Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 23 November 2018 | 00:09 WIB

    Telah dibaca 178 kali

    APBD Sumut 2019 Rp 15,6 Triliun Diketok, Juliski Simorangkir Sebut Postur Anggaran Belum Ideal

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Ir Juliski Simorangkir, MM, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (22/11/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) dan Gubsu mengesahkan Ranperda APBD Sumut 2019 senilai Rp.15,6 Triliun dan Ranperda Fasilitasi Pencegahan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, Kamis siang (22/11/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Anggota DPRDSU Ir Juliski Simorangkir, MM, menilai, postur APBD Sumut 2019 belum ideal karena Pemprovsu harus mengalokasikan sebagian anggaran membayar hutang Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) kepada kab/kota dengan jumlah tidak sedikit.

     

    Ditemui www.MartabeSumut.com disela-sela "ketok palu" Ranperda APBD Sumut 2019, Juliski merinci, dari jumlah APBD Sumut sekira Rp. 15,6 Triliun, pendapatan mencapai Rp.15.271.676.789.618,00 dan belanja Rp. 15.487.832.036.618,00 (surplus/defisit) Rp. 216.155.247.000,00. Politisi PKPI ini beralasan, hutang Pemprovsu dengan kab/kota (BKP) mengakibatkan anggaran tersedia bakal kurang maksimal membangun infrastruktur daerah Sumut yang belakangan jadi sorotan publik. "Makanya saya sebut APBD Sumut 2019 Rp. 15,6 Triliun belum ideal," ujarnya. Anggota Komisi E DPRDSU bidang Kesra itu mengingatkan, semua OPD/SKPD Sumut wajib mengoptimalkan anggaran yang ada untuk menyentuh kepentingan rakyat. Bila sebagian OPD/SKPD mengalami penurunan anggaran, Ketua DPP PKPI Sumut tersebut berharap akselerasi pembangunan daerah tidak di-nomor-dua-kan. Namun jika OPD/SKPD memiliki anggaran besar semisal Dispora Sumut (dana PON), seyogianya benar-benar konsisten memaksimal kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan daerah. "Tolong OPD/SKPD mengurangi program kerja bersifat seremonial atau sasaran tak jelas," imbau Legislator asal Dapil Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Samosir, Kab Humbahas, Kab Tapteng dan Kota Sibolga itu.

     

    Penandatanganan Bersama

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com sebelumnya di ruang Paripurna, tepat pukul 13.55 WIB, Gubsu Edy Rahmayadi dan pimpinan Dewan menandatangani pengesahan Ranperda APBD Sumut 2019 serta Ranperda Fasilitasi Pencegahan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Dalam sambutannya, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, semua program pengadaan barang dan jasa harus mempedomani aturan/ketentuan serta menjauhkan praktik korupsi. "Semoga kerjasama Pemprovsu dan Dewan menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. Pada sisi lain, Gubsu menyebut urgensi pembahasan Ranperda Fasilitasi Pencegahan Narkoba. Menurut Gubsu, fungsi Narkotika memang bisa jadi obat dan pengembangan ilmu pengetahuan. Tapi ketika disalahgunakan, Gubsu percaya bakal berdampak buruk dan membuat orang ketergantungan. "Narkoba telah merambah desa, kota bahkan semua lapisan. Penyalahgunaan Narkoba sangat mengkhawatirkan. Peredaran gelap Narkoba tidak boleh dicegah saja melainkan dilawan bersama oleh semua komponen," tutup Gubsu. Menariknya, usai Gubsu bicara, anggota F-PKS DPRDSU Ikrimah Hamidy melakukan interupsi. Dia mengkritik isi pidato Gubsu. "Konsep pidato Gubsu tolong diperbaiki kedepan. Sebab tidak mencerminkan sambutan seorang kepala daerah saat pengesahan Ranperda," sindir Ikrimah. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER