Korban Tewas Kapal Tenggelam di Labuhan Batu Teridentifikasi 12 Orang, 8 Lagi Masih Hilang

Bagikan Berita :

MartabeSumut, Medan

Korban tewas kapal tenggelam di perairan Sungai Berombang Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Kamis (31/7/2014) sekira pukul 00.30 WIB berhasil diidentifikasi mencapai 12 orang. Sementara 8 lagi masih hilang dan sedang dalam pencarian. Demikian data yang dilansir pihak Search and Rescue (SAR) Medan, Kamis (31/7/2014).

Berdasarkan data SAR Medan yang dihimpun MartabeSumut, ke-12 korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi itu diantaranya:

1. Neri /Pr/ 5 tahun
2. Putri /Pr/ 5 tahun
3. Maisyaroh /Pr/ 23 tahun
4. Hanafi /Lk/ 4 tahun
5. Minah /Pr/ 11 tahun
6. M Ridwan /Lk/ 7 bln
7. Parel /Lk/ 3 tahun
8. Uteh /Pr/ 65 tahun
9. Imai /Pr/ 16 tahun
10. Aida Azuro /Pr/ 2 tahun
11. Bulan /Pr/ 2 tahun
12. Fira /Pr/ 3 tahun

Sementara 8 korban lagi masih dicari dan belum ditemukan :


1. Zainul Akbar /Lk/ 11 tahun
2. Ilma Malini /Pr/ 14 tahun
3. Afni /Pr/ 17 tahun
4. Tiara /Pr/ 10 tahun
5. Husin /Lk/ 6 tahun
6. Pisa /Pr/ 7 tahun
7. Rimi /Pr/ 6 tahun
8. Bayi umur 3 bulan

Kecelakaan Kapal Diduga Akibat BBM Habis

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima MartabeSumut, Kamis siang (31/7/2014), menyebutkan, kapal naas tersebut baru saja melakukan ziarah keluarga dari Desa Air Hitam Kecamatan Kualah Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara Sumatera Utara. Di perjalanan, kata Sutopo, kapal diduga kehabisan bahan bakar minyak (BBM) dan langsung terseret arus. Kemudian menabrak tunggul pancang hingga terbalik dan tenggelam. “Informasi lain ada pula yang mengatakan kalau peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/7/2014) pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

Menurut Sutpo, sampai saat ini operasi pencarian korban masih terus dilakukan. Data awal disebutnya ada 7 korban tewas telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi. Sedangkan 13 korban lain masih dalam pencarian. Dia menambahkan, tidak adanya manifes jumlah penumpang kapal yang baku menimbulkan kesulitan melakukan operasi penyelamatan. Sebab ada juga informasi yang menyampaikan kalau jumlah keseluruhan penumpang mencapai 47 orang. “Hingga kini korban yang hilang masih dalam pencarian tim SAR gabungan dari SARDA, Polri, TNI, BPBD dan warga sekitar dengan menggunakan kapal seadanya,” terang Sutopo, seraya mengungkapkan, data awal ke-7 korban tewas itu diantaranya; Putriani /P/ 5 tahun, Juneri /L/ 5 tahun, Farel /L/ 3 tahun, Hanafi /L/ 6 tahun, Ridwan /L/ 7 bulan, Minah /P/ 11 tahun dan Maesaroh /P/ 25 tahun. (MS/RED)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here