Kamis

24 Jan 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Garis Bawah

    Pak Prabowo Subianto Yth, Hentikan Menghina Jurnalis..! (Jawaban kemarahan & kesesatan berfikirnya)

    AKU TERGELITIK menulis artikel ini supaya Capres Yth Prabowo Subianto tak berfikir SESAT, SESAAT dan DANGKAL menyikapi geliat Pers. PUBLIK pun perlu diberi pemahaman tentang peran, fungsi dan kebebasan PERS di era kekinian. Yang suka membaca, monggo dibiasakan sampai habis yaakkkk...


    Sekali Lagi, Jokowi dari Hati Prabowo Semangat Hati

    Intisari tulisan ini pernah saya muat 5 tahun silam pasca-Pilpres 9 Juli 2014. Kembali saya publikasikan disebabkan 2 hal. Pertama, lantaran Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sama-sama Capres 2014. Kedua, cerita lama berulang lagi pada Pilpres 2019. Cuma 2 pasang calon.


    Tata PKL Nol, Kini Camat Medan Kota Syahrul Effendi Rambe Bahayakan Lalulintas Akibat Sampah

    HINGGA kini saya belum menemui Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution. Selaku jurnalis, saya sangat ingin bertanya kompetensi Syahrul Effendi Rambe bisa jadi Camat Medan Kota. Sebagai warga, saya akan meminta Walikota Medan memecatnya.


    Jabatan Syahrul Effendi Rambe Camat Medan Kota, Kelakuannya Rugikan Negara

    GARIS BAWAH ini tak bermaksud mempermalukan apalagi membuat tak enak perasaan Syahrul Effendi Rambe, S.Sos, selaku Camat Medan Kota. Sebab, ketika baru mengenalnya, Syahrul Effendi Rambe sudah lebih dulu mempermalukan diri kepada negara khususnya saya selaku warga dan kebetulan berprofesi jurnalis.


    Kritik untuk Media & Berantas Narkoba Lebih Gilak Lagi, Mungkin Gak ya?

    Pekan lalu saya mengkonfirmasi Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi, dosen salah satu PTS di Medan. Saya menggali pemikirannya untuk beberapa angle tulisan peredaran Narkoba bak kacang goreng di penjuru Tanah Air. Hasilnya? Shohibul malah mengkritik pedas media massa.


    Warga Abaikan Polisi (Main Hakim Bakar Pelaku Kejahatan) Karena Selama ini Diabaikan?

    Aksi massa main hakim sendiri membakar pelaku kejahatan begal (di Sumatera istilahnya pencurian kendaraan bermotor/curanmor), Selasa (24/2/2015) di Jl Masjid Baiturohim Pondok Aren Tangerang Selatan (Tangsel), sulit dilepaskan dari ekses pengabaian polisi terhadap laporan/pengaduan warga selama ini.


    Natal, Menabur 9 Perbuatan Universal

    TULISAN ini dituangkan tidak sekadar "menggelitik" umat Nasrani yang kebetulan merayakan Natal tiap tanggal 25 Desember. Lebih dari itu, sengaja direfleksikan dengan maksud "menggugat" kiprah jati diri anak manusia secara universal di era kekinian: "bagaimana pola kita menabur kasih kepada sesama?".


    Ayo Bercermin ke Malaysia Soal Disiplin di Tempat Publik dan Mental Berlalulintas

    Catatan perjalanan ke Malaysia yang telah saya tulis 3 tahun lalu sengaja dimuat lagi dalam Garis Bawah. Sebab sampai kini saya masih iba menyaksikan disiplin warga Medan di area publik, begitu pula dengan mental berlalulintas di jalan raya. Fakta miris kekinian yang jangan malu diakui.


    Merefleksi Keutuhan NKRI di Usia ke-69

    Menelisik sejarah masa lalu bangsa, sebenarnya founding fathers kita berangkat dari semangat awal (besar) menyatukan potensi ribuan pulau, ratusan suku, puluhan etnis serta bermacam agama. Kepluralan itu diyakini jadi kekuatan tangguh bila dipersatukan dalam tatanan hidup bernegara.


    Idul Fitri, Berbagi dengan Hati Bukan karena "Diamati"

    "Life is not just how to get what we need from others but how to share with a sincerity of heart. One of hardest part of this life is deciding to share without any interest". Artinya kira-kira begini: hidup ini tidak hanya menerima dari orang lain tapi mampu memberi dengan tulus tanpa target apapun.


    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER