Senin

22 Okt 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.862,   Bulan Ini : 59.533
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 24 September 2018 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 159 kali

    Bahas Konflik Driver Angkutan Online vs PT TPI, DPRDSU Ingatkan Jangan Imingin Mobil tapi Nipu

    Budiman Pardede
    Komisi A, C, D dan E DPRDSU menggelar RDP Gabungan terkait konflik driver angkutan mobil online dengan PT TPI, Selasa (18/9/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi A, C, D dan E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan membahas konflik Driver Berbasis Online se-Sumut (DBOSS) dengan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI), Selasa (18/9/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Dalam kesempatan itu, DPRDSU mengingatkan PT TPI agar tidak membuat iklan kepada driver seolah-olah akan memiliki mobil selama 5 tahun tapi terindikasi penipuan.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP dipimpin Wakil Ketua Komisi C DPRDSU Zeira Salim Ritonga, SE. Tampak hadir anggota DPRDSU diantaranya Sarma Hutajulu. Ebenejer Sitorus, Sujian, Anhar Monel, Muchrid Nasution, Leonard S Samosir dan Sutrisno P. Pihak eksternal meliputi: dari DBOSS diwakili Joko Pitoyo, PT TPI tampak Halim Wijaya dan Margareth, Pengacara DBOSS Daniel Oppusunggu, dar PT Grab Indonesia Pandu Budiarso dan Guruh, perwakilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sumut serta pihak kepolisian.

     

    Zeira Salim mengatakan, PT TPI terkesan memakai modus mencari driver melalui iklan dengan iming-iming dapat mobil selama 5 tahun. Tapi realitasnya justru merugikan driver alias penipuan. Sebagai perusahaan jasa penyedia sopir kepada pihak PT Grab Indonesia sekaligus memberi fasilitas kredit mobil dengan DP Rp. 5 juta, tegas Zeira, kerjasama PT TPI dan PT Grab seharusnya tidak merampas hak-hak driver angkutan mobil online. "Ada gak perjanjian kedua belah pihak ? Perlu kami lihat. Supaya tuntutan DBOSS bisa dijawab dan kita tahu apakah ada kebijakan PT TPI diluar perjanjian," cetus politisi PKB tersebut. Anggota Komisi A DPRDSU Sarma Hutajulu lebih keras lagi. Bagi dia, sejak awal sudah terlihat bahwa PT TPI tidak punya niat baik. Sarma mensinyalir, ada unsur penipuan dilakukan PT TPI. "Kita minta polisi memproses. Masak deposit Rp. 5 juta bisa dapat mobil selama 5 tahun ? Tapi setelah saya baca perjanjiannya, 1 klausul pun tak ada ruang bagi driver untuk memiliki kendaraan," heran Sarma. Politisi PDIP ini pun meminta PT Grab memutus perjanjian dengan PT TPI bila terbukti merugikan banyak pihak. "Monopoli namanya. Terlalu banyak vendor. Saya rasa perlu dievaluasi perjanjian driver dengan TPI. Pembelajaran kita semua agar kelak warga semakin cermat. Kita butuh kerja, namun cobalah lebih teliti. Tolong pengawasan Dishub. Kalau perlu lahir Perda untuk mengayomi transportasi online melalui regulasi daerah," usul Sarma.

     

    Jadi Sapi Perahan PT TPI

     

    Sebelumnya, perwakilan DBOSS Joko Pitoyo mengungkapkan, hingga kini ribuan driver yang merupakan warga Sumut telah dijadikan sapi perah oleh PT TPI. Joko meyakini, para driver telah ditipu dan sekarang sudah sadar. Sehingga driver mulai berjuang dan bangkit melawan kezoliman tipu muslihat PT TPI. Joko menuntut deposit driver dikembalikan termasuk pembayaran rental fee. Apalagi terjadi penarikan unit kendaraan semena-mena dan banyak driver ketakutan. "Hak-hak kami dirampas. Driver ditakut-takuti dengan ancaman penarikan mobil yang dikredit dari PT TPI. Kami akan pertahankan hak di PT TPI. Grab sebaiknya menghentikan sementara orderan dari PT TPI. Berat sekali bayar cicilan mobil Rp. 1.250.000/minggu," ingatnya. Pengacara DBOSS Daniel Oppusunggu menginformasikan, masalah driver DBOSS dengan PT TPI telah masuk proses hukum. Daniel menilai, psikologi perjanjian kontrak yang ditandatangani driver dengan TPI sangat tidak etis bahkan merugikan para sopir. Selama ini, singkap Daniel, sopir bekerja pada angkutan taksi Bluebird, angkot serta bus. Tapi lantaran muncul iklan fantastis yang disampaikan ke publik dengan iming-iming kepemilikan mobil, maka driver berbondong-bondong mendaftar ke PT TPI. "Iklan PT TPI dibungkus dalam informasi karena uang DP Rp. 5 juta. Driver sengaja dikumpulkan sebanyak-banyaknya dan dijanjikan diberi salinan perjanjian," beber Daniel. Sampai saat ini, imbuhnya lagi, tak sampai 5 persen driver menerima hak-hak yang dijanjikan PT TPI. "Katanya ada 1.500 driver PT TPI. Tak ada jaminan pada driver dalam perjanjian itu. Driver DBOSS sering demo ke Grab dan PT TPI. Keberadaan PT TPI menimbulkan konflik antara driver TPI dan driver individu Grab. Terjadi persaingan usaha tidak sehat. Penarikan paksa dilakukan bila tak bayar kredit setiap minggu. Konkretnya, kami minta hak deposit dikembalikan termasuk pembayaran rental fee," imbau Daniel.

     

    Tak Bisa Penuhi Tuntutan & Tolak Disebut Penipuan

     

    Kepala Operasional PT TPI Halim Wijaya menjawab, secara pasti tuntutan DBOSS tidak mungkin dipenuhi. Halim mengaku, perusahaan tetap membuka ruang untuk hitung-hitungan dengan konsep win-win solution. "Tapi kalo minta rental fee sejak awal, ya gak mungkin. Perjanjian kami sewa. Perjanjian kami sewa dengan loyalty program. Jika driver berhasil bertahan 5 tahun tanpa kecurangan, maka mereka mendapat loyalty program," ujarnya. Sebagai perusahaan rental kepemilikan mobil roda 4, Halim menyatakan PT TPI hanya bekerjasama dengan PT Grab Indonesia dalam penyediaan driver. "Tidak benar kami melakukan penipuan. Kami rental kepemilikan kendaraan roda 4. Setelah 5 tahun baru dimiliki. Tidak benar kami intimidasi dan memaksa apalagi menakut-nakuti. Kami mengundang dan melakukan seleksi pengemudi kendaraan. Bisa dikonfirmasi juga bahwa kami punya program CSR. Ada asuransi jiwa, kesehatan dan bea siswa," tepis Halim. Secara asset dan BPKB, Halim membenarkan kepemilikan atas nama PT TPI tapi kendaraan dikuasai Kapten selaku driver atau kreditur mobil. "Driver kami yang bagus di Grab bekerja 50-60 jam 1 minggu. Driver yang bagus ketemu dengan passenger loyal dan baik. Grab punya sistem dan algoritma yang selalu diperbaiki supaya baru," akunya. Margaret menambahkan, PT TPI bergerak dan tumbuh pesat sampai sekarang. Kewajiban perusahaan disebutnya melakukan training, pengurusan kantor hingga perbaikan gratis kendaraan yang rusak di bengkel resmi Astra. Sedangkan perwakilan PT Grab Indonesia Pandu Budiarso dan Guruh berpendapat, semenjak dini pihaknya sudah mencermati akar masalah. "Kasus serupa pernah terjadi di Jakarta. Kami sudah dipanggil juga bersama TPI di Jakarta. Memang hanya sebagian kecil atau 5-10 persen saja yang telah menerima hak sesuai perjanjian TPI," ujar Pandu. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER