Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 27 November 2018 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 99 kali

    Tolak PHK Massal, Massa ke DPRDSU Serukan Sepultura Bank Danamon

    Budiman Pardede
    Komisi E DPRDSU menerima aspirasi pekerja Bank Danamon Sumut, Senin pagi (26/11/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Puluhan orang berbendera Serikat Pekerja Bank Danamon Wilayah Sumut berunjukrasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin pagi (26/11/2018). Dalam aksinya, demonstran menyampaikan Sepuluh Tuntutan Rakyat (Sepultura) karyawan Bank Danamon.

    Pantauan www.MartabeSumut.com, massa tiba di gedung Dewan pukul 10.00 WIB. Mereka langsung berkumpul di depan pagar pintu masuk sembari memajang spanduk dan berorasi bergantian. "Kami menolak PHK massal yang dilakukan manajemen Bank Danamon. Kami minta DPRDSU memanggil RDP pimpinan Bank Danamon. Karyawan Bank Danamon telah diperlakukan tidak adil," cetus Ketua Serikat Pekerja Bank Danamon Padlilah dan Sekjen M Afif dalam orasinya. Selang 10 menit berorasi, sebanyak 9 perwakilan pengunjukrasa dibawa masuk menemui anggota Komisi E DPRDSU.

    10 Tuntutan

    Di hadapan Ketua Komisi E DPRDSU Dahril Siregar dan anggota Komisi E H Zulfikar, juru bicara Serikat Pekerja Bank Danamon, M Afif, menyampaikan 10 tuntutan. Diantaranya: penghentian PHK massal sepihak terhadap karyawan Bank Danamon, pemberian uang cuti karyawan, menolak pengurangan uang iuran dana pensiun karyawan, pengembalian benefit asuransi karyawan, penggabungan T3K kedalam gaji, penghentian praktik perbudakan (lembur tapi insentif tak dibayar), penghentian force rank (20-30 persen karyawan tidak naik gaji/tidak dapat bonus) serta menolak outsourching dan PKWT Bank Danamon. "Kami menuntut manajemen Bank Danamon menjalankan Sepultura. Sebab merupakan kesepakatan pertemuan 31 Oktober 2016 di depan Menteri Tenaga Kerja agar kami menghentikan demo/mogok kerja pada 10 November 2016. Tolong bantu kami Pak Dewan," pinta M Afif. Dia mengungkapkan, pemegang saham mayoritas Bank Danamon adalah Jepang dan Singapura. Publik hanya memiliki 27 persen saham.

    Menanggapi aspirasi massa, anggota Komisi E DPRDSU Zulfikar menyatakan sikap komit membantu dan mendorong level atas menyelesaikan masalah. "Kita di sini juga gak bisa selesaikan. Makanya akan kita panggil RDP manajemen Wilayah Bank Danamon dan Disnaker Sumut," ujarnya. Hal senada disampaikan Dahril Siregar. Bagi dia, Komisi E DPRSSU segera menjadwalkan RDP. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER