Jelang Pilkada Serentak 9 Desember, 6 Masalah Klasik Selalu Berulang

Anggota DPRDSU Abdul Rahim Siregar (kiri) saat RDP dengan KPU Sumut, Senin lalu di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Abdul Rahim Siregar mengatakan, setidaknya ada 6 masalah klasik yang kerap terulang setiap kali Pemilu digelar di Indonesia. Nah, menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020, politisi PKS itu pun mengungkapkan 6 persoalan yang selalu terjadi.

BACA LAGI: Cakada Mulai Saling Bunuh Karakter, Julheri Sinaga: Merusak Demokrasi, Penyidik Jangan Mau jadi Tukang Pukul

BACA LAGI: Anggota DPRDSU Malu Dengar Tangkap-Lepas Narkoba, Kepala BNN Sumut Diingatkan Jangan Ada Dusta Diantara Kita

BACA LAGI: Seleksi Timsel KPID Sumut Langgar Aturan, Mantan Ketua Komisi A DPRDSU: Kocok Ulang, Hentikan Pembusukan Budaya !

BACA LAGI: Sesalkan 4 Cakada Tunggal di Sumut, Toni Togatorop: KPK, Bawaslu & Penegak Hukum Ungkap Indikasi Suap Politik

Pantauan www.MartabeSumut.com saat RDP Komisi A DPRDSU pada Senin lalu di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, rapat dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRDSU Hendro Susanto dan Sekretaris Dr Jonius TP Hutabarat, SSi, MSi. Hadir anggota Komisi A DPRDSU H Rusdi Lubis, SH, MMA. Tampak pula Ketua KPU Sumut Herdensi, Ketua Bawaslu Sumut S Rasahan, pejabat Kesbangpol Sumut dan perwakilan Disduk Capil Sumut. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rahim Siregar mengungkapkan 6 masalah klasik tatkala Pemilu dilaksanakan. Diantaranya: independensi penyelenggara, netralitas ASN/PNS, partisipasi pemilih, konflik kepentingan, data pemilih serta money politics (politik uang). “Kita mau Pilkada ini sukses, jurdil dan bermartabat. Kita sering buat Pilkada, tapi kesalahan dan konflik kita selalu berulang,” sindir Abdul Rahim.

BACA LAGI: Komisi A DPRDSU Loloskan Abd Haris jadi Timsel KPID, Sarma Hutajulu: Langgar Aturan, Unsurnya Bukan Mantan !

BACA LAGI: Cakada Medan Akhyar Nasution Merasa Ponselnya Dibajak, DPRDSU Sarankan Lapor Polisi

BACA LAGI: Ketua FP-Hanura DPRDSU Sebut Proyek Pembangunan Pemprovsu Berselimut Ketamakan & Transaksional, Gubsu: Kita Evaluasi

BACA LAGI: Cakada 64 Pasang & 16 Dokter Wafat, Gubsu: Sumut Paling Banyak Pilkada, Disiplinkan Protokol Kesehatan !

Teliti Pemutakhiran DPT

Kepada Disduk Capil Sumut, Abdul Rahim menyerukan agar teliti melakukan pemutakhiran data pemilih tetap (DPT). “Masak orang yang udah mati bertahun-tahun tetap muncul namanya ? Data Disdukcapil 1,8 juta DPT di Medan, sedangkan data Kesbangpol 1,6 juta. Kok bisa 200 ribu selisih data pemilih Medan dari 2 institusi negara,” herannya bertanya. Menyinggung antisipasi praktik money politics, Abdul Rahim menyarankan pemilih yang datang ke TPS diberikan uang transport. Kalo tidak, dia khawatir money politics akan terus terjadi. “Janganlah kita melakukan kesalahan berulang,” imbaunya.

BACA LAGI: Dampak Covid-19, Toni Togatorop Sepakat Pilkada Ditunda, Rusdi Lubis: Kapan Pandemi Berakhir ?

BACA LAGI: Kasus Oknum DPRD Sumut “KHS”, PDIP Sumut: Dipanggil tak Datang, Kita Tunggu Sidang DK DPP PDIP

BACA LAGI: RIP Jakob Oetama: Sehat Pemberitaan, Hentikan jadi Wartawan Kalau Bekerja Tanpa Pikiran !

BACA LAGI: DPRDSU “Buang” 2 Legislator, Partogi Sirait: 5 Pimpinan Dewan Gagap Benahi Internal

Oleh sebab itu, semenjak dini, Abdul Rahim mengajak semua stakeholder terkait untuk menangkal 6 potensi konflik menjelang Pilkada 9 Desember 2020. KPU dan Bawaslu dimintanya tidak “bermain mata” dengan peserta Pemilu atau koalisi Partai Politik pendukung. “Hal beginian, bila ada indikasi, ya ditegorlah atau ditindak tegas. KPU dan Bawaslu wajib bersikap jelas menyangkut bantuan-bantuan. Karena ada calon kepala daerah (Cakada) menyalurkan bantuan demi mengarahkan pilihan warga,” sesal Abdul Rahim Siregar. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here