Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 25 November 2018 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 118 kali

    Jelang UNBK SMA/SMK 2019, Juliski Simorangkir: Diknas Sumut Jangan Paksakan Tanpa Fasilitas

    Budiman Pardede
    Komisi E DPRDSU bahas kesiapan UNBK SMAN/SMKN tahun 2019 di Sumut, Rabu sore (21/11/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) memanggil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dinas Pendidikan (Diknas) Sumut membahas persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK tahun 2019, Rabu (21/11/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi E DPRDSU Ir Juliski Simorangkir, MM, mengimbau Diknas Sumut jangan memaksakan menggelar UNBK tanpa fasilitas pendukung seperti komputer dan jaringan internet.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com, tampak August Sinaga dari Diknas Sumut dan Robert Sianturi mewakili PT Telkom. RDP sendiri dihadiri oleh beberapa anggota Komisi E DPRDSU. Juliski Simorangkir mengatakan, syarat masing-masing sekolah bisa menggelar UNBK harus dipersiapkan matang. Pasalnya, tidak sedikit sekolah memaksakan UNBK namun minus komputer, jaringan internet serta fasilitas pendukung lain. Semua kab/kota di Sumut disebut Juliski mengeluhkan UNBK tahun 2018 lantaran fasilitas kurang memadai. "Seolah-olah dipaksakan demi prestise. Ingin merasa hebat, maka dipinjamlah komputer orangtua murid atau disewa dari rental-rental. Itulah info kami terima. Bagaimana pula yang menumpang ke sekolah lain dan merental fasilitas UNBK ? Dari mana dana sekolah," sindir Juliski.

     

    Kepada pihak PT Telkom, Juliski mengungkapkan masih banyak sekolah di daerah terpencil tanpa akses internet. Akibatnya, sekolah dan siswa pergi ke ibukota kecamatan. Saat menunaikan Reses beberapa waktu lalu, Juliski mengaku menerima keluhan warga karena belum masuknya sinyal telepon khususnya Telkomsel. Disampaikan Juliski, banyak warga mengadu dan meminta pendirian tower telepon supaya ribuan masyarakat dapat mengakses internet. "Mereka bilang daerahnya belum merdeka. Kadang mereka pergi jauh mencari titik tertentu agar bisa akses jaringan telepon/internet. Intinya, PT Telkom perlu membuat kebijakan khsuus. Supaya warga memperoleh sinyal komunikasi dan UNBK 2019 berjalan lancar," tegas Juliski.

     

    Diknas Sumut Klaim UNBK 2017/2018 Sukses

     

    Sementara itu, pejabat Diknas Sumut August Sinaga mengaku telah melaksanakan dengan sukses UNBK 2017/2018. Secara nasional, klaim Sinaga, UNBK Sumut dapat pujian pemerintah pusat karena nol masalah. Dia membeberkan, tahun lalu ada 103 SMA dan 41 SMK di Sumut yang tidak melakukan UNBK tapi sebatas Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). "UNBK ada mandiri di sekolah sendiri dan menumpang di sekolah lain. UNBK memang harus memakai komputer dan jaringan internet dengan spesifikasi yang sesuai sever pusat," katanya, sambil menjelaskan kebutuhan PC, processor, hard disk 250 GB, browser, windows server, jaringan internet, LAN CARD 2 unit tidak pakai WiFi, UPS tahan 15 menit, jumlah server mengikuti rasio 1:40 atau 1 server melayani minimal 40 komputer, ketersediaan genset serta cadangan 1 server. "Kita sudah tahun ke-5  melaksanakan UNBK," ucapnya. Menyinggung syarat spesifikasi client komputer siswa, Sinaga menyatakan urgensi koneksi internet. Meliputi: Telkom, icon plus (sebesar 60 persen), Smartphone (XLl, Telkomsel, Indosat, Smart sebesar 30 persen) dan Radio (nusanet, komunika dan micronet sebesar 10 persen). Sedangkan kendala UNBK tahun 2017/2018 disebutnya menyangkut: listrik mati seperti kasus di Kota Tanjungbalai, Kab Labuhan Batu, Kab Sergai, Kab Dairi, Tanjungmorawa, Kota Siantar, Kab Simalungun dan Kab Batubara. Kemudian iklim dan topogravi semisal hujan/petir yang pengaruhi jaringan radio, keterbatasan SDM operator teknis, kekurangan sarana prasarana dan munculnya berita hoax yang mempengaruhi pelaksanaan UNBK. Untuk kendala jaringan UNBK 2017/2018, Sinaga menilai seputar persoalan: bandwitch tak stabil, bandwitch kecil, cuaca ekstrem, jarak jauh, ketersediaan jaringan internet 4G, listrik tak stabil/mati, ketersediaan SDM tenaga teknisi dan proktor. "Rasionya, 1 komputer untuk 3 siswa. Selama UNBK tak boleh memungut biaya. Biaya UNBK dari juknis dana BOS. Kami akan lakukan pelatihan bagi teknisi dan pemetaan berapa jumlah SMA/SMK yang masih UNKP.  Sebab UNBK SMA/SMK itu wajib 100 persen. Sedangkan target UNBK SMP hanya 80 persen. Tingkat kecurangan turun dan berkurang dengan adanya UNBK," yakin Sinaga.

     

    Ada Sekolah tak Gelar UNBK

     

    Kalau resources dan fasilitas tidak terakomodasi, Sinaga memastikan tetap melakukan UNKP dan bukan UNBK. Merujuk fakta lapangan, timpal Sinaga lagi, ada sekolah dilengkapi fasilitas tapi tidak menggelar UNBK sehingga menerapkan UNKP. "Alasan-alasan mereka banyak. Ada Kepsek tak siap dengan kejujuran, tidak mau mendaftarkan online dan mengaku sekolahnya tak siap. Makanya kita minta mereka buat pernyataan supaya tahun 2019 menggelar UNBK," cetus Sinaga, sembari meyakini, tidak jelasnya mindset pihak sekolah adalah faktor yang membuat penolakan pelaksanaan UNBK. Dari 103 data sekolah SMA ikut UNKP, Sinaga menginformasikan keberadaan kondisi sekolah swasta yang kondisinya mati segan hidup tak mau. Dia mencontohkan, Kab Pakpak Barat 100 persen UNBK namun di Kota Medan ada yang tak mau UNBK. "Kita perkirakan pada Maret 2019 SMA menggelar UNBK dan giliran SMK pada April 2019. Kami mohon dukungan Dewan agar PLN tidak memadamkan listrik saat UNBK," pinta Sinaga.

     

    Robert Sianturi mewakili PT Telkom menyatakan sudah hampir semua pelosok Indonesia dimasuki jaringan telepon/internet. Walau secara fisik ada yang belum tersentuh, tapi Sianturi mengklaim sinyal telah hampir semua masuk daerah terpencil. Produk Telkom dinilainya banyak terkait UNBK dengan tetap menjaga kualitas layanan. Apalagi, PT Telkom tidak pernah rekomendasi UNBK memakai fasilitas radio. "Produk kami bisnis. Bila meminta secara konkret kepada PT Telkom, maka kami sikapi sesuai permintaan. Ada kompensasi bisnis dari nilai jaringan yang diinginkan," terang Sianturi. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER