? “Maaf Pak, tak ada yang pasti. Macam manalah mau saya bilang. Perlu duduk bersama mencari solusi. Sekali lagi, saya berterimakasih atas pemberitaan bapak tentang sekolah SMAN 2 Maniamele. Semoga imbasnya positif menimbulkan perhatian berbagai pihak,” harap Waosaro Hulu, bernada terbata-bata.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Teluk Dalam Kab Nisel, Waosaro Hulu, SPd, MIP. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Rujukan Faskes Rumit di Kec Fanayama Nisel, Anggota DPRD Sumut Thomas Dachi Imbau BPJS Kesehatan Beri Perhatian

Kepsek SMAN 2 Maniamele Sedih

Sedangkan Kepsek SMAN 2 Maniamele, Butir Nilam Wau, membeberkan, dirinya baru menjabat sedari tahun 2016. Selama 3,5 tahun, katanya, para siswa memang menumpang pada salah satu gedung SD. Kemudian pindah di tanah yang dihibahkan masyarakat sekira 1 Ha. Tatkala menjalani ujian kemarin, Nilam Wau membenarkan bahwa para siswa memakai bangunan darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat, guru dan orangtua siswa. Dia menjelaskan, para guru, orangtua dan masyarakat telah melakukan rapat bersama sehingga lahirlah keputusan memberi sumbangan sukarela Rp. 100 ribu untuk pembangunan sekolah darurat. “Sebanyak 6 ruangan kelas telah selesai didirikan. Saya membantu secara pribadi Rp. 3 juta, Pak. Sering saya usulkan pembangunan sekolah SMAN 2 Maniamele ke provinsi. Namun kayaknya belum rezeki. Saya hanya penerima keputusan dari provinsi. Maklumlah Pak. Tadi saya ditelepon salah satu Kepala Seksi Cabdis Pendidikan Teluk Dalam. Mungkin pengaruh pemberitaan bapak itu,” aku Nilam Wau kepada www.MartabeSumut.com melalui sambungan telepon, Senin sore (23/12/2019), seraya mengucapkan terimakasih atas dukungan media yang peduli menyoroti masalah pendidikan di Kepulauan Nias. Bekas tenaga pengajar di salah satu SMKN Teluk Dalam ini menilai, apa yang dialami siswa SMAN 2 Maniamele tergolong memilukan. Tapi Nilam Wau memastikan, semangat guru, orangtua, masyarakat bahkan siswa masih tetap tinggi walau hanya mampu membangun sekolah papan beratap rumbia. “Tahun 2018 kami dirikan bangunan darurat namun roboh. Tahun 2019 kami semangat lagi mendirikan pondok semi permanen di lokasi yang sama. Gak bisa saya bayangkan situasi ini. Kami terus berjuang sambil tetap mengusulkan pembangunan kepada Kacabdis Teluk Dalam dan Kadis Pendidikan Provinsi Sumut,” timpalnya.

Kepsek SMAN 2 Maniamele Kab Nisel, Butir Nilam Wau. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: P3K Sumut tak Jelas, Komisi E DPRDSU Gemas, Kaiman Turnip & Arsyad Lubis pun Kenak Gasss…

BACA LAGI: Sumut Belum Bermartabat Akibat KKN, Massa Serukan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis Dicopot

Kursi & Meja Belum Ada

Nilam Wau menginformasikan, setelah 6 kelas darurat selesai, masalah baru kembali muncul. Pasalnya, kursi dan meja untuk para siswa ternyata belum tersedia. Sementara dana swadaya yang terkumpul cuma bisa membeli 24 kursi. Sedangkan pembuatan meja dan lantai masih dalam tahap pengerjaan. Nilam Wau berharap, Gubsu Edy Rahmayadi dan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis berkenan membangun gedung permanen SMAN 2 Maniamele di Desa Ndraso. “Kami hibur diri sendiri ajalah Pak. Kadang-kadang saya pening memikirkannya. Kami rindu gedung sekolah. Sedih kalo begini terus. Apalagi jika melihat siswa yang sangat semangat belajar. Terimakasih ya Pak. Semoga dampak berita bapak membuat sekolah kami dilirik dan menimbulkan belas kasihan berbagai pihak. Saya ucapkan terimakasih sama bapak karena iklas menulis berita SMAN 2 Maniamele. Kami betul-betul merindukan gedung sekolah. Mohon doakan terwujud ya Pak,” pinta Nilam Wau dengan suara sedih. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here