Kamis

21 Mar 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 24 Juli 2012 | 14:48 WIB

    Telah dibaca 1368 kali

    Ratusan Petani Serukan Pencopotan Bupati Deliserdang Amri Tambunan

    Budiman Pardede
    Massa KTM membentangkan spanduk hujatan kepada Amri Tambunan, Selasa siang (24/7) di depan gedung DPRD Sumut. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Ratusan petani berbendera Komite Tani Menggugat (KTM) menyerukan pencopotan Bupati Deliserdang Amri Tambunan karena dianggap merampas tanah rakyat. Massa yang berasal dari berbagai kab/kota se-Sumut itu melakukan aksi duduk di Jalan Imam Bonjol Medan, persis depan gedung DPRD Sumut, Selasa siang (24/7).

     

    Pantauan MartabeSumut di lokasi, kehadiran massa KTM sejak pukul 12.02 WIB membuat arus lalu lintas jalan macet parah. Sepertiga bahu jalan langsung dijadikan areal berkumpul, duduk, memajang poster, membentang spanduk dan mendengarkan orasi dari beberapa pemimpin unjukrasa.

     

    Syaipal, salah satu pengunjukrasa, dalam orasinya mengatakan, Komite Tani Menggugat mendesak pemerintah agar mencabut, membatalkan dan menolak penerbitan surat-surat terkait keberadaan tanah berbentuk SKT, IMB, HGB dan berbagai sertivikat lainnya yang dikeluarkan oknum pemerintah Deliserdang. "Bupati Amri Tambunan itu tidak berpihak kepada rakyat. sebaiknya dicopot saja," seru Syaipla, yang diikuti yel-yel 'copot Amri Tambunan, rakyat bersatu tak bisa dikalahkan'. Syaipal merinci, hingga kini berbagai kasus tanah dan konflik agraria kerap terjadi di Desa Helvetia Sunggal, Marindal, Selambo, Dagang kerawan, Durin Tonggal. Dusun Germenia, Desa Manunggal, Desa Helvetia dan Kec Labuhan Deli. Menurut dia, berbagai surat-surat yang dikeluarkan Bupati Deliserdang di lahan rakyat seharusnya batal demi hukum bila dikaitkan dengan kesimpulan rapat Kanwil BPN Sumut tertanggal 23 Mei 2012. "Ganyang preman dan mafia tanah. Batalkan semua surat-surat yang dikeluarkan oknum pemerintah yang tidak bertanggungjawab termasuk Amri Tambunan," pekiknya, yang diikuti seruan massa 'hentikan kriminalisasi terhadap petani, bagikan lahan kepada rakyat, copot Amri Tambunan'.


    Bagikan Tanah Rakyat

     

    Syaipal juga menguraikan, maraknya sengketa tanah antara rakyat dengan PTPN II dan pihak perkebunan lainnya di Sumut, tidak terlepas dari permainan mafia tanah yang sudah merasuki seluruh sendi kehidupan pemerintahan. Artinya, lanjut dia, kasus-kasus tanah yang belum kunjung terselesaikan itu seharusnya tidak membuat mata pemerintah buta atas perampokan tanah masyarakat yang dilakukan perkebunan, kelompok mafia dan oknum tersembunyi. "KTM meminta pemerintah mendistribusikan lahan seluas 102 Ha kepada warga di Desa Durin Tonggal, seluas 315,9 Ha untuk warga Desa Germenia, seluas 20 Ha yang sudah dikuasai 700 KK dan 17, 78 Ha dikuasai 500 KK warga Desa Helvetia Sunggal, seluas 78, 16 Ha bagi masyarakat Dagang Kerawan, 342 Ha untuk warga Desa Selambo, seluas 74 Ha kepada warga Desa Helvetia dan Desa Manunggal Kec Labuhan Deli, kepada masyarakat Desa Marindal I seluas 170 Ha dan seluas 18,5 Ha bagi warga Desa Pagar Merbau. Kami juga meminta pemerintah segera membagikan lahan yang dituntut warga Kab Palas dari PT SSL/PT SRL serta seluas 72,19 Ha lahan warga Labuhan Batu Utara yang dirampok PTPN III Kebun Merbau Selatan," teriak Syaipal.

     

    Sekira pukul 13.00 WIB, anggota DPRD Sumut B Mokhtar dan Salomo Pardede menemui pengunjukrasa di ruas jalan. Kedua wakil rakyat tersebut berjanji akan meneruskan aspirasi massa KTM kepada pimpinan Dewan dan Komisi A selaku lembaga terkait. Pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri secara teratur sekira pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya puas berorasi di bahu jalan Imam Bonjol secara bergantian. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ratusan Petani Serukan Pencopotan Bupati Deliserdang Amri Tambunan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER