Dikonfirmasi Soal Timses Cakada Gerilya Bagi-bagi Uang ke Warga, Pjs Walikota Medan: Ya Terima Aja !

Pjs Walikota Medan Ir Arief S Trinugroho, MT, saat ditemui di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat siang (16/10/2020). (Foto: www.MartabeSumut.com)
Bagikan Berita :

www.MartabeSumut.com, Medan

Pjs Walikota Medan Ir Arief S Trinugroho, MT, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Jumat pagi (16/10/2020) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Usai Raker, www.MartabeSumut.com menemui Arief dan mempertanyakan kabar kurang sedap seputar geliat Timses Calon Kepala Daerah (Cakada) Medan yang telah bergerilya bagi-bagi uang Rp. 60 ribu buat warga Kota Medan.

BACA LAGI: Ketua FP-Hanura DPRDSU Sebut Proyek Pembangunan Pemprovsu Berselimut Ketamakan & Transaksional, Gubsu: Kita Evaluasi

BACA LAGI: Terima Delegasi Buruh, DPRDSU Siap Kaji UU Omnibus Law Ciptaker

BACA LAGI: Partogi Sirait Geram, Sebut Drive-Thru Top Up E-Toll di Pintu Keluar Tol Tebing Tinggi Amburadul

Sebelum memasuki mobil dinasnya, Arief menyatakan tidak mengetahui informasi tersebut. “Saya gak tahu. Kenapa mereka (Timses Cakada) tidak membagi uang baru Rp. 75 ribu ya ? Uangnya masih susah didapat loh,” cetus Arief spontan, diikuti gelak tawa beberapa staf yang ada di sekelilingnya. Arief kembali memastikan, sampai sekarang belum mendengar ada Timses Cakada bagi-bagi uang terhadap warga Medan. Sehingga sulit memberi komentar apalagi menentukan sikap. Menurut Arief, saat ini masyarakat sudah pintar-pintar dan dewasa menyikapi perkembangan. “Sekarang gini ya, mulai 1998 atau era reformasi, kita melakukan pemilihan langsung. Dari beberapa Pemilu langsung, rakyat kita cerdas dan dewasa kok. Jadi jika ada yang tawari (uang), ya terima aja,” ucap Arief santai.

BACA LAGI: Massa Paksa DPRDSU Tolak UU Omnibus Law Ciptaker, Polisi Amankan 5 Terduga Perusuh

BACA LAGI: Antisipasi Covid-19 Saat Pilkada 9 Desember 2020

Dibiarkan Saja

Artinya, timpal Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provsu itu lagi, tidak seorang pun tahu siapa yang dipilih warga tatkala berada di bilik suara. “Tapi bukan berarti saya bilang supaya warga terima (uang) ya. Siapa kita pilih ketika di bilik suara ? Kan gak ada yang tahu. Makanya, yang rugi itu ya mereka yang bagi-bagi uang juga,” yakin Arief. Dia menegaskan, bila benar kabar bagi-bagi uang oleh Timses Cakada Medan, tentu merupakan sesuatu yang aneh dan lebih baik dibiarkan saja. “Kecuali bilik suara memang ditongkrongin atau setiap surat suara memiliki nomor. Jadi ya biarin aja,” ujarnya.

BACA LAGI: Jelang Pilkada Serentak 9 Desember, 6 Masalah Klasik Selalu Berulang

BACA LAGI: Cakada Mulai Saling Bunuh Karakter, Julheri Sinaga: Merusak Demokrasi, Penyidik Jangan Mau jadi Tukang Pukul

BACA LAGI: Sesalkan 4 Cakada Tunggal di Sumut, Toni Togatorop: KPK, Bawaslu & Penegak Hukum Ungkap Indikasi Suap Politik

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPPSP) Provinsi Sumut ini menyimpulkan, pola-pola money politics tidak akan menghasilkan pemimpin yang baik. Warga Medan pun diimbaunya menggunakan hak pilih, datang ke TPS saat Pilkada 9 Desember 2020 serta menentukan pemimpin sesuai hati nurani sendiri. “Percayalah, cara-cara yang kotor tidak akan bisa menghasilkan pemimpin yang baik,” tutup Arief mantap, sembari memasuki mobil dinasnya dan meninggalkan gedung DPRDSU. (MS/BUD)

Bagikan Berita :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here