www.MartabeSumut.com, Medan
Ketua Fraksi PAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H
Syah Afandin, SH tak habis fikir. Bingung mengetahui informasi seputar aksi brutal
belasan aparat Sabhara Polda Sumut yang main hakim terhadap pasangan
suami istri (Pasutri) hanya gara-gara masalah sepele. Pria yang akrab
dijuluki “Ondim” itu pun mempertanyakan janji mulia aparat kepolisian melalui 3
butir Tri Brata dan 4 Catur Prasetya Polri.
Bila benar
penganiayaan dilakukan belasan polisi lantaran kesal sikap Kiki saat
mengendarai mobilnya tatkala beriringan dengan truk Sabhara Polda Sumut
pada Minggu dini hari (26/6/2016) di Jalan AH Nasution
Medan, kata Ondim, maka janji polisi untuk melindungi,
mengayomi dan melayani rakyat dalam Tri Brata terbukti sekadar pepesan
kosong alias
kalimat mulia tanpa realita. Sedangkan 4 isi Catur Prasetya Polri yang
berbunyi meniadakan segala bentuk gangguan ketertiban/keamanan, menjaga
keselamatan jiwa raga, harta benda dan hak asasi manusia, menjamin
kepastian hukum serta memelihara perasaan tentram/damai,
itu dianggap Ondim sebatas halusinasi manis di atas kertas
belaka.
Kok Banyak Aparat Bermental Kriminal ?
Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut XII Kab Langkat
dan Kota Binjai ini mengaku heran melihat mental aparat polisi yang
banyak terlibat aksi kriminal. “Mulai Narkoba, senjata api, berperilaku
brutal, sulit
mengendalikan emosi, bersikap arogan bahkan tidak bisa menahan diri.
Apalagi sekarang bulan puasa. Kita harap Kapolri baru Komjen
Tito Karnavian segera membersihkan semua anggota Polri yang nakal,
terlibat
kriminal serta melupakan janji Tri Brata dan Catur Prasetya Polri,”
tegas
Ondim dengan nada tinggi, saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com, Selasa siang
(28/6/2016) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Bagi anggota Komisi
D DPRDSU membidangi pembangunan tersebut, apa yang menimpa pasutri
kemarin menjadi peristiwa memalukan yang teramat disesalkan. Ondim
meminta Kapolda Sumut dan khususnya bidang Propram Polda Sumut serius
mengusut masalah yang terjadi. Kemudian diungkap jujur dan terang
benderang kepada publik tanpa ditutup-tutupi. “Janganlah karena aksi
arogan segelintir oknum polisi, citra Polri dan Polda Sumut ikut rusak
secara institusi. Kita harap Kapolda Sumut menindak dan mengevaluasi
mental anggotanya,” imbau adik dari mantan Gubsu H Syamsul Arifin SE itu diplomatis. Sementara Kabid Humas Polda
Sumut AKBP Rina Sari Ginting membenarkan peristiwa yang melibatkan belasan personel
Sabhara Polda Sumut itu. “Sebanyak 15 anggota kita telah diperiksa
akibat kejadian ini. Tapi dari hasil pemeriksaan, mereka menyangkal
melakukan pemukulan,” ungkap Rina kepada wartawan, kemarin.
Informasi diperoleh www.MartabeSumut.com, kejadian bermula ketika Kiki, istri, 2 anak dan 1 pembantunya datang dengan mobil Agya dari Kab Labura menuju Jalan Karya Wisata Medan untuk mengunjungi keluarga. Namun saat melintasi Jalan Tri Tura Medan, Kiki mencoba mendahului 1 truk Sabhara Polda Sumut berisi sekira 30 personel. Menurut Kiki, beberapa kali ingin mendahuli tapi selalu dihalangi sopir truk Shabara hingga akhirnya dapat kesempatan setelah truk berhenti di depan Asrama Haji Medan. Nah, lantaran penasaran kenapa tidak diberi jalan, Kiki menghentikan mobilnya persis di depan truk polisi. Tapi belasan polisi disebutnya langsung mendatangi. “Mereka menghajar saya dan istri. Mobil saya juga jadi bulan-bulanan aksi anarkis mereka. Dua anak saya menangis di dalam mobil,” singkap Kiki kesal. (MS/BUD)





















