Selasa

16 Okt 2018

Pengunjung Hari Ini : 3.081,   Bulan Ini : 42.444
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 14 September 2018 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 145 kali

    Dituduh Penadah Ibu Dihakimi & Diikat di Pohon, Fahrizal Nasution: Tangkap Pelaku, Stop Main Hakim

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU H Fahrizal Efendi Nasution, SH, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (13/9/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Fahrizal Efendi Nasution SH, kecewa. Kesal mengetahui aksi massa main hakim sendiri terhadap seorang ibu yang tinggal di daerah Medan Estate, Deli Serdang, Rabu pagi (12/9/2018). Padahal, sang ibu cuma dituduh penadah sepatu lantaran 2 orang pemuda datang ke rumahnya menjual sepatu seharga Rp. 15 ribu pada Selasa malam (11/9/2018).

    Dikonfirmasi www.MartabeSumut.com, Kamis siang (13/9/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Fahrizal menyatakan prihatin melihat video viral dari akun Facebook bernama Siliyana Angelita M. Wanita yang ternyata anak kandung si ibu, itu disebut Fahrizal terisak-isak meluapkan jeritan hati melalui media sosial dan mengaku telah dianiaya bersama ibunya oleh warga di wilayah tempat tinggal mereka. Politisi Hanura ini pun mengutuk aksi massa karena mengarak si ibu dan mengikatnya di pohon. "Kita sesalkan dan kutuk cara-cara main hakim serta perbuatan persekusi. Kalo ibu itu salah, laporkan ke polisi. Kita negara hukum (rechtsstaat). Apa sudah pasti dia penadah ? Kok langsung main hukum rimba," geram Fahrizal.

    Anggota Komisi D DPRDSU membidangi pembangunan itu mengungkapkan, sesuai Pasal 55 KUHPidana, ada 4 perbuatan yang bisa dijerat delik pidana. Yaitu pelaku, turut serta, membujuk dan menyuruh. Kemudian Pasal 56 tentang pihak yang ikut membantu perbuatan. Artinya, terang Fahrizal lagi, polisi tinggal turun mencocokkan siapa berbuat dan apa yang diperbuat. "Stop Stop main hakim jalanan. Jangan biarkan tindak kriminal terjadi di lingkungan masyarakat. Apalagi kalo ada yang membawa-bawa nama Ormas. Polisi harus turun ke lokasi menyelidiki, menyidik dan menangkap semua pelaku," imbaunya. Wakil rakyat asal Dapil Sumut VII Kab Tapsel, Kab Madina, Kota Padang Sidempuan, Kab Palas dan Kab Paluta ini mengimbau Kapoldasu dan Wakapoldasu mengawasi proses hukum yang sudah diadukan anak sang ibu ke Polrestabes Medan. "Jangan biarkan kesewenang-wenangan dan aksi main hakim sendiri itu. Tangkap semua pelaku yang terlibat," tutup Fahrizal. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER