Minggu

16 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 29 Mei 2019 | 00:13 WIB

    Telah dibaca 533 kali

    Kasus Predator Seks Dosen USU HS Terhadap Mahasiswi, Royana Marpaung Imbau Korban Lapor Polisi

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Royana T Marpaung saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa siang (28/5/2019). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Royana T Marpaung geram. Pasalnya, seorang dosen USU Medan inisial "HS" diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya sendiri, "D", pada 3 Februari 2018 silam di Desa Gohor Lama Kec Wampu Kab Langkat. Royana pun meminta korban segera melapor ke polisi. Sedangkan Rektor USU diimbau Royana mengambil tindakan tegas dengan memecat sang dosen.

    Ditemui www.MartabeSumut.com, Selasa siang (28/5/2019) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Royana mengatakan, informasi kasus dosen "HS" diketahuinya dari media online www.MartabeSumut.com. Selaku perempuan, Royana menyatakan marah, kesal serta tak habis pikir. "Saya baca berita yang viral di media massa itu. Korban "D" sudah mengadu kepada Ketua Program Studi Sosiologi USU, Harmona Daulay. Pelaku "HS" juga sudah mengakui perbuatannya di hadapan Dekan FISIP USU Dr Muryanto Amin, SSos, MSi. Pertanyaan saya sekarang, kenapa sanksi cuma teguran tertulis ? Saya minta "HS" dipecat. Rektor patut mengusut tuntas. Sebab bukan mustahil masih ada korban lain di USU yang malu menceritakan," ucap Royana dengan nada tinggi.

    Jangan Ada Korban Lain Berjatuhan

    Anggota Komisi A DPRDSU membidangi hukum/pemerintahan ini memastikan, Rektor USU urgen bertindak cepat supaya jangan ada korban lain berjatuhan. Artinya, perbuatan "HS" yang terindikasi memegangi paha, dada dan kemaluan korban di dalam mobil dengan modus mengajak ke lokasi penelitian, adalah delik cabul yang diatur Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia Pasal 289 sampai Pasal 296. Nah, jika perbuatan terduga "HS" dapat dibuktikan dengan 2 alat bukti permulaan yang cukup, politisi PKPI ini meyakini dosen USU "HS" bisa ditindak dan diproses sesuai hukum berlaku. "Jadi tak cukup "HS" hanya diberi sanksi berdasarkan keputusan internal Rektor USU saja tapi patut diproses secara pidana. Saya sarankan korban "D" mengadu ke polisi," pinta Royana, sembari menyatakan berontak lantaran memahami perasaan korban "D" sebagai seorang perempuan. Bagi Legislator asal Dapil Sumut II Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah tersebut, apapun ceritanya, penegakan hukum pidana dan Keputusan tegas Rektor USU kepada dosen "HS" tidak boleh dianggap sepele. Sebab kelak lingkungan kampus USU dapat memunculkan predator-predator seks baru mengancam masa depan generasi muda yang sedang menimba ilmu.

    Dekan FISIP USU Membenarkan 

    Seperti diberitakan www.MartabeSumut.com, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Medan Dr Muryanto Amin, SSos, MSi, membenarkan dosen dari departemen Sosiologi inisial "HS" bersalah dan terbukti melakukan tindak kekerasan seksual terhadap "D", mahasiswinya. Kepada www.MartabeSumut.com, Jumat sore (24/5/2019), Muryanto Amin menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 3 Februari 2018. "HS" disebutnya sudah mengakui sendiri melalui investigasi kecil pihak jurusan. "Kemudian kami laporkan ke Dekan FISIP," terang Muryanto melalui saluran telepon. Saat mengakui perbuatannya, lanjut Muryanto, "HS" mengaku khilaf dan meminta maaf. "Kami kasih sanksi teguran keras," tegasnya.

    Pria yang meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia itu juga membantah kabar bahwa surat teguran untuk "HS" bersifat tidak resmi. Dia memastikan, informasi kasus "HS" tidak ditutup-tutupi. Menyahuti permintaan korban "D" dan pendampingnya pada Kamis (23/5/2019) saat hadir ke FISIP USU, yakni pemecatan dosen "HS" termasuk regulasi penanganan korban pelecehan seksual, Muryanto menyarankan usulan itu sebaiknya dibuat tertulis supaya dapat diproses. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Kasus Predator Seks Dosen USU HS Terhadap Mahasiswi, Royana Marpaung Imbau Korban Lapor Polisi'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER