Target IMI Sumut Gelar Event APRC & WRC, Harun Nasution Harapkan Dukungan Pusat – Daerah

Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sumut Harun Mustafa Nasution saat ditemui di ruang kerjanya lantai 2 gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (17/6/2021). (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Pasca-terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sumut pada Rabu 26 Mei 2021, hingga kini H Harun Mustafa Nasution masih menyusun komposisi kepengurusan. Kendati demikian, Harun memiliki obsesi besar atas event (kegiatan) Asia Pacific Rally Championship (APRC) bahkan World Rally Championship (WRC) digelar di Provinsi Sumut.

BACA LAGI: Pandangan F-Nusantara DPRDSU Soal APBD Sumut 2020, Zeira Sentil Pekerjaan Pemprovsu Carut-Marut

BACA LAGI: Lolos Pra-PON tak Jelas Ikut PON Papua: 2 Pembalap MotoCross Sedih, Minta Perhatian Gubsu, KONI & IMI Sumut

BACA LAGI: DPRDSU Kunker ke RSU Indrapura, Ebenejer Sitorus: Perencanaan & Penganggaran Asal-asalan, Audit Total !

Ditemui www.MartabeSumut.com di ruang kerjanya lantai 2 gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (17/6/2021), Harun mengatakan target APRC dan WRC membutuhkan dukungan pemerintah pusat bahkan seluruh Pemda di Sumut. Pembalap Nasional itu menegaskan, salah satu program IMI Sumut kedepan adalah menghidupkan kembali semaksimal mungkin event rally berkelas dunia. “Sumut pernah melaksanakan rally berkelas dunia atau WRC. Tahapannya ya dari gelaran APRC dulu barulah sampai ke WRC. Artinya, kita harap pusat dan daerah mendukung,” ucap Harun bersemangat.

BACA LAGI: Sekda Nias Utara Ditangkap Saat Dugem, Dhody Thahir: ASN Jangan jadi Contoh Buruk !

BACA LAGI: Wartawan Diteror, Zeira Salim Ritonga Dorong Kapolres Binjai Ungkap Otak Pelaku

IMI akan Konsolidasi

Ketika kelak kepengurusan IMI Sumut rampung, Harun menyatakan segera melakukan konsolidasi organisasi. Duduk bersama seluruh pengurus dan ngobrol membahas kesuksesan program-program IMI Sumut. Termasuk target prioritas event serta pembinaan atlit-atlit otomotif roda 2 dan roda 4. “Basic saya rally roda 4. Zaman dulu kita sering membawa semua kelas dalam rally. Pola pembinaan atlit otomotif kita tetap mengikuti periode (kepengurusan) sebelumnya. Sebab olahraga balap otomotif tidak sekadar pisik atau motor kencang. Mental perlu dibina dan dikuatkan,” ingatnya, sembari menambahkan, IMI memiliki bidang-bidang tertentu mengurus seleksi atlit-atlit yang akan dikirim berdasarkan prestasi.

BACA LAGI: Rumah Wartawan Diduga Dibakar, DPRDSU: Judi & Narkoba Mustahil Langgeng Jika Oknum Aparat Tidak Membeking

BACA LAGI: DPRDSU Apresiasi Kapolri, Fahrizal Nasution: TNI/Polri di Sumut Bersihkan Institusi dari Oknum Pembeking Preman !

IMI Siap Gelar Event

Wakil rakyat asal Dapil Sumut 7 Kab Madina, Kab Paluta, Kab Palas, Kab Tapsel dan Kota Padang Sidimpuan ini tidak mengingkari, apa-apa yang dibuat Ketua IMI sebelumnya, Musa Rajekshah dan Faisal A Nasution, tergolong sudah sangat baik. Mulai dari pencarian bibit serta pembinaan atlit. Namun Harun mengakui bahwa IMI Sumut hampir 2 tahun belum menggelar kegiatan roda 2 dan roda 4 lantaran dunia dilanda pandemi Covid-19. “Bila diizinkan polisi, kita siap menggelar event. Ya Prokesnya tanpa penonton. Kita kerjasama dengan Dinas terkait,” cetusnya. Peraih juara Nasional beberapa kali itu mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya Sumut hampir menggelar WRC. Suasana berubah akibat pandemi Covid-19. Harun menyebut, perjuangan yang dimulai sempat tahap event APRC. Apalagi pada seri lalu pengawas perlombaan luar negeri datang menilai dan Sumut dianggap layak menggelar APRC. “Tahapannya gitu dulu barulah WRC. Kita punya kesempatan jadi tuan rumah APRC, toh pandemi membuat buyar. Itulah target kita, Sumut tuan rumah APRC dan WRC,” ujar Harun optimis.

BACA LAGI: Partai Gerindra Miris Sumut 3 Besar Korupsi, Robert Tobing: Bertolak Belakang dengan WTP & Sumut Bermartabat

BACA LAGI: Gubsu Akui Sumut “Juara” 2 Terkorup Indonesia, Partogi Sirait Singgung WTP & Sindir Playing Victim !

Sumut Berlimpah Lokasi Rally

Saat ditanya lokasi rally, Harun memastikan Sumut sangat berlimpah. Walau WRC sebelumnya menerapkan aturan sistem 32 SS (special stage), tetap saja track Sumut sangat memungkinkan. Termasuk ketika aturan sekarang hanya 4-5 SS demi menghemat biaya. “Dulu WRC 32 SS. Perally dunia udah 2 tahun berturut-turut main di sini. Era Pak Harto, kondisi keamanan kita kurang bagus. Event WRC ditarik dari Indonesia. Saya rasa dunia menganggap WRC di Indonesia terbaik. Kenapa ? Dalam game Play Station masuk WRC Indonesia. Satu kebanggaan, barometer. Berarti Indonesia unik,” katanya. Nah, jika bicara khusus tentang rally, Harun yakin pembalap dunia mengakui kondisi track di Sumut. Dia beralasan, dalam 1 SS bukan mustahil muncul bermacam perubahan. Misalnya saat 1 SS memiliki jarak 15 Km. Kemudian dalam 15 Km tersebut tersedia jalan tanah merah. Lalu di tengah tanah merah ada medan berumput yang licin dan diujungnya track berpasir. “Artinya, menentukan ban saja mereka bingung. Kalo WRC masa silam, selama 6 bulan bahkan 1 tahun mereka bolak balik kemari ngecek ban jenis apa yang cocok untuk track. Analisa dan persiapannya sampai ke situ,” beber Harun.

BACA LAGI: Anggota DPRDSU Ebenejer Sitorus Usulkan Pilkada Dikembalikan ke DPRD, Pemilihan Langsung Banyak Mudaratnya !

BACA LAGI: Kasus Sampali & Daftar Nominatif Eks HGU PTPN 2, Komisi A DPRDSU Jadwalkan RDP Bulan Juni

Pertama Kali Rally Tahun 1989

Kapan Anda mulai terjun rally ? Wakil Ketua DPRD Sumut dari FP-Gerindra ini menceritakan, tahun 1989 merupakan ajang pertama ikut rally APRC Kelas S11 di Sumut. “Alhamdulillah langsung juara 1. Menerapkan 32 SS. Rutenya sampai ke Limapuluh dan Parapat. Tracknya melintasi jalan sawit-sawit. Sedangkan event rally panjang lumayan banyak saya raih prestasi,” kenangnya bangga. Tujuh tahun kemudian (1996-1997) Harun kembali menyabet juara Nasional Grup N4. Disusul tahun 2007 mendapat juara Nasional Kelas GR 2. “Seluruh seri harus kita ikuti. Misalnya ada 4 seri, nih. Minimal 3 seri kita peroleh poin tertinggi. Otomotif kalo udah terjun payah kita keluar. Ada kepuasan saat kita ngegas kemampuan mobil,” akunya mantap.

BACA LAGI: Ingatkan Mafia Tanah Bermain, Ketua F-Nusantara DPRDSU: Gubsu Kaji SK Daftar Nominatif Eks HGU PTPN 2

BACA LAGI: Mendagri Tegur Belanja Pegawai & Modal: Ketua F-Nusantara DPRDSU Sebut Pemprovsu Gagal, Gubsu Akui Kejar Serapan

Balap Jangan di Jalan Raya

Bagaimana menyiasati hobby balap dengan kesibukan sebagai legislator ? Harun justru tersenyum sesaat. Bagi dia, melepas hobby balap tidak mungkin di ruas jalan raya. Melainkan pada arena yang tersedia dengan dukungan keamanan. “Balap ya balap. Wajib safety. Jalan raya kan gak safety. Beberapa waktu lalu saya pernah offroad selama 18 hari di hutan Kalimantan. Trail juga saya geluti,” singkapnya. Harun menginformasikan, sedikitnya ada 4 anggota DPRD Sumut yang berkecimpung dalam balap otomotif. Diantaranya pembalap roda 4 Franky Partogi Wijaya Sirait (PDIP), Akbar Himawan Buchari (Golkar), Yahdi Khoir Harahap (PAN) serta Kiki Handoko Sembiring (PDIP). Selanjutnya pembalap roda 2 Anwar Sani Tarigan (PDIP) dan Dedy Iskandar (PKS).

BACA LAGI: DPRDSU Kecam Oknum Dinkes & Kemenkumham Bisniskan Vaksin, Zeira: Ada Permainan Alkes, Usut Kasus Sembako !

Logo Komunitas Aksi Jurnalis Independen (KAJI) Unit DPRD Sumut. (Foto: www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Soal Realisasi Dana Desa, Politisi Hanura Ingatkan Aparat Tipikor Proaktif Mengawasi

VIDIO: Sambutan Ketua KAJI Unit DPRD Sumut Budiman Pardede, S.Sos saat Aksi Sosial Natal bersama 100 anak yatim piatu Panti Asuhan Anak Gembira Simalingkar Medan

BACA LAGI: Hadiri HUT ke-4 KAJI DPRD Sumut, Zeira & Robert Dorong Bansos ke Panti Asuhan Al-Marhamah

BACA LAGI: KAJI Unit DPRD Sumut Rayakan Natal, Salurkan Sembako & Tali Asih Buat Yatim Piatu PA Anak Gembira Simalingkar

Apa pesan Anda untuk pembalap liar jalanan ? Harun mengimbau warga Sumut dan generasi muda tidak melakukan balap liar di jalan raya. Dia percaya, IMI Sumut siap berperan menggelar event balapan resmi supaya generasi muda tidak melakukan balapan liar di jalan raya. “Mau offroad, rally, roda 2, roda 4 atau sejenisnya. Paling penting dipahami standard kesiapan dan keselamatan. Saat kami rally, helm aja diperiksa,” simpulnya. Terakhir, bukankah besar biaya olahraga otomotif ? Harun justru meledakkan tawa. “Bahasa lucu-lucunya, olahraga ini salah karena biayanya gede,” tutup Harun, masih terpingkal-pingkal. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here