Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 26 Maret 2019 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 147 kali

    PT LNK Konflik dengan Pekerja, DPRDSU Imbau Patuhi Anjuran Dinas Tenaga Kerja

    Budiman Pardede
    Komisi E DPRDSU RDP dengan PTPN II, PT LNK, BNN Langkat, Disnaker Langkat, Disnaker Sumut dan mantan pekerja, Senin pagi (25/3/2019) di gedung Dewan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) PTPN II, BNN Langkat, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut, Disnaker Langkat serta perwakilan eks pekerja yang menuntut hak, Senin pagi (25/3/2019) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. DPRDSU pun mengimbau PT LNK mematuhi anjuran Disnaker Sumut dan Disnaker Langkat.

    Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP dipimpin Wakil Ketua Komisi E DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, dan dihadiri anggota Komisi H Zulfikar. Saat RDP, terungkap fakta bahwa PT LNK dan PTPN II mengesampingkan hak-hak pekerja yang di-PHK sepihak. Adapun permasalahan yang dibahas diantaranya tentang 3 mantan pekerja tersandung Narkoba dan hak yang belum dibayar pasca-PHK dilakukan anak perusahaan PTPN II tersebut. Pekerja itu adalah Sunardi, Legianto dan Budianto. Setelah masalah Narkoba, ada pula kasus Saiman yang dianggap perusahaan mengundurkan diri karena tidak hadir kerja 5 hari berturut-turut. Menyikapi 2 konflik tersebut, pengacara PT LNK, Sastra, SH, menjelaskan, perusahaan sudah menjalankan aturan sesuai ketentuan berlaku. Termasuk masalah 2 mantan pekerja PTPN II yang menuntut dana Santunan Hari Tua (SHT) atas nama Sunardi dan Budianto. Sesuai keputusan perusahaan, singkap Sastra, PT LNK selalu merujuk ketentuan dalam mengambil keputusan. "Jadi konflik 3 mantan pekerja yang diberhentikan sudah sesuai prosedur. Tiga pekerja dinyatakan positif Narkoba. Makanya keputusan perusahaan memberhentikan mereka merujuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB)," terangnya. Sedangkan permasalahan Saiman yang tidak kerja 5 hari berturut-turut, Sastra mengatakan, perusahaan dan direksi telah final menganggapnya mengundurkan diri. Perusahaan disebut Sastra beretikat baik dengan memberikan surat peringatan sebanyak 4 kali. Namun yang bersangkutan tidak mengindahkan. "Surat teguran panggilan pertama 6 Juli 2017. Lalu keluar surat panggilan pertama 7 Juli 2017, surat panggilan kedua 8 Juli 2017 dan terakhir surat penggilan ketiga 10 Juli 2017. Namun yang bersangkutan tetap tidak hadir," ungkap Sastra.

    Penanganan Konflik Amburadul

    Pejabat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumut, Simon Tobing, mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan anjuran agar perusahaan membayar pesangon/hak hak pekerja. "Administrasi penanganan konflik PT LNK amburadul. Mana bisa surat panggilan dilakukan tanpa ada interval waktu? Pasal yang diterapkan PT LNK salah, kalau perusahaan menerapkan pasal 161, seharusnya mantan pekerja diberi pesangon sesuai ketentuan. Apakah peraturan perusahaan lebih tinggi dari UU ? Gak boleh aturan dikeluarkan melanggar ketentuan lebih tinggi," sindir Tobing. Wakil Ketua Komisi E DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, akhirnya menutup RDP dengan beberapa rekomendasi. Meliputi: Komisi E DPRDSU menilai apa yang jadi tuntutan mantan pekerja PT LNK adalah benar dan legal sesuai fakta-fakta 3 kali RDP digelar. "Kami minta PT LNK dan PTPN II mematuhi anjuran yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja Sumut," imbau politisi PKS tersebut. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'PT LNK Konflik dengan Pekerja, DPRDSU Imbau Patuhi Anjuran Dinas Tenaga Kerja'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER