Seruan DPRDSU Lockdown & Tracing tak Sentuh Semua yang Positif Covid-19, Ini Jawaban Sekwan

Sekwan DPRDSU H Afifi Lubis, SH. (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) bersama Satgas Penanganan Covid-19 Sumut telah 3 kali menggelar tes Swab di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Sasarannya adalah pegawai ASN, non ASN serta anggota DPRDSU. Tes Swab pertama pada Selasa 29 September 2020, kedua Senin 5 Oktober 2020 dan terakhir pada Selasa 6 Oktober 2020. Ratusan pegawai ASN dan non ASN pun antusias mengikuti. Sementara dari 100 legislator DPRDSU, hanya 8 orang yang mengikuti. Umumnya wakil rakyat berinisiatif melakukan tes Swab di tempat lain. Tatkala pengumuman pertama hasil tes Swab diketahui, beberapa pegawai DPRDSU meminta gedung Dewan di-lockdown. Alasannya, muncul 10 nama pegawai ASN dan non ASN yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Tapi lucunya, kendati data peserta tes Swab menggunakan KTP, toh ASN/non ASN yang divonis positif Covid-19 tidak otomatis di-tracing Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dalam mengantisipasi klaster-klaster baru.

BACA LAGI: Gelar 3 Kali Tes Swab di DPRDSU, Hanya 8 Legislator Mengikuti

BACA LAGI: Kerugian Masih Dihitung, 3 Demonstran Reaktif Covid-19 Tuntun Sekretariat DPRDSU Semprot Disinfektan

Adalah Y, nama samaran, seorang ASN di Sekretariat DPRDSU. Usai divonis terpapar Covid-19 sesuai tes Swab, Y hanya dikabari pihak Sekretariat DPRDSU dan diminta tidak datang bekerja untuk waktu 2 minggu kedepan. “Pejabat Sekretariat DPRDSU memberitahu saya positif. Mengarahkan saya isolasi mandiri dan tidak bekerja ke kantor. Namun sampai sekarang, saya beli obat sendiri. Gak ada petugas kesehatan atau Satgas Covid-19 mendatangi saya di rumah. Saya heran, kenapa gak ada tindak lanjut pihak berwenang terhadap saya dan keluarga,” keluh Y kecewa kepada www.MartabeSumut.com via ponselnya, Selasa (13/10/2020). Y menegaskan, harusnya semua yang positif terpapar diperhatikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. “Cuma sebatas diminta isolasi mandiri oleh pihak Sekretariat DPRDSU. Harusnya kami didatangilah, diberi perhatian. Kan saya gak tahu kondisi tubuh dan situasi keluarga di rumah ? Kok dibiarkan begitu saja,” sesal Y, seraya memastikan kembali namanya tidak dituliskan. Kebingungan serupa dialami X, bukan nama sebenarnya, pegawai non ASN Sekretariat DPRDSU. “Gak ada petugas datang Bang. Sudah 3 hari saya diberitahu kantor (Sekretariat DPRDSU) positif Covid-19. Saya diminta isolasi di rumah dan tidak ke kantor selama 2 minggu. Gak ngerti saya, keluarga juga risau,” cetus X kepada www.MartabeSumut.com melalui ponselnya, Rabu (14/10/2020).

BACA LAGI: Sekretariat DPRDSU Gelar Tes Swab ke-3 Buat Legislator, Satpam, OB & Pegawai

BACA LAGI: Lawan Covid-19, Sekretariat DPRDSU Tes Swab Ratusan Pegawai & Anggota Dewan

Suara Pegawai DPRDSU Minta Lockdown

Sedangkan beberapa pegawai Sekretariat DPRDSU menyuarakan keprihatinan atas kondisi pegawai yang divonis terpapar Covid-19. “Udah banyak pegawai DPRDSU kena Covid Bang, kurasa puluhan orang jumlahnya. Kalo gak di-lockdown gedung DPRDSU, awak yang negatif sekarang, besok-besok bisa jadi positif,” ujar W, seorang ASN, kepada www.MartabeSumut.com, Rabu siang (14/10/2020) di gedung Dewan. W juga meminta namanya disamarkan. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pegawai ASN yang dinyatakan positif dan menjalani isolasi mandiri di rumah. “Gak ada tracingtracing itu dilakukan Bang. Gak ada petugas Satgas Penanganan Covid-19 Sumut mendatangi pegawai yang positif. Kasihan mereka kebingungan bersama keluarganya. Lockdown ajalah gedung DPRDSU ini, jangan anggap sepele. Faktanya jelas, banyak pegawai terpapar. Hampir semua pegawai ingin lockdown. Tapi mana ada yang berani bicara terbuka Bang,” ingatnya dengan nada pelan.

BACA LAGI: DPRDSU Siapkan Fasilitas Antisipasi Corona, Ebenejer Sitorus Sesalkan Masker & Hand Sanitizer “Hilang” di Medan

BACA LAGI: DPRDSU Heran, Terminal Kedatangan Domestik Bandara KNIA Tanpa Fasilitas Protokol Kesehatan Covid-19

Sebelumnya, pada Kamis siang (8/10/2020) atau 2 hari setelah keluar pengumuman pertama hasil tes Swab, www.MartabeSumut.com mengontak ponsel Kadis Kesehatan Sumut, dr H Alwi Mujahit Hasibuan, L.Kes. “Saya lagi rapat Pak, melalui WhatsApp saja ya,” jawab Alwi kala itu. Ketika pesan konfirmasi WhatsApp dikirimkan seputar tracing Satgas Penanganan Covid-19 Sumut terhadap semua pegawai DPRDSU yang dinyatakan positif, Alwi belum kunjung memberi jawaban sampai sekarang. Upaya menelepon Alwi kembali dilakukan www.MartabeSumut.com, Jumat (16/10/2020) pukul 15.15 WIB. Sayang sekali, Alwi tetap tidak mengangkat ponsel kendati ditelepon berkali-kali. Padahal, biasanya, Alwi selalu melayani konfirmasi telepon setiap kali dihubungi www.MartabeSumut.com.

BACA LAGI: Dikonfirmasi Soal Timses Cakada Gerilya Bagi-bagi Uang ke Warga, Pjs Walikota Medan: Ya Terima Aja !

BACA LAGI: Terima Delegasi Buruh, DPRDSU Siap Kaji UU Omnibus Law Ciptaker

Tracing Wewenang Satgas Covid-19

Nah, pada Jumat sore (16/10/2020), www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Sekwan DPRDSU H Afifi Lubis, SH. Dihubungi via ponselnya, Afifi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi agar tracing dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. “Kita sampaikan juga (tracing). Tapi paling prinsip mereka isolasi mandiri. Kalo parah ya ke rumah sakit. Prinsipnya, kita sifatnya pencegahan bila ada staf kita terkena. Kita kasih waktu 2 minggu isolasi. Jadi gaklah terlalu menjadi momok sekali. Kita serius melakukan pencegahan supaya jangan berkembang,” terang Afifi. Boleh tahu berapa total yang positif setelah 3 kali tes Swab di DPRDSU ? Afifi menyatakan tidak tahu angka pasti. Sebab di DPRDSU hampir 400 orang mengikuti tes Swab. “Yang positif, saya gak ingat angka pasti,” katanya. Afifi nenjelaskan, jika menyangkut tracing, bukan lagi kapling Sekretariat DPRDSU. Melainkan wewenang Satgas Covid-19 Sumut. “Kita telah meminta Satgas melakukan tes Swab di DPRDSU. Hasil Swab ada sama Satgas. Kita beritahu mereka (tracing). Daftar hasil Swab kan dari mereka ? Soal tracing, ya mereka-lah ya. Tugas kita menggelar tes Swab. Untuk tracing, pihak berwenang melanjutkan,” tegas Afifi.

BACA LAGI: Partogi Sirait Geram, Sebut Drive-Thru Top Up E-Toll di Pintu Keluar Tol Tebing Tinggi Amburadul

BACA LAGI: Massa Paksa DPRDSU Tolak UU Omnibus Law Ciptaker, Polisi Amankan 5 Terduga Perusuh

Sekwan tak Setuju Lockdown

Ada suara pegawai minta gedung DPRDSU di-lockdown karena risau dan resah banyak pegawai positif, pendapat Anda ? Afifi langsung menegaskan kurang setuju. Bagi dia, hingga kini ada penanganan medis, penerapan protokol kesehatan serta penyemprotan kantor dengan disinfektan. Sementara yang positif diberi kesempatan isolasi mandiri bahkan bekerja dari rumah supaya tidak menularkan. “Gaklah, ngapain kita lockdown ? Alasannya apa? Urusan apa kita lockdown ? Ahh, mengarang aja dia. Itu harapan pemalas aja. Pegawai pemalas itu. Boleh saya tahu siapa sumber (staf) yang resah, risau dan minta lockdown itu,” tepis Afifi balik bertanya. Ketika dijelaskan tidak mungkin mengungkap narasumber anonim (kode etik UU 40/1999 tentang Pers) apalagi merupakan pegawai yang bekerja di Sekretariat DPRDSU, Afifi terdengar tertawa kecil. “Ya saya pun jadi susah juga memberi komentar. Sejauh ini tak ada masalah kok di gedung DPRDSU,” tutup Afifi Lubis. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here