Rabu

12 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 16 September 2018 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 207 kali

    ASN/PNS Sumut Juara I Terlibat Korupsi, Toni Togatorop: Jadi Sindikat Jaringan di Birokrasi

    Budiman Pardede
    Ketua FP-Hanura DPRDSU Toni Togatorop, SE, MM, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ketua FP-Hanura Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Toni Togatorop, SE, MM, miris mengetahui data Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang 2.674 ASN/PNS di Indonesia terlibat korupsi. Apalagi, dari data tersebut, sebanyak 298 ASN/PNS bertugas di Provinsi Sumut dan memposisikan Sumut predikat ranking I terbanyak memiliki aparat/pejabat korupsi se-Indonesia. Toni pun meyakini korupsi telah menggurita sebagai sindikat jaringan sistematis di birokrasi Pemerintahan Indonesia khususnya Provinsi Sumut (Pemprovsu).

     

    Dikonfirmasi www.MartabeSumut.com, Sabtu siang (15/9/2018), Toni menyatakan mendukung penuh Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 180/6867/SJ yang diterbitkan 10 September 2018 dan ditandatangani Mendagri Tjahjo Kumolo. Menurut dia, SE tersebut ditujukan kepada seluruh kepala daerah agar memberi tindakan tegas pemecatan terhadap jajaran ASN/PNS korupsi yang vonisnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. "Kita malu Sumut juara I daerah korupsi. Kita sedih mengetahui 298 ASN/PNS Sumut terlibat korupsi. Kita minta Gubsu Edy Rahmayadi segera melakukan pembinaan dan pengawasan melekat terhadap mental ASN/PNS di Sumut," tegas Toni melalui saluran telepon.


    Koruptor Punya Sindikat di Birokrasi Pemerintahan


    Anggota Komisi B DPRDSU membidangi perekonomian ini menilai, bila dari 2.674 ASN/PNS korupsi sudah 317 diberhentikan tidak hormat, maka sisanya sebanyak 2.357 harus diberhentikan bekerja dan jangan diberi gaji bulanan. Toni memastikan, ribuan data ASN/PNS nakal tersebut membuktikan bahwa para koruptor telah memiliki sindikat jaringan sistematis di birokrasi pemerintahan. "Saya setuju bila Anda menyebut istilah pembusukan budaya antara pimpinan, staf dan kroni-kroni pemerintahan. Itulah sindikatnya. Praktik KKN terus dibudayakan mereka bersama-sama sehingga terbentuk jaringan birokrat korup," terang Toni.

     

    Oleh sebab itu, lanjut wakil rakyat asal Dapil Sumut XI Kab Tanah Karo, Kab Dari dan Kab Pakpak Barat ini, pola pembusukan budaya KKN di birokrasi Pemprovsu wajib segera diamputasi oleh kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah. Artinya, kata Toni lebih jauh, jangan ada lagi praktik pembiaran atas penyimpangan mental ASN/PNS yang mencuri uang negara. Bila ASN/PNS terbukti salah, Toni meminta diproses sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan ketika penyimpangan itu bersentuhan dengan delik pidana, seyogianya diteruskan ke ranah hukum. "Saya rasa korupsi ini soal mental aparat, pejabat dan birokrat. Mental yang masih suka minta disuap, minta grativikasi hingga perbuatan korup. Harusnya ASN/PNS menghadirkan kinerja dan disain pembangunan yang hebat. Kok malah sindikat jaringan korupsi di birokrasi pemerintahan yang kian menguat," sindirnya tak habis fikir. Bagi Toni, kepala daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) urgen berkoordinasi dengan BKN. Sebab BKN punya kewenangan pengendalian di bidang norma, standard, prosedur serta kriteria manajemen ASN/PNS. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER