Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 24 November 2018 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 109 kali

    Baru Setahun Tembok Penahan Tanah di Sei Kepayang Hancur, Ebenejer Sitorus Ingatkan Perawatan

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Ebenejer Sitorus, SE, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (22/11/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Kendati proyek pengerjaan tembok penahan tanah ruas jalan di Desa Perbangunan Kec Sei Kepayang Kab Asahan baru dibangun tahun 2017, namun saat ini kondisinya telah hancur lebur. Fisik jalan kupak-kapik, berlobang-lobang serta tanpa perawatan atau perbaikan sama sekali. Akibatnya, aktivitas masyarakat Sei Kepayang kerap terganggu dan mengeluhkan kerawanan kecelakaan lalulintas.

     

    Informasi tersebut diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ebenejer Sitorus, SE, kepada www.MartabeSumut.com, Kamis siang (22/11/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Eben menjelaskan, proyek TA 2017 itu tidak mendapat perawatan serius sehingga menimbulkan keresahan warga setempat. "Tembok penahan tanah jebol. Jalan porak-poranda. Rakyat mengeluh kepada saya minta diperbaiki. Sebab sangat mengganggu perekonomian masyarakat dan rentan kecelakaan tunggal," ujarnya. Legislator asal Dapil Sumut V Kab Asahan, Kota Tanjungbalai dan Kab Batubara ini mengatakan, sejak lama telah memberi masukan kepada Kepala UPT Tanjungbalai-Asahan Dinas PU Binamarga Sumut, Asdar Lubis, agar menegur rekanan kontraktor. "Saya sampaikan aspirasi warga ke Kepala UPT. Sebab merupakan kewajiban rekanan memperbaiki kerusakan. Kepala UPT menjamin dan janji akan meminta rekanan memperbaiki," ucap Eben.

     

    Kerisauan Warga Memuncak

     

    Politisi Partai Hanura itu melanjutkan, kerisauan warga Kec Sei Kepayang sebenarnya telah memuncak. Namun masih mampu bersabar lantaran menunggu sikap tegas Kepala UPT terhadap perusahaan rekanan. "Kondisi jalan berlobang-lobang pada ruas yang sama. Saya perkirakan jalan rusak tersebut sepanjang 4-5 Km dari Pasar I Desa Perbangunan Kec Sei Kepayang menuju Pasar Banjar. Padahal setahu saya ada perawatan selama 1 tahun," heran Eben. Bagi anggota Komisi C DPRSDU bidang keuangan itu, upaya mengingatkan Kepala UPT sudah disampaikan sedari Juni 2018. Tapi sampai November belum kunjung diperbaiki. "Jalan yang dihotmix tahun 2016 saja sudah hancur lebur. Termasuk turap jalan yang amblas tapi tidak ditimbun. Sangat memerlukan perbaikan. Kasihan warga konstituen sering mengeluh," tutup Ebenejer Sitorus.

     

    Desember Dilakukan Perawatan

     

    Tepisah, Jumat sore (23/11/2018), www.MartabeSumut.com menghubungi ponsel Kepala UPT Tanjungbalai-Asahan Dinas Binamarga Sumut, Asdar Lubis. Menurut dia, topografi tanah di sana memang labil, bergerak dan goyang karena berada di pinggir laut. Dampaknya membuat tembok penahan tanah rusak, jalan berlobang-lobang dan turap ikut amblas. Asdar menyebut, 2 bulan lalu perbaikan (penimbunan) dilakukan kontraktor pelaksana PT Raja Boroan Agung. Namun tanah yang bergerak justru merusak kembali hasil perbaikan. "Namanya penimbunan memang rentan longsor. Kita akui ada tembok penahan tanah yang patah sehingga berimbas pada kerusakan ruas jalan. Benar, ada masa perawatan rekanan 1 tahun. Bulan depan habis waktu perawatan. Tadi rekanan janji memperbaikinya pada Desember 2018. Barusan saya telepon mereka," tutup Asdar, yang sempat menghentikan wawancara karena langsung menelepon pimpinan PT Raja Boroan Agung. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER