Senin

25 Mar 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 13 Desember 2018 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 162 kali

    Ajak Angkasa Pura II & Maskapai Bahas Angkutan Natal 2018, DPRDSU Ingatkan Keselamatan Penumpang

    Budiman Pardede
    Komisi D DPRDSU bersama pengelola Bandara dan Maskapai membahas kesiapan angkutan udara Natal/Tahun Baru, Selasa (11/12/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Jelang perayaan hari besar Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Utara (DPRDSU) memanggil PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Kuala Namu Internasional serta beberapa manajemen maskapai penerbangan, Selasa sore (11/12/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Dalam kesempatan itu, pimpinan RDP H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, mengingatkan urgensi keselamatan, keamanan dan kenyamanan publik/penumpang termasuk persoalan tarif atas/bawah yang dipatok perusahaan maskapai.

    Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP dihadiri anggota Komisi D DPRDSU Baskami Ginting, Leonard Samosir, Burhanuddin Siregar dan Darwin Lubis. Pihak eksternal tampak pejabat PT Angkasa Pura II Bayuh Iswantoro, CEO Reg Sumatera PT Garuda Indonesia Airways (GIA) M Yansverio, Distrik Sales Manager PT Citylink Airlines Harry Manoppo, Deputy Sumatera Manager PT Sriwijaya Air Faisal D Putra serta perwakilan Lion Air Elen Manalu. Usai mendengar pendapat berbagai pihak, pimpinan rapat H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, mengatakan, peak season (musim puncak) perayaan hari besar keagamaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 harus benar-benar disikapi PT Angkasa Pura II dalam memberi pelayanan maksimal publik terutama penumpang keberangkatan bahkan kedatangan. Dia mencontohkan, kebutuhan masyarakat umum menjalankan ibadah sangat berkorelasi terhadap fasilitas pendukung yang disediakan pengelola bandara. "Supaya rakyat kita yang berbeda-beda agama bisa nyaman beribadah ketika berada di bandara. Tolong diperhatikan oleh PT Angkasa Pura II," imbau Syamsul Qodri. Untuk pihak maskapai, politisi PKS ini mengajak agar terus berbenah. Meningkatkan pelayanan optimal seperti hotel bintang 5. "Ini soal nyawa manusia. Setiap trip penerbangan patut diawasi perusahaan maskapai. Mulai dari penambahan seat, jadwal flight hingga stabilitas tarif tiket batas bawah/atas," ingatnya, sembari membeberkan, beberapa waktu lalu pernah mengalami kejadian miris saat menaiki Wings Air dari Medan ke Gunung Sitoli Nias lantaran AC padam di dalam pesawat.

    Awasi Super Ketat Penerbangan Pertama

    Pada sisi lain, Syamsul Qodri meminta semua maskapai memprioritaskan pemantauan super ketat terhadap operasional penerbangan pertama. Legislator asal Dapil Sumut V Kab Asahan, Kota Tanjungbalai dan Kab Batubara ini meyakini, bila pesawat pertama berangkat pukul 5 pagi, maka jajaran pegawai, pramugari dan pilot telah standby bertugas ke bandara sedari pukul 1-3 dini hari. "Jangan sampai mereka ke bandara tapi malah singgah di kawasan hiburan memakai miras dan Narkoba. Fatal sekali. Banyak kelakuan pilot begituan. Semoga Natal dan Tahun Baru 2019 zero accident," tutup politisi yang didukung warga Asahan maju jadi bakal calon Bupati Asahan periode 2020-2025. Anggota Komis D DPRDSU Darwin Lubis ikut angkat suara. Politisi Partai Hanura itu mengkritik maskapai PT GIA yang kerap tidak memberi informasi kepada penumpang ketika membatalkan penerbangan. "Kami baru dikasih tahu tak ada flight setelah tiba di bandara. Kenapa tak diberitahu sejak dini padahal kami punya no Hp ? Sampek bandara dibilang batal, ya kami yang susah cari flight lain," heran Darwin.

    Peak Season Disosialisasikan

    Sebelumnya, pejabat PT Angkasa Pura II Bayuh Iswantoro menjelaskan, peak season penerbangan pasca-hari besar keagamaan selalu disosialisasikan kepada publik di posko-posko terpadu bandara. Termasuk batas atas dan bawah harga tiket penumpang. Biasanya, ungkap Bayuh, informasi akan di-share sejak H-5 hari besar atau saat peak season. "Tahun depan PT Angkasa Pura II membangun area Umroh di Lantai II Bandara Kuala Namu. Sehingga dekat dengan keberangkatan di lantai 3," katanya. Diakui Bayuh, fasilitas tempat ibadah semua agama juga disiapkan. Terutama mengevaluasi perluasan kebutuhan mushola karena penumpang bertambah terus. "Warga seputar Bandara Kuala Namu saja kami beri kesempatan bekerja. Tidak hanya di PT Angkasa Pura II tapi juga anak perusahaan dan koperasi," ujarnya

    Lion Air Raja Delay ?

    Sedangkan perwakilan Lion Air, Elen Manalu, berpendapat, pihaknya mematok tarif kelas ekonomi dari Kuala Namu - Jakarta Rp. 2,1 juta. Menjawab sindiran anggota Komisi D DPRDSU Burhanuddin Siregar terkait kalimat "kalo tak delay bukan Lion Air namanya", Elen menyatakan tidaklah keinginan maskapai sebab delay justru menimbulkan cost tersendiri. "Soal delay, memang karena ada rotasi pesawat kami yang penuh dan banyak. Tapi sampai sekarang mencukupi kok. Masalah teknikal yang sering membuat pesawat delay," ucapnya, sambil membenarkan delay Wings Air rute Aek Godang ke Sibolga kerap terjadi akibat weather atau cuaca. "Kami juga selalu arrange pesawat agar tidak delay. Program CSR dan sedekah bakal kami sampaikan ke pimpinan agar Lion Air jauh dari musibah. Namun kami bangga pelanggan Lion Air tetap banyak pasca-musibah kemarin," akunya bangga. Sementara Deputy Sumatera Manager PT Sriwijaya Air Faisal D Putra menyampaikan harga tiket tertinggi dari Bandara Kuala Namu - Jakarta Rp. 2.166.000. "Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 kami siapkan penambahan 3 eksta flight. Pukul 21.30 WIB, pukul 00.30 WIB dini hari dan pukul 09.40 WIB," singkap Faisal. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ajak Angkasa Pura II & Maskapai Bahas Angkutan Natal 2018, DPRDSU Ingatkan Keselamatan Penumpang'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER