Rabu

14 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.934,   Bulan Ini : 46.115
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 25 Agustus 2018 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 202 kali

    Jutaan Ikan Mati di Danau Toba, Tigor Lumbantoruan: Teliti, Jangan Sampai Dianggap Tercemar B3

    Budiman Pardede
    Anggota Komisi B DPRDSU Ir Tigor Lumbantoruan saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ir Tigor Lumbantoruan mendesak Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Pemerintah 7 Kabupaten sekitar Danau Toba, instansi terkait dan Pemprovsu meneliti kualitas air di perairan Danau Toba. Bukan apa-apa, matinya jutaan ikan mas, mujair dan nila dari dalam keramba nelayan di perairan Danau Toba Pangururan Kab Samosir Sumatera Utara (Sumut) sejak Selasa-Kamis (21-23/8/2018), merupakan peristiwa miris yang berdampak pada 2 efek domino negatif.

    Pada satu sisi, ungkap Tigor, merugikan perekonomian nelayan, warga setempat khususnya masyarakat Pangururan Kab Samosir. Di sisi lain, rentan merusak destinasi wisata Danau Toba akibat image buruk publik terhadap kualitas air Danau Toba yang dianggap tercemar. Legislator asal Dapil Sumut IX Kab Samosir, Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Humbahas, Kab Tapteng dan Kota Sibolga ini memastikan, para pemangku kepentingan patut serius menyikapi 2 efek domino tersebut. "Sampai sekarang kita belum tahu penyebab kematian jutaan ikan di Samosir.  Saya dapat info, ikan-ikan dalam keramba yang dikelola petani di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir sudah mau panen. Tapi justru mulai lemas sejak Senin 20 Agustus 2018. Makanya harus ada penelitian dan pengkajian khusus," ucap Tigor kepada www.MartabeSumut.com, Jumat siang (24/8/2018).

     

    Danau Toba Tercemar Limbah B3 ?


    Dihubungi di Jakarta melalui saluran telepon, politisi PKB itu menilai, bisa saja petani memiliki usaha keramba ikan dalam jumlah kecil, menengah dan besar. Artinya, sekecil apapun keramba milik petani, tetap saja kematian jutaan ikan sejak 21-23 Agustus 2018 itu sangat merugikan rakyat sehingga perlu diselidiki sampai tuntas. Apakah ikan mati disebabkan kurang oksigen atau lantaran air Danau Toba yang memang sudah tercemar limbah bahan berbahaya beracun (B3). "Kasihan petani di sana merugi besar. Saya minta BPODT, Pemprovsu, 7 Pemkab sekitar Danau Toba, instansi terkait dan terutama Bupati Samosir segera bertindak. Cari tahu supaya peristiwa serupa tidak berulang kembali. Matinya ikan di perairan Danau Toba bukan baru 1 kali terjadi. Cepat teliti demi menjaga keamanan, kenyamanan dan keasrian ekosistem kawasan wisata Danau Toba," imbau Wakil rakyat membidangi perekonomian ini. Tigor membeberkan, berdasarkan catatan yang dimiliki, kematian massal ikan di Danau Toba pernah terjadi pada 2004 di kawasan Haranggaol karena virus Herves Koi. Selanjutnya bulan Mei 2016 lebih dari 1.000 Ton ikan mati tapi tidak ada keterangan resmi tentang penyakit ikan. Terakhir, awal 2017 terjadi lagi kematian massal ikan di kawasan Tongging dan Silalahi tanpa alasan jelas.

    Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Direktur Destinasi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) M Tata Syafaat R, Jumat siang (24/8/2018). Dihubungi melalui saluran telepon, Tata mengusulkan jadwal konfirmasi pada waktu yang ditentukan kemudian. "Terimakasih sudah menghubungi saya. Terkait hal yang bapak tanyakan, mungkin lebih baik bertemu langsung. Silahkan datang ke kantor kami di Jalan Pattimura 125 Medan hari Selasa 28 Agustus 2018 pukul 10.00 WIB," janji Tata. Sedangkan Kadis Pariwisata Sumut, Hidayati, tidak mengangkat ponselnya saat dihubungi www.MartabeSumut.com, Jumat sore (24/8/2018). Pesan SMS konfirmasi yang dikirimkan juga belum dibalas sampai berita ini diterbitkan. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER