Selasa

20 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 327,   Bulan Ini : 66.600
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 3 September 2018 | 00:08 WIB

    Telah dibaca 187 kali

    24 Proyek Water Fairies Rp.10 M Dipertanyakan, DPRDSU: Banyak Kejanggalan, Kita Panggil Dinas LH

    Budiman Pardede
    Anggota Komisi D DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Syamsul Qodri Marpaung, Lc mempertanyakan proyek pengadaan 24 water fairies/purifier atau fasilitas air minum siap saji senilai Rp 10 Miliar untuk beberapa kab/kota di Provinsi Sumut. Pasalnya, proyek milik Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang bersumber dari dana APBD Sumut 2017, itu banyak kejanggalan bahkan memunculkan persoalan terkait usulan anggaran baru pembuatan sumur dalam. Akibatnya, Komisi D DPRDSU berencana memanggil Dinas LH khususnya Kadis LH lama Hidayati, yang kini menjabat Kadis Pariwisata Sumut.

    Kepada www.MartabeSumut.com, Jumat siang (31/8/2018), Syamsul Qodri membeberkan, beberapa hari lalu Komisi D DPRDSU telah melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke beberapa wilayah untuk melihat realisasi ke-24 proyek. Saat berada di Kab Tanah Karo, ungkapnya, 3 fasilitas water fairies belum berfungsi dengan alasan sulitnya mendapat sumber air dari sumur permukaan. "Proyeknya pengadaan barang/jasa mesin penyedia air minum siap saji buatan Korea. Tender pekerjaan meliputi pembuatan sumur permukaan sebagai sumber air. Kemudian pengadaan instalasi bak penampungan air. Satu unit water fairies dibandrol sekira Rp. 400 juta-an," terangnya melalui saluran telepon. Menurut Syamsul Qodri, 3 unit yang dilihat di Kab Karo ternyata tidak berfungsi sama sekali. Kontrakto beralasan bahwa sumur permukaan terlalu dangkal sehingga sulit menghasilkan pasokan air.

     

    24 Unit Bermasalah


    Politisi PKS itu melanjutkan, dari 24 unit proyek water fairies, 8 titik gagal beroperasi karena tidak ada sumber air dari sumur permukaan. Sedangkan 16 yang aktif justru mengambil sumber air dari area yang tidak sesuai perencanaan proyek. Artinya, ungkap Syamsul Qodri, 16 water fairies yang beroperasi mengambil sumber air dari lokasi lain semisal mesjid. "Jelas sekali perencanaan proyek sangat buruk. Sebanyak 8 titik punya sumur permukaan tapi kontraktor berdalih minta sumur dalam agar menghasilkan sumber air. Sementara 16 titik unit belum jelas apakah kontraktornya membangun sumur permukaan atau tidak. Kita segera jadwalkan RDP memanggil Kadis LH Sumut," tegasnya dengan nada tinggi. Lebih Ironis lagi, singkap Syamsul Qodri, kendati anggaran 8 proyek water fairies yang gagal telah dibayarkan kepada pihak ketiga, namun tahun 2018 perusahaan kontraktor tersebut kembali mengerjakan proyek sumur dalam. Legislator membidangi pembangunan ini memastikan, kejanggalan itu patut diselidiki sebab proses tender pembuatan sumur dalam belum selesai dilakukan. "Logikanya begini ya, kalau sejak awal perencanaan tender proyek 24 water fairies mengatur pembuatan sumur permukaan sebagai sumber air, kenapa kontraktor lama menyanggupi ? Lalu, kenapa setelah selesai dikerjakan muncul permintaan pembuatan sumur dalam ? Dan kenapa pula kontraktor yang gagal tiba-tiba mengerjakan pengadaan sumur dalam ? Sudah gagal kok dipercaya lagi ? Ada yang tidak beres," geram wakil rakyat asal Dapil Sumut V Kab Asahan, Kota Tanjungbalai dan Kab Batubara ini tak habis fikir. Terpisah, www.MartabeSumut.com menghubungi ponsel mantan Kadis LH Sumut Hidayati, Minggu siang (2/9/2018). Sayang sekali, kendati sudah ditelepon 3 kali, yang terdengar hanya nada panggil atau tidak diangkat. Konfirmasi melalui pesan SMS yang dikirimkan juga tidak dibalas sampai berita ini diterbitkan. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER