Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 397,   Bulan Ini : 56.205
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 15 Oktober 2018 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 162 kali

    Publikasi MTQN Dianggap Lemah tak Sesuai Anggaran, DPRDSU Panggil Kadis Kominfo & Kabiro Humas

    Budiman Pardede
    Ketua Komisi A DPRDSU HM Nezar Djoeli, ST, (kiri) dan Wakil Ketua Komisi A DPRDSU Muhri Fauzi H. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) HM Nezar Djoeli, ST dan Wakil Ketua Komisi A Muhri Fauzi H prihatin. Bukan apa-apa, publikasi kegiatan MTQ Nasional ke-27 tahun 2018 di Sumatera Utara (Sumut) yang telah ditutup Wapres Jusuf Kalla pada Jumat malam (12/10/2018), dianggap lemah, kurang optimal serta tidak sesuai alokasi anggaran. Apalagi, terang Nezar dan Muhri, banyak laporan masuk ke DPRDSU terkait pemotongan dana publikasi dan honor petugas yang diduga dilakukan Kadis Kominfo Sumut serta Kabiro Humas kantor Gubsu. 

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Jumat sore (12/10/2018), ke-2 legislator menyesalkan minimnya publikasi panitia MTQN sejak awal sampai penutupan kegiatan. Realitas itu disebut Nezar menjadi preseden buruk bagi Pemprovsu karena realisasi publikasi tidak sesuai alokasi dana yang sudah disetujui DPRDSU. Nezar mengungkapkan, salah satu fakta miris adalah tidak terbukanya website panitia untuk diakses publik se-Indonesia bahkan dunia. "Boleh dilihat sama-sama, ayo kita investigasi. Saya harap auditor BPK masuk. Lihat saja, sesuai gak alokasi anggaran, honor diterima petugas bahkan publikasi yang muncul ke permukaan," selidik Nezar. Politisi Partai NasDem ini meyakini, lemahnya publikasi MTQN berdampak memalukan Provinsi Sumut selaku tuan rumah. Menurut dia, kelemahan Biro Humas kantor Gubsu & Dinas Kominfo Sumut telah tercium jelas sejak Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah menjabat. "Marak muncul pemberitaan miring di Sumut tapi Biro Humas kantor Gubsu dan Diskominfo tidak memback-up. Kenapa bisa viral berita-berita miring tentang Gubsu dan Wagubsu di media online dan media massa lokal hingga nasional ? Terkesan ketidakmampuan Kabiro Humas kantor Gubsu dan Kadis Kominfo Sumut," cetus Nezar blak-blakan.

     

    Indikasi Pembiaran

     

    Wakil rakyat asal Dapil Sumut I Kec Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kec Medan Belawan ini melanjutkan, ada indikasi kuat pembiaran sehingga publikasi MTQN dan kinerja Gubsu-Wagubsu melorot di mata publik. Berbeda sekali saat pemerintahan HT Erry Nuradi sebagai Gubsu. Seluruhnya diback-up Diskominfo Sumut dan Kabiro Humas kantor Gubsu. Nezar memperkirakan, ada ketidaksenangan dan ketidakseriusan Diskominfo Sumut dan Biro Humas Pemprovsu. "Saya minta Pak Gubsu dan Pak Wagubsu mengevaluasi Kadis Kominfo dan Kabiro Humas kantor Gubsu. Ayo lihat, kenapa IT dan fasilitas pendukung untuk MTQN minim ? Andaikan ada, apakah dapat diakses secara baik ? Sangat memalukan," ucapnya. Nezar pun menyerukan dilakukan audit investigasi terhadap kinerja/program Biro Humas dan Dinas Kominfo Sumut. Bagi dia, dengan anggaran yang begitu besar, harusnya DPRDSU tidak mendengar apalagi menerima laporan miring tentang website daerah-daerah bahkan panitia yang sulit diakses seputar informasi MTQN. "Banyak mengeluh dari daerah lain. DPRDSU segera memanggil Kadis Kominfo Sumut dan Kabiro Humas kantor Gubsu. Kita minta pertanggungjawaban data-data website daerah-daerah yang sudah bisa dibuka melalui media online, tv hingga media main stream. Tolong data-data itu segera dibuka. Berikan supaya kami bisa menjalankan tugas/fungsi pengawasan," imbau Nezar. Sedangkan Muhri Fauzi H menambahkan, meskipun pelasanaan MTQ Nasional sudah selesai, namun proses pertanggungjawaban tetap harus berjalan. Komisi A DPRDSU disebutnya mendorong pihak berkompeten seperti BPK dan Inspektorat untuk mengecek, mengaudit serta melakukan evaluasi terhadap semua program Dinas Kominfo/Biro Humas kantor Gubsu yang masuk dalam kegiatan MTQN. "Saya yakin pasti banyak yang ingin menikmati kegiatan MTQN sejak dibuka sampai ditutup kemarin. Tapi karena penghormatan terhadap acara ini, maka protes publik tidak keluar. Walau event selesai, tetap wajib dievaluasi," ingatnya.

     

     

    Anggaran HIbah, Bukan Dikelola OPD

     

    Terpisah, www.MartabeSumut.com menghubungi Kadis Kominfo Sumut Fitriyus, Minggu siang (14/10/2018). Berbicara melalui saluran telepon, Fitriyus mengajak DPRDSU dan publik tidak melihat kelemahan melainkan kegiatan MTQN yang sukses berjalan baik. "Kita jangan lihat kelemahan. Bagian publikasi urusan Biro Humas kantor Gubsu, bukan saya. Masalah anggaran, itu hibah bukan dari anggaran OPD/SKPD. Tak ada OPD/SKPD kelola anggaran MTQN. Jangan lihat sisi negatif aja. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, ya berfikir positif aja. Semua pasti ada kelemahan. Apalagi dalam hidup. Semua bisa dicari-cari. MTQN terlaksana bagus, baik dan semua orang apresiasi," tepis Fitriyus, sembari menambahkan, satu sen pun tak ada dana dikelola OPD/SKPD apalagi Dinas Kominfo Sumut. Berapa jumlah dana hibahnya ? Fitriyus mengaku kurang tahu persis. Dia meminta supaya ditanya kepada Kabiro Humas kantor Gubsu. Menyinggung rencana panggilan Komisi A DPRDSU, Fitriyus menyatakan siap. "Kita gak apa kalo dipanggil Komisi A. Kami akan jelaskan, kami tak ada kelola anggaran MTQN," ujarnya. Lalu, bagaimana soal berita miring Gubsu dan Wagubsu yang belakangan gencar sehingga dianggap kegagalan Dinas Kominfo Sumut serta Kabiro Humas kantor Gubsu ? Kali ini Fitriyus terdengar menarik nafas panjang. Bagi dia, tak ada manusia yang sempurna. "Begini ya, kalo dicari-cari kesalahan, mari kita tanya diri sendirilah. Tahunya saya semua ini. Kalo dicari-cari kelemahan hidup, ya pasti ada saja kelemahan. Alhamdulillah, puji Tuhan, MTQN berjalan baik. Ada kekurangan, ya manusiawi sekali," tutup Fitriyus. Sementara itu, Kabiro Humas kantor Gubsu Ilyas Sitorus tidak mengangkat ponselnya saat ditelepon www.MartabeSumut.com, Minggu siang (14/10/2018). Pesan konfirmasi melalui saluran WhatsApp juga tidak dibalas Ilyas Sitorus sampai berita ini diturunkan. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER