Minggu

26 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 13 Maret 2019 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 216 kali

    Persoalkan Definisi RDP, DPRDSU Usir Paksa Kabag Perekonomian Pemko Medan

    Budiman Pardede
    Kabag Perekonomian Pemko Medan, Nasib, saat diusir Komisi A DPRDSU, Selasa siang (12/3/2019) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ada pemandangan tak sedap saat Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas revitalisasi Pasar Timah Jalan Bulan Medan, Selasa (12/3/2019) pukul 10.30 WIB di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Bukan apa-apa, ketika rapat baru dibuka Wakil Ketua Komisi A Brilian Moktar, Kabag Perekonomian Pemko Medan, Nasib, mempertanyakan defenisi RDP dengan tensi suara tinggi.

    Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP dihadiri Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Rifani, investor Sumandi Wijaya, aparat Kejari Medan, Kejatisu, Tata Kota Medan, Penanaman Modal Medan dan undangan terkait lain. Perang mulut mulai terjadi tatkala Nasib mempersoalkan kehadiran dirinya dalam RDP. "Pimpinan, ini rapat dengar pendapat atau rapat kerja ? Kalo ini rapat dengar pendapat, maka saya hanya mendengar dan berpendapat. Tapi kalo rapat kerja, kami akan bawa data. Apabila ini rapat kerja, maka Pemko Medan tidak bersedia mengikuti. Namun bila rapat dengar pendapat, kami bersedia hadir," tegas Nasib lantang. Menanggapi komentar Nasib, beberapa anggota Komisi A langsung mempersilahkan Nasib pergi meninggalkan ruangan.

    Perang Mulut Makin Kencang

    Selang 5 menit kemudian, perang mulut makin kencang terdengar di ruang Komisi A. "Pernyataan bapak ini adalah pernyataan hukum. Saya bisa gugat bapak loh," sambut Brilian mulai emosi. Nasib tak tinggal diam. Dia berdiri dari kursi sambil melangkah pelan. "Gak ada pernyataan hukum, apa pulak pernyataan hukum. Ini RDP, kenapa rupanya," cetus Nasib ketus, seraya menatap Brilian. Salah satu staf Komisi A ikut naik pitam. "Woi, keluar kau kalo tak mau ikut rapat," jeritnya. Kata-kata tak pantas pun mulai berkumandang liar. Bahkan nyaris terjadi bentrok fisik antara Nasib dan staf Komisi A yang berperawakan sedang dan berkulit putih itu. Nah, tepat pukul 11.00 WIB, Nasib yang terus merepet-repet digiring paksa keluar ruangan oleh staf Komisi A.

     

    Giliran Sumandi Wijaya Marah-marah


    Masih pengamatan www.MartabeSumut.com, usai Nasib diusir Komisi A, giliran investor Pasar Timah Sumandi Wijaya yang membuat ulah. Sumandi marah-marah dan kembali terlibat perang mulut dengan Brilian Moktar. Saling tuding antara keduanya berlamgsung kurun 30 Menit. "Saya kecewa sama kamu (Brilian Moktar). Baca UU No 38/2004 tentang jalan. Bagaimana kehadiran Pasar Timah yang ada sekarang, harusnya Pemko Medan menata supaya pedagang dan pasar tidak berdiri di atas parit atau tidak menimbulkan banjir," ucapnya keras. Sumandi mengatakan, jangan sampai ada pihak yang dirugikan dalam revitalisasi Pasar Timah. Legislatif juga dimintanya aktif menjembatani. "Saya hadir RDP ini agar memperjelas. Tanah saya sewa untuk membangun tempat penampungan sementara pedagang sesuai izin prinsip. Saya bayar kontrak 6 Meter tiap bangunan," jerit Sumandi marah-marah.

    Menyahuti kemarahan Sumandi, Brilian Moktar ikut bersuara keras. "Pemko Medan tidak selesaikan selama ini, makanya pedagang mengadu kepada kami. Apa boleh bangun pasar di jalur hijau ? Saya dengar, kios yang disewakan sebagai tempat sementara pedagang itu ukurannya 4 Meter, kok malah dibangun 6 Meter," cecar Brilian sengit. Karena debat kusir terus terjadi, Brilian mengeluarkan rekomendasi RDP. Diantaranya meminta polisi dan jaksa turun menyelidiki. "Menurut saya, tak ada Amdal tapi Pak Sumandi Wijaya bilang ada. Kalo langgar aturan, silahkan hukum berproses. Kita pengawas UU. DPRDSU akan surati Kapoldasu, Kapolrestabes Medan, Kepala Kejari Medan dan Kepala Kejatisu agar turun menyelidiki. Apakah Pasar Timah bisa jalan lagi atau tidak, kita tunggu saja," tegas Brilian. Anggota Komisi A Ikrimah Hamidy berpendapat, Komisi A DPRDSU perlu memperoleh data lengkap dari masalah Pasar Timah supaya bisa memperdalam secara internal. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Persoalkan Definisi RDP, DPRDSU Usir Paksa Kabag Perekonomian Pemko Medan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER