DPRDSU Heran, Terminal Kedatangan Domestik Bandara KNIA Tanpa Fasilitas Protokol Kesehatan Covid-19

Anggota DPRDSU Thomas Dachi, SH, saat ditemui di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu siang (30/9/2020). (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Thomas Dachi, SH, heran. Bingung mengetahui fasilitas protokol kesehatan Covid-19 tidak tersedia di terminal kedatangan penumpang domestik Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) Kab Deliserdang. Thomas pun menyerukan manajemen bandara melalui PT Angkasa Pura (AP) II untuk tidak meremehkan penyebaran virus Corona.

BACA LAGI: Lawan Pandemi Virus Corona, PT AP II Fokus Pantau Penumpang Non Direct ke Bandara KNIA

BACA LAGI: Petugas Security Check Point tak Ramah, DPRDSU Panggil Otoritas Bandara Kuala Namu

Kepada www.MartabeSumut.com, Rabu siang (30/9/2020) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Thomas mengungkapkan, temuan tidak tersedianya fasilitas protokol kesehatan Covid-19 di terminal kedatangan penumpang domestik Bandara KNIA diketahui pada Rabu (30/9/2020) sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, ucap Thomas, dirinya baru saja mendarat setelah melakukan perjalanan dinas dari Kota Pekanbaru Provinsi Riau. “Jam 9.30 WIB kami terbang dari Pekanbaru naik pesawat Lion. Tiba di Bandara KNIA pukul 11.00 WIB. Nah, turun dari peswat, kami dibawa bus bandara menuju pintu kedatangan domestik. Saya terkejut, karena tidak menemukan fasilitas perlengkapan protokol kesehatan,” sesal Thomas.

BACA LAGI: Lawan Covid-19, Sekretariat DPRDSU Tes Swab Ratusan Pegawai & Anggota Dewan

BACA LAGI: Keramaian di Hairos Waterpark Deli Serdang Tanpa Protokol Covid-19, Viktor Silaen Imbau Bupati Tindak Pengusaha

BACA LAGI: Komisi A DPRDSU Komit Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Rakyat Dalam Setiap Reses

Petugas Arahkan Cuci Tangan di Kamar Mandi

Melihat situasi tak normal tersebut, politisi Partai Gerindra ini pun bertanya pada petugas KKP Bandara KNIA yang berada di pintu kedatangan domestik. “Saya tanya, mana tempat cuci tangan, mana hand sanitizer dan mana petugas pemeriksa cek suhu tubuh ? Eeee…petugas KKP malah seenaknya bilang cuci tangan di kamar mandi. Petugas KKP hanya meminta scan barcode aplikasi e-Hac melalui ponsel pintar saya dan terhadap semua penumpang yang masuk pintu kedatangan domestik,” singkap Thomas. Anggota Komisi B DPRDSU itu menegaskan, kondisi serupa sudah sering dialami tatkala memasuki pintu kedatangan domestik Bandara KNIA. Padahal perlengkapan protokol kesehatan justru tersedia pada pintu keberangkatan domestik Bandara KNIA. “Kenapa di pintu keberangkatan tersedia namun di pintu kedatangan penumpang domestik tidak ada fasilitas protokol kesehatan ? Ada apa dengan Bandara KNIA ? Tidak 1 kali loh kejadian begini, sering saya saksikan. Mohon perhatian serius manajemen Bandara KNIA khususnya PT Angkasa Pura II. Janganlah main-main dengan pandemi Covid-19. Rumah makan kecil aja di jalanan melengkali fasilitas protokol kesehatan. Kok malah bandara mengabaikan,” sindir Legislator asal Dapil Sumut 8 Kepulauan Nias tersebut.

BACA LAGI: Antisipasi Covid-19 Saat Pilkada 9 Desember 2020

BACA LAGI: Jelang Pilkada Serentak 9 Desember, 6 Masalah Klasik Selalu Berulang

Humas PT Angkasa Pura II Terkejut

Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Plt Humas PT Angkasa Pura II Bandara KNIA, Fajri Ramdani. Dihubungi via ponselnya, Rabu siang (30/9/2020), Fajri tampak terkejut mendengar informasi yang disampaikan. “Harusnya ada loh Pak. Dimana yang tidak ada fasilitas protokol kesehatannya,” ujar Fajri penasaran mencari tahu. Ketika dijelaskan bahwa perlengkapan protokol kesehatan tidak tersedia di pintu kedatangan penumpang domestik, Fajri pun memastikan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Bandara KNIA. “Terimakasih infonya ya Pak. Jadi masukan buat PT AP II. Segera kami tindaklanjuti ke lapangan,” janji Fajri. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here