Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 7 April 2019 | 00:06 WIB

    Telah dibaca 113 kali

    Danau Toba Tercemar, DPRDSU Tuding PT Aquafarm Ugal-ugalan Produksi Ikan

    Budiman Pardede
    Massa pecinta Danau Toba saat menyampaikan aspirasi ke gedung DPRDSU di Jalan Imam Bonjol Medan, pertengahan Februari 2019 lalu. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    PT Aquafarm Nusantara telah memproduksi ikan di perairan Danau Toba secara ugal-ugalan. Akibatnya, pencemaran air Danau Toba kian parah setiap saat. Tudingan tersebut dilontarkan anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Jontoguh Damanik, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRDSU bersama PT Aquafarm Nusantara, PT Suka Tani dan PT Allegrindo Nusantara, Rabu kemarin di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan.

    Jantoguh mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir dirinya memiliki data jumlah produksi PT Aquafarm Nusantara. "Kalian produksi ikan lebih dari 10 ribu Ton/tahun. Kalian ugal-ugalan memproduksi ikan sehingga limbahnya mencemari Danau Toba," cetus Jontoguh. Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP tersebut membahas kesiapan program pemerintah pusat menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional serta realisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 188/2017 tentang Daya Dukung/Daya Tampung Pencemaran di Danau Toba hingga 2022 atas keberadaan produksi ikan Keramba Jaring Apung (KJA). Menurut Jantoguh, Pergub mengamanatkan daya tampung produksi ikan maksimal 10 ribu Ton/tahun. Tapi PT Aquafarm justru ugal-ugalan menjalankan aktivitas produksi. Selain Aquafarm, Jantoguh juga menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ikut ugal-ugalan mengawasi operasi perusahaan komersil di kawasan Danau Toba. Dia pun mempertanyakan darimana pemerintah menentukan angka produksi 10 ribu Ton/tahun. "Pemprovsu ugal-ugalan juga menentukan angka 10 ribu Ton. Dari mana angka ini ? Sedangkan punya rakyat saja sudah 20 ribu Ton. Kalau Pemprovsu konsisten, pasti punya rakyat di sana kena dampaknya," yakin Jantoguh. Politisi PDIP itu menyarankan, Pergub tentang daya tampung ikan di Danau Toba harus dikaji ulang.

    Daging Ikan Diekspor, Kepalanya Tinggal di Sumut

    Hal senada disampaikan anggota Komisi B lainnya Richard P Sidabutar. Bagi politisi Partai Gerindra tersebut, sangat disayangkan daging ikan hasil produksi PT Aquafarm kebanyakan diekspor. Sedangkan kepala ikan ditinggal begitu saja di Sumut. "Daging ikan diekspor, kepala ikan aja ditinggalkan," geram Richard. Dia menyebut, jumlah produksi ikan PT Aquafarm Nusantara lebih dari 10 ribu Ton/tahun. Sesuai data yang diterima, singkap Richard, tahun 2015 PT Aquafarm menghasilkan 33 ribu Ton, 2016 sebanyak 39 ribu Ton dan 2018 mencapai 24 ribu Ton. "Tahun 2019 kita tidak tahu berapa ribu Ton yang dihasilkan perusahaan. Mereka jelas melanggar Pergub," sindirnya. Jika hasil produksi sebanyak itu, Richard memperkirakan banyak sekali ikan yang mati dan tidak sedikit pakan (limbah) mencemari perairan Danau Toba. Artinya, produksi ikan PT Aquafarm harus ditata ulang dengan membuat pengurangan produksi sesuai aturan (Pergub). Richard juga menyinggung temuan bangkai ikan yang dibuang di perairan Danau Toba beberapa pekan lalu. Usai RDP, www.MartabeSumut.com dan sejumlah wartawan mengkonfirmasi Konsultan PT Aquafarm Nusantara, Khairul. Menanggapi kritikan kalangan legislator, Khairul menjelaskan, bangkai-bangkai ikan di perairan Danau Toba bukan dari limbah PT Aquafarm. Permasalahan bangkai ikan disebut Khairul sudah dilaporkan perusahaan ke Polres Toba Samosir. Ketika dikejar perihal Pergub Nomor 188/2017 tentang kelebihan daya tampung ikan dan tudingan ugal-ugalan melakukan produksi, Khairul enggan berkomentar. "No comment," tepisnya berlalu. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Danau Toba Tercemar, DPRDSU Tuding PT Aquafarm Ugal-ugalan Produksi Ikan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER