Zeira: Pemindahan Tenaga Medis ke Wisma Atlet Terlambat, Live Streaming Rp.1,12 M Terkesan Gerogoti Anggaran !

Anggota DPRDSU Zeira Salim Ritonga, SE (kanan) saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, belum lama ini. (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Zeira Salim Ritonga, SE, mengatakan, penggunaan Wisma Atlet Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di Jalan Willem Iskandar Kab Deliserdang untuk penginapan tenaga medis Corona Virus Disease (Covid-19) tergolong terlambat. Zeira juga mencibir berbagai keanehan proyek Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut yang bersumber dari kantong APBD Sumut. Diantaranya “sunat” pengadaan Sembako ke kab/kota Sumut hingga biaya live streaming Covid-19 senilai Rp.1,12 Miliar. Apalagi beredar kabar tentang pembayaran honor petugas GTPP dan 25 wartawan yang terindikasi tidak transparan. Politisi muda nan kritis itu pun sulit mengingkari aroma penggerogotan uang rakyat secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

BACA LAGI: Horee…Pusat Percayakan 15 Kab/Kota Sumut Zona Hijau Kegiatan Masyarakat Produktif & Aman Covid-19

Kepada www.MartabeSumut.com, Minggu siang (31/5/2020), Zeira beralasan, aneh sekali Pemprovsu baru memutuskan penggunaan Wisma Atlet pekan depan sementara anggaran hotel para tenaga medis sudah banyak terbuang sia-sia sejak lama. “Kemana aja Pemprovsu ? Uang telah terbuang kok baru sekarang memikirkan pemindahan tenaga medis Rumah Sakit GL Tobing dan Martha Friska dari hotel ? Saya rasa terlambat. Membuktikan bahwa perencanaan Gubsu Edy Rahmayadi, Pemprovsu serta GTPP Covid-19 Sumut “hubar-habir” alias sangat lemah,” sindir Zeira blak-blakan, via saluran telepon. Andaikan selama ini orientasi Pemprovsu tulus, lurus dan tanpa kesan menggerogoti anggaran, Zeira yakin kebijakan memanfaatkan Wisma Atlet sudah diwujudkan semenjak dini. Wakil Ketua Komisi B DPRDSU bidang perekonomian ini mengaku sering mengingatkan Gubsu dan Pemprovsu agar melakukan penghematan dan tidak memboroskan anggaran Covid-19 Sumut. Kendati terlambat, toh Zeira meminta penataan Wisma Atlet memenuhi standard fasilitas. Sehingga bisa memberi kenyamanan maksimal terhadap semua tenaga medis yang bertugas. “Kita dorong Pemprovsu menghemat anggaran serta menghentikan modus akal-akalan. Stop orientasi proyek yang memperkaya diri, kelompok dan kroni-kroni. Kita sedang menghadapi tragedi kemanusiaan. Jadi jangan rampas rasa keadilan publik saat pandemi virus Corona,” ingat Zeira dengan nada tinggi.

BACA LAGI: Lawan Covid-19, Terapkan Pola Hidup 4 Sehat 5 Sempurna !

Live Streaming Rp. 1,12 Miliar Dipertanyakan 

Menyinggung dana live streaming GTPP Covid-19 Sumut mencapai Rp. 1,12 Miliar padahal viewernya (pengunjung) cuma 159, politisi PKB tersebut justru terdengar tertawa terbahak-bahak. Sedari awal, terang Zeira, dirinya berusaha menyuarakan dan mempertanyakan Pemprovsu seputar proyek live streaming Covid-19 yang menggunakan jasa pihak ketiga. “Apakah lebih besar manfaat atau mudaratnya ? Inilah yang saya khawatirkan jadi proyek akal-akalan. Anggaran live streaming terkesan pemborosan, penghamburan anggaran dan diduga kuat bertujuan menggerogoti uang rakyat untuk memperkaya oknum tertentu. Termasuk penetapan besaran honor-honor petugas secara tertutup. Saya rasa sesuai selera mereka aja,” sesal Zeira tak habis pikir, sembari menambahkan, hingga kini Gubsu, Pemprovsu dan GTPP Covid-19 Sumut belum kunjung memberi respon positif.

BACA LAGI: New Normal Masyarakat Produktif & Aman Saat Pandemi Covid-19

Biaya Live Streaming Rp. 1,12 Miliar Dipercakapkan Warga Sumut

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 6 Kab Labuhan Batu, Kab Labuhan Batu Utara (Labura) dan Kab Labuhan Batu Selatan (Labusel) ini melanjutkan, beberapa waktu lalu Pansus Covid-19 DPRDSU rapat kerja dengan GTPP Covid-19 Sumut yang diwakili Gubsu Edy Rahmayadi. Dalam rapat, singkap anggota Banggar DPRDSU itu, terungkap fakta bahwa belanja live streaming Covid-19 Sumut memakai jasa pihak ketiga sekira Rp.1,12 Miliar. Dia membeberkan, anggaran live streaming yang fantastis tersebut akhirnya menjadi perbincangan publik di penjuru Sumut. Memunculkan kesan sangat negatif karena rakyat terdampak Corona merasakan ketidak-tepatan peruntukan anggaran. Zeira menyebut, warga Sumut dan konstituen di Dapilnya kerap memprotes secara langsung maupun melalui telepon dan pesan WhatsApp. “Warga loh yang bicara. Mereka menganggap oknum pejabat Pemprovsu menggerogoti dana APBD Sumut secara berjemaah dan TSM melalui modus penanganan Covid-19. Masyarakat menuding Gubsu dan Pemprovsu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Warga complain. Meminta DPRDSU jangan diam saja. Makanya, hemat saya, alangkah bijak seandainya biaya live streaming Rp.1,12 Miliar diberikan kepada warga miskin Sumut yang membutuhkan,” cetus Inisiator pembentukan Pansus Covid-19 DPRDSU tersebut.

BACA LAGI: Pansus Covid-19 DPRD Sumut Sepakat BLT Bukan Sembako, Jonius: Berikan Utuh, Pihak Ketiga = Buang Cost !

Anggaran Harus Mengacu Prinsip Keterbukaan

Oleh sebab itu, Sekretaris Fraksi Nusantara DPRDSU ini kembali mengingatkan Gubsu dan Pemprovsu supaya jujur menggunakan APBD Sumut untuk GTPP Covid-19 Sumut. Zeira menegaskan, setiap anggaran yang dipakai harus mengacu pada prinsip keterbukaan, prudent, efisien, hemat, berskala prioritas primer (kebutuhan utama) dan tidak terkesan menggerogoti. Dia memastikan, uang rakyat wajib digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan publik. Bukan malah sengaja diboroskan dengan motif tersembunyi menggerogoti anggaran. Zeira percaya, apapun alasannya, pemborosan dan penghamburan uang negara tanpa sasaran tepat sama saja merampok secara senyap hak-hak rakyat. Artinya, bukan mustahil perencanaan anggaran didisain oknum pejabat Pemprovsu melanggar asas kepatutan dan rasa keadilan publik. Apalagi bila kelak terbukti ada perbuatan KKN, mark-up dan penggerogotan uang yang bertujuan memperkaya diri, kelompok serta kroni-kroni. “Jika tercium motif negatif penggunaan anggaran, silahkan warga Sumut lapor ke DPRDSU dan polisi. Tentunya kita setuju menyerahkan semua kasus KKN kepada aparat penegak hukum,” tutup wakil rakyat DPRDSU periode 2014-2019 dan 2019-2024 tersebut.

BACA LAGI: Ini Rincian JPS-Covid-19 di Sumut: Langkat Penerima Sembako Terbesar, Pakpak Bharat Terkecil

Pemprovsu Siapkan Wisma Atlet

Perlu diketahui, pada Sabtu (30/5/2020) Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah meninjau kesiapan Wisma Atlet milik Pemprovsu di Jalan Willem Iskandar Kab Deliserdang. Peninjauan untuk melihat kondisi Wisma Atlet sebagai penginapan tenaga medis menangani Covid-19. Pasalnya, selama ini tenaga medis Rumah Sakit GL Tobing dan Martha Friska menginap di hotel yang berdekatan dengan rumah sakit. Pemindahan tenaga medis itu dilakukan untuk efisiensi anggaran. “Ada beberapa aset Pemprov yang bisa digunakan untuk tempat tinggal tenaga medis penanganan Covid-19. Selama ini kita menggunakan jasa hotel. Dengan ini kita bisa mengefisiensikan anggaran,” tegas Wagubsu. Di Wisma Atlet, ujar Wagubsu, sudah tersedia 102 kamar setara hotel yang siap digunakan. Semua persiapan akan dilakukan dan sesegera mungkin tenaga medis dipindahkan ke Wisma Atlet. Pemprov Sumut juga telah menyiapkan transportasi antar-jemput tenaga medis dari rumah sakit ke tempat penginapan. “Mungkin dalam beberapa hari kedepan dokter dan perawat yang bertugas sudah dapat dipindahkan. Satu kamar satu orang,” janji Wagubsu. Selain itu, imbuhnya lagi, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Wisma Atlet, diterapkan pula protokol kesehatan di tempat penginapan. Pekerja Wisma Atlet diberi arahan agar tetap menjaga kesehatan. “Pastinya sebelum mereka masuk, ada pengarahan bagi pekerja di Wisma Atlet agar menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wagubsu.

BACA LAGI: Bagi Sembako Kepada Wartawan, Anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto Diskriminatif !

Setelah meninjau Wisma Atlet, Wagubsu juga meninjau gedung asrama peserta Diklat BPSDM Pemprov Sumut di Jalan Ngalengko Medan. Gedung asrama BPSDM memiliki 76 kamar yang juga bisa digunakan. Dengan rincian gedung lama 36 kamar dan gedung baru 40 kamar. Namun untuk tahap awal, diputuskan menggunakan Wisma Atlet terlebih dahulu. Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan, selama ini anggaran yang digunakan menyewa kamar hotel menghabiskan kurang lebih Rp. 400 juta setiap bulan. Namun dengan digunakannya aset Pemprovsu, anggaran bisa diefisiensikan. “Untuk efisiensi anggaran. Ternyata kita punya aset sangat layak. Anggaran hotel kita bayar per bulan kurang lebih Rp. 400 juta. Kita efisiensi, setelah pindah nanti kita hanya bayar konsumsi dan pelayanan seperti cleaning service dan laundry. Karena Wisma Atlet sangat layak. Insya Allah mereka dipindahkan minggu depan,” kata Riadil.

BACA LAGI: KAJI Unit DPRD Sumut Bagi 500 Masker ke Pengendara, Baskami Ginting: Kegiatan Kecil, Manfaat KAJI Buat Masyarakat Besar

Tampak hadir Asisten Administrasi Umum dan Aset M Fitriyus, Plt Kepala BPKAD Sumut Ismael P Sinaga, Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahit Hasibuan, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Kepala BPSDM Kaiman Turnip dan Kepala Biro Humas/Keprotokolan Setdaprov Sumut Hendra Dermawan Siregar. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here