Bangkai Ikan Perak Cemari Danau Toba, Toni Togatorop Minta Dinas LH Kab/Kota & Provinsi Menyelidiki

Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut XI Kab Tanah Karo, Kab Dairi dan Kab Pakpak Barat, Toni Togatorop, SE, MM terkejut. Heran menyaksikan bangkai ikan-ikan perak mengambang di perairan Danau Toba, persisnya Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi. Saking banyaknya, Toni sendiri tidak bisa memperkirakan berapa jumlah ikan yang mati mengambang.

Kepada¬†www.MartabeSumut.com, Minggu siang (11/3/2018), Toni mengungkapkan, apa yang disaksikan langsung di perairan Danau Toba itu merupakan informasi warga saat menunaikan agenda Reses sejak 6-8 Maret 2018 di Kab Dairi. Menurut Toni, usai warga menyampaikan aspirasi tersebut, dirinya langsung turun meninjau ke lapangan. Hasilnya cukup mencengangkan. “Banyak sekali ikan perak mati. Saya terkejut melihat pemandangan yang merusak keindahan Danau Toba,” ucap Toni. Ketua FP-Hanura DPRDSU ini melanjutkan, ikan-ikan perak yang mati masih kecil-kecil. Diperkirakan mati seminggu lalu. Sementara Kepala Desa Paropo Bongga Erwinson Situngkir dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Paropo, Bena Sihaloho dan Jengki Situngkir, disebut Toni juga kebingungan melihat fakta tersebut. “Mereka bilang pada saya kejadian terjadi sudah 1 bulan. Tapi tidak tahu apa sebabnya. Akibatnya Danau Toba pun memunculkan aroma bau busuk menyengatkan yang sangat mengganggu masyarakat setempat. Pemandangan Danau Toba jadi sangat jelek,” tegas Toni.


Oleh sebab itu, lanjut Toni lagi, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) sebaiknya segera turun meneliti dan menyelidiki ke lokasi. Toni menduga, bukan mustahil ikan-ikan perak mati akibat limbah kimia perusahaan atau limbah industri rumah tangga. Apalagi, ternak masyarakat yang memakan bangkai ikan juga ikut mati. Anggota Komisi B DPRDSU itu mengimbau pemerintah secepatnya mengendalikan situasi demi keamanan dan kesehatan masyarakat kec Silalahi serta wisatawan yang berkunjung. “Tolong cepat diantisipasi pemerintah dong. Rakyat resah melihat pinggiran Danau Toba dipenuhi bangkai ikan. Biasanya wisatawan ramai berkunjung ke objek wisata Paropo dan Silalahi. Namun sekarang menurun lantaran air Danau Toba bau, penuh bangkai ikan dan jorok,” tutupToni Togatorop. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here