Dugaan Suap Cakepsek, Ketua F-PAN DPRDSU: Gubsu, Wagubsu, Sekda & Inspektorat Bertindak Dong !

Ketua F-PAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Hendra Cipta. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Kendati Gubsu Edy Rahmayadi dan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sedang fokus menangani pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), toh kasus dugaan suap, gratifikasi bahkan Pungutan Liar (Pungli) terhadap Calon Kepala Sekolah (Cakepsek) SMAN/SMKN tidak boleh dianggap remeh. Artinya, publik Sumut menunggu tindakan cepat Gubsu, Wagubsu, Sekda Provsu dan Inspektorat Provinsi membereskan persoalan yang telah mencoreng dunia pendidikan Sumut.

BACA LAGI: Ada Kuitansi Dugaan Suap Cakepsek, Thomas Dachi Kutuk Oknum Pejabat yang Rusak Dunia Pendidikan di Sumut

Kuitansi Rp. 100 juta dugaan suap Cakepsek SMAN/SMKN Disdik Sumut. (Foto : Ist/www.MartabeSumut.com)

Harapan tersebut dilontarkan Ketua F-PAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Hendra Cipta kepada www.MartabeSumut.com, Minggu sore (19/4/2020). Berbicara melalui saluran pesan WhatsApp, Hendra mengatakan, kabar tak sedap soal jual-beli jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN/SMKN yang menerpa institusi Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut harus diusut tuntas. Menurut Hendra, semua oknum pejabat, pimpinan dan ASN/PNS Disdik Sumut yang terlibat patut diproses sesuai hukum berlaku.

BACA LAGI: Dugaan Upeti Cakepsek Rp.100 Juta, DPRDSU: Kapoldasu Usut Pidum & Pidsus, Pak Arsyad Bereskan Dong Kasus Internal itu !

Meskipun konsentrasi Gubsu saat ini melawan wabah virus Corona, terang Hendra, tetap saja tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggungjawab terhadap kinerja aparaturnya. “Gubsu, Wagubsu, Sekda Provsu dan Inspektorat Provinsi bertindak dong. Turun tangan mengusut dugaan suap/jual beli jabatan Kepsek SMAN/SMKN di Sumut. Tolong Gubsu, Wagubsu, Sekda Provsu dan Kepala Inspektorat jangan ikut-ikutan diam seperti Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis. Panggil jajaran pejabat, pimpinan dan oknum ASN/PNS Disdik Sumut yang terindikasi terlibat,” cetus Hendra blak-blakan.

BACA LAGI: Arsyad Lubis Diadukan ke Polisi Soal Dugaan Upeti Cakepsek Rp.100 Juta, Wakil Ketua Komisi E DPRDSU: Kita Dukung Proses Hukum !

Kuitansi Rp. 100 juta dugaan suap Cakepsek SMAN/SMKN Disdik Sumut. (Foto : Ist/www.MartabeSumut.com)

Terjadi Jual Beli Jabatan di Pemprovsu

Wakil Ketua Komisi E DPRDSU bidang pendidikan ini memastikan, pengaduan 2 Cakepsek SMAN kepada aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) semakin membuktikan bahwa praktik-praktik jual beli dan calo jabatan memang terjadi di lingkungan Pemprovsu. Oleh sebab itu, semenjak dini, Hendra menyarankan Gubsu segera meluruskan kondisi miris yang berkembang pada tataran bawahannya. Kemudian bersikap jelas sekaligus memberi sanksi tegas terhadap siapapun yang menyalah-gunakan kewenangan. Jangan sampai, timpal Hendra lagi, publik Sumut beropini liar bahwa praktik jual beli jabatan di Pemprovsu merupakan perintah lisan dari pimpinan daerah (atasan). Apalagi Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis belum pernah memberi klarifikasi.

BACA LAGI: Ngadu ke DPRDSU, FMKSCKS Tuding Pengangkatan Kepsek SMAN/SMKN Sarat Permainan & Langgar Permendikbud 6/2018

Hendra pun mengapresiasi desakan watch dog (media) dan beberapa elemen masyarakat Sumut yang menuntut klarifikasi Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis. Namun sayang, sampai sekarang Hendra menyesalkan belum terdengar penjelasan Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis. “Nah, warga Sumut kan bisa saja curiga pada Gubsu, Wagubsu, Sekda Provsu serta unsur pimpinan Pemprovsu ? Jika Gubsu tak cepat bersikap, bisa-bisa masyarakat menilai Pak Arsyad kebal hukum karena dilindungi pimpinan daerah yang merestui aktivitas suap jual beli jabatan di lingkungan Pemprovsu. Makanya Gubsu bertindak dong. Bila terbukti, copot semua pejabat dan ASN/PNS Disdik Sumut yang terlibat,” geram Hendra.

BACA LAGI: DPRD Sumut Panggil Plt Kadis Pendidikan Bahas Pembangunan Gedung SMAN/SMKN, Ini Kata Arsyad Lubis

Komisi E DPRDSU Panggil Arsyad

Legislator asal Dapil Sumut III Kab Deli Serdang itu menjanjikan, kelak setelah pandemi Corona usai, Komisi E DPRDSU segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) memanggil Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, pejabat Disdik Sumut, 2 Kepsek gagal dilantik serta 13 Kepsek yang dilantik pada 6-7 April 2020 lalu. Tujuannya meminta penjelasan atas dugaan percaloan (suap) jabatan Kepsek SMAN/SMKN. Selanjutnya Komisi E DPRDSU akan menuntut jaminan pembersihan internal Disdik Sumut supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Hendra mengungkapkan, ketika menggelar RDP terakhir kali bersama Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan Kepala UPT Disdik Sumut se-kab/kota di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, pihaknya telah mewanti-wanti agar tidak melakukan tindakan tak terpuji yang sengaja menyusahkan Kepsek dan guru-guru. Tapi faktanya kini, Hendra menyatakan iba menyaksikan gencarnya pemberitaan media cetak/online seputar proses hukum yang ditempuh 2 orang Cakepsek gagal. Bahkan 2 kuitansi serah terima uang Rp. 200 juta telah pula diserahkan pihak tertentu kepada penyidik Poldasu.

BACA LAGI: KAJI Unit DPRD Sumut Bagi 500 Masker ke Pengendara, Baskami Ginting: Kegiatan Kecil, Manfaat KAJI Buat Masyarakat Besar

Rontokkan Moral Tenaga Pendidik Sumut

Bagi Hendra, laporan 2 Cakepsek gagal tersebut sangat mencederai wajah pendidikan dan merontokkan moral tenaga pendidik di Provinsi Sumut. Komisi E DPRDSU dinilainya berkepentingan dengan masalah berkembang dan siap mengawal proses hukum sampai menyentuh sosok aktor intelektual. Jangan sampai, ingat Hendra lebih jauh, DPRDSU mengambil kesimpulan bahwa seluruh jabatan di lingkungan Disdik Sumut dan Pemprovsu memang berbau suap, gratifikasi, KKN atau Pungli. Bila Plt Kadis Pendidikan Sumut tak bereaksi memberi penjelasan, Hendra yakin masyarakat Sumut sangat menunggu ketegasan sikap dari Gubsu, Wagubsu, Sekda Provsu dan Kepala Inspektorat. “Sekali lagi, Komisi E DPRDSU meminta Gubsu, Wagubsu, Sekda Provsu dan Kepala Inspektorat mendisiplinkan serta menindak jajaran bawahan yang nakal,” tutup Hendra Cipta diplomatis.

BACA LAGI: Pandemi Corona 2 Proyek Rp. 36 M Ditenderkan, Zeira Imbau Gubsu Membatalkan

Ini Respon Sekda Provsu

Sebelumnya, www.MartabeSumut.com sudah mencoba mengkonfirmasi Sekda Provsu Dr Hj R Sabrina, MSi, Senin (20/4/2020). Ketika diberi informasi berita dugaan suap dan jual beli jabatan Kepsek SMAN/SMKN di Sumut, Sekda Provsu hanya membalas dengan 2 kata. “Terimakasih infonya,” ujar Sekda Provsu melalui saluran pesan WhatsApp. Tatkala diberitahukan lagi informasi berita seputar 2 kuitansi dugaan suap 2 Cakepsek Rp. 200 juta yang telah diserahkan kepada penyidik Poldasu, Sekda Provsu juga merespon singkat. “Menjadi perhatian,” balas Sekda Provsu kepada www.MartabeSumut.com via WhatsApp, Kamis (23/4/2020) pukul 07.04 WIB.

BACA LAGI: BLT-DD Lawan Corona, FKKDT Ingatkan 7 Bupati Sekawasan Danau Toba Potensi Salah Sasaran

Pejabat Disdik Sumut Sulit Dikonfirmasi

Terpisah, Minggu (19/4/2020) pukul 16.08 WIB, www.MartabeSumut.com menghubungi ponsel Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis di nomor 0823660400xx. Namun sayang, 3 kali ditelepon tapi ponsel tidak diangkat. Hanya nada panggil telepon yang terdengar. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp langsung dilakukan. Namun tetap saja tidak ada balasan dari Arsyad Lubis.

BACA LAGI: #LawanCovid-19, Toni Togatorop Sarankan Gubsu Perkuat Sektor Pertanian & Kebutuhan Pokok Rakyat

Konfirmasi berikutnya dicoba www.MartabeSumut.com terhadap Kabid Pembinaan SMA Disdik Sumut, Muh Ikhsan Lubis. Ponsel Ikhsan tidak aktif sementara pesan konfirmasi via WhatsApp direspon pada Senin (20/4/2020). “Selamat pagi. Bang mohon maaf, semalam dalam perjalanan pulang dari Siantar ke Medan. Soal tersebut, tidak pernah kami tangani,” jawab Muh Ikhsan Lubis. Sedangkan ZB, salah satu Kacabdis yang disebut-sebut “agen” penerima uang kedua Cakepsek gagal, tidak mengangkat ponsel kendati dihubungi www.MartabeSumut.com sebanyak 3 kali, Minggu (19/4/2020) pukul 15.24 WIB. Pesan konfirmasi melalui WhatsApp yang dikirimkan www.MartabeSumut.com juga tidak dibalas ZB. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here