Massa Paksa DPRDSU Tolak UU Omnibus Law Ciptaker, Polisi Amankan 5 Terduga Perusuh

Lima terduga perusuh berikut sepeda motornya diangkut ke kantor polisi, Senin (12/10/2020) pukul 15.50 WIB di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Massa penolak UU Omnibus Law Ciptaker mendatangi gedung Desan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin siang (12/10/2020). Kendati hujan turun, demonstran dan anggota DPRDSU sama-sama bertahan menghadapi guyuran hujan. Polisi pun mengamankan 5 terduga perusuh tatkala aksi berlangsung.

BACA LAGI: Demonstran Unjukrasa Damai, Beri Bunga Anggota DPRDSU & Polisi

BACA LAGI: Sweeping Sejumlah Orang Mencurigakan di Depan DPRDSU, Polisi Temukan 1 Remaja Bawa Golok

Anggota DPRDSU tetap bertahan menerima aspirasi pengujukrasa walau diguyur hujan deras, Senin siang (12/10/2020) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

BACA LAGI: Massa Anarkis Lempari Kaca DPRDSU Pakai Batu, 3 Polisi Terluka

Pantauan www.MartabeSumut.com, ratusan pengunjukrasa Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (Akbar) Sumut itu tiba di gedung Dewan pukul 12.45 WIB. Mereka berkumpul di depan barikade kawat berduri pintu pagar masuk DPRDSU seraya memajang spanduk dan berorasi bergantian. Sebelum hujan turun, demonstran sempat berorasi dan melakukan aksi teatrikal. Termasuk saat beberapa anggota DPRDSU menemui pengunjukrasa bersama Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko. Anggota DPRDSU yang turun diantaranya Rahmansyah Sibarani, Saut Purba, M Andri Alfisah dan Tangkas Manimpan Lumbantobing. Kepada demonstran, Pelaksana Ketua DPRDSU Rahmansyah Sibarani mengapresiasi aksi massa. Hujan pun mulai turun deras tatkala Rahmansyah berbicara. Menurut dia, DPRDSU berterimakasih karena pengunjukrasa berkenan datang. “Ketika Anda kena hujan, kami juga kena hujan. Sikap kami, siap menerima semua aspirasi masyarakat. Baik yang mendukung maupun penolak UU Omnibus Law Ciptaker. Demo tentang apapun akan kami terima. Silahkan sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Kami hanya sebatas meneruskan aspirasi saudara-saudaraku. Sebab UU Omnibus Law Ciptaker merupakan produk DPR RI dan pemerintah pusat. Mari kita jaga aksi tertib dan damai ya,” imbau Rahmansyah.

BACA LAGI: STOP DEMO ANARKIS ! Medan Rumah Kita, Mari Sama-sama Dijaga

BACA LAGI: Kerugian Masih Dihitung, 3 Demonstran Reaktif Covid-19 Tuntun Sekretariat DPRDSU Semprot Disinfektan

Massa Paksa DPRDSU Tolak UU Omnibuslaw Ciptaker

Nah, masih pengamatan www.MartabeSumut.com, usai Rahmansyah bicara, beberapa pengunjukrasa membalas dengan berdialog langsung. “Kami mau DPRDSU menolak UU Omnibus Law Ciptaker,” cetus seorang demonstran memakai alat pengeras suara, diikuti jerit massa “DPRDSU harus tolak UU Omnibus Law Ciptaker”. Rahmansyah balik angkat suara. Politisi Partai NasDem itu menegaskan, DPRDSU diikat aturan Tata Tertib (Tatib) sehingga tidak bisa memutuskan menolak UU Omnibus Law Ciptaker. “Sekali lagi saya tegaskan, DPRDSU cuma dalam sikap meneruskan aspirasi saudara-saudara ke DPR RI,” ujar Rahmansyah dengan nada tinggi.

BACA LAGI: Sekretaris FP-Demokrat DPRDSU Parlaungan Simangunsong Sesalkan Aksi Anarkis Pengunjukrasa

BACA LAGI: 150 Terduga Provokator Aksi Anarkis Dibawa ke Polrestabes Medan, 3 Reaktif Covid-19

Anggota Dewan Basah Kuyup

Dalam kondisi basah kuyup, ke-4 anggota DPRDSU meninggalkan demonstran dan kembali menuju gedung Dewan. Hujan turun semakin deras. Massa tampak tak puas. Mereka mendobrak barikade kawat berduri. Kemudian menggoyang-goyang pagar gedung Dewan dengan keras sembari memajang spanduk di pagar DPRDSU. Selanjutnya pengunjukrasa berteriak-teriak mengucapkan kalimat kotor dan sumpah serapah. “DPRDSU kontxx,” teriak demonstran dari luar pagar. Pasukan huru-hara kepolisian mendekati massa yang mulai anarkis. Namun demonstran mundur teratur. Sekira pukul 14.00 WIB, ada 5 orang terduga perusuh diamankan polisi ke gedung DPRDSU. Belum diketahui persis apa masalahnya. Seorang polisi yang mengamankan hanya mengatakan kelimanya menggeber-geber motor untuk memancing kerusuhan. “Mereka geber-geber gas kretanya (motor). Memprovokasi aksi anarkis,” ungkap seorang polisi kepada www.MartabeSumut.com, seraya meminta namanya tidak ditulis. Massa akhirnya membubarkan diri pukul 15.00 WIB. Sementara kelima terduga perusuh digiring ke kantor polisi pukul 15.50 WIB. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here