Cakada 64 Pasang & 16 Dokter Wafat, Gubsu: Sumut Paling Banyak Pilkada, Disiplinkan Protokol Kesehatan !

Gubsu Edy Rahmayadi menyerahkan ke DPRDSU nota keuangan dan Ranperda tentang Rancangan Perubahan APBD Sumut 2020, Senin siang (14/9/2020) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Saat ini KPUD kab/kota di Sumut telah menerima 64 pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada) untuk maju dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020. Kita mau Pilkada tetap berjalan baik walau kondisi pandemi Covid-19. Caranya dengan mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan. Apalagi Sumut merupakan daerah paling banyak menggelar Pilkada di Indonesia (23 daerah). Sementara Sumut sudah kehilangan 16 dokter. Jadi hanya 1 obat Covid- 19, yaitu protokol kesehatan.

BACA LAGI: Kadishut “Bermain” dengan Perambah Hutan, DPRDSU Ingatkan Ancaman Pasal 421 KUHPidana & UU 31/1999

BACA LAGI: Banyak UMKM & Koperasi Collapse, Politisi Partai Hanura Imbau Gubsu Copot Plt Kadiskop Sumut

Peringatan tersebut dilontarkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, saat menyampaikan sambutan dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) membahas 3 agenda, Senin siang (14/9/2020) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Pantauan www.MartabeSumut.com, agenda Paripurna meliputi penyampaian nota keuangan dan Ranperda tentang Rancangan Perubahan APBD Sumut 2020 oleh Gubsu, perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRDSU masa tugas 2019-2022 dari F-PKS DPRDSU serta peresmian dan pengucapan sumpah/janji anggota DPRDSU PAW sisa masa jabatan 2019-2024 atas nama Dhody Thahir, SE.

BACA LAGI: DPRDSU “Buang” 2 Legislator, Partogi Sirait: 5 Pimpinan Dewan Gagap Benahi Internal

BACA LAGI: Ditanya Soal 2 Anggota F-PKS DPRDSU Tanpa AKD, Ketua DPRDSU Sebut SK Mendagri

Disiplinkan Protokol Kesehatan

Nah, di hadapan puluhan legislator DPRDSU, OPD Sumut dan undangan, Gubsu menyampaikan situasi perekonomian sedang deflasi bergerak ke bawah. Sementara belum diketahui pula sampai kapan vaksin Covid-19 akan dikeluarkan. Gubsu berharap, melalui anggota Dewan, rakyat Sumut bisa lebih mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan. “Sebab Sumut paling banyak Pilkada di Indonesia. Suspek kita 948 orang dan 8.465 terkonfirmasi positif sesuai uji swab. Sembuh taraf 60 persen. Secara Nasional sembuh 71 persen. Kita masih menata kesehatan rakyat. Kita telah kehilangan 16 dokter di Sumut. Belum ada (vaksinnya). Perekonomian kita deflasi bergerak ke bawah,” ucap Gubsu.

BACA LAGI: Catatan Buruk DPRDSU 1 Tahun Kerja: “Buang” 2 Legislator dari AKD, Langgar Tatib & Pimpinan Dewan Bisa Digugat ke PTUN

BACA LAGI: RIP Jakob Oetama: Sehat Pemberitaan, Hentikan jadi Wartawan Kalau Bekerja Tanpa Pikiran !

Oleh karenanya, Gubsu memastikan cuma 1 obat Covid-19 yaitu protokol kesehatan. Gubsu pun membeberkan kondisi Kepulauan Nias yang terkonfirmasi 90 orang positif Covid-19. “Saya akan koordinasi ke Kementerian Perhubungan agar penerbangan dan pelayaran bisa diblok atau disekat. Lalu kegiatan masif di wilayah Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) juga kita sekat agar menghambat penyebaran Covid-19,” yakin Gubsu, sembari mengucapkan selamat bertugas pada anggota DPRDSU hasil PAW serta berterimakasih terhadap keluarga Alm Syamsul Bahri Batubara, SH (FP-Golkar DPRDSU) yang meninggal dunia lantaran sakit beberapa waktu lalu. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here