Senin

22 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 24 Agustus 2018 | 00:11 WIB

    Telah dibaca 320 kali

    Pemilu 2019 Rentan Konflik Sosial, Nezar Djoeli Beri "PR" Kapoldasu yang Baru

    Budiman Pardede
    Ketua Komisi A DPRDSU HM Nezar Djoeli, ST, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) HM Nezar Djoeli, ST, memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) baru Brigjen Agus Andrianto, yang selama ini menjabat sebagai Wakapoldasu. PR juga diberikan Nezar untuk Wakapoldasu Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto. Politisi Partai NasDem ini menyatakan, ke-2 pimpinan Polri di Sumatera Utara itu patut mewaspadai beberapa masalah krusial yang rentan memicu konflik horizontal. Diantaranya kerawanan sosial pasca-Pileg dan Pilpres 17 April 2019.

     

    Dikonfirmasi www.MartabeSumut.com di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol, belum lama ini, Nezar menilai, semenjak dini Poldasu harus proaktif melihat kerawanan sosial akibat perbedaan pilihan politik. "Saya ucapkan selamat bertugas buat Kapoldasu dan Wakapoldasu baru. Tolong jaga iklim kondusif jelang Pemilu 2019. Saya mensinyalir gesekan masyarakat akan semakin menguat. Jangan sampai dimanfaatkan pihak ketiga untuk provokasi dan adu domba," ingat Nezar melalui saluran telepon. Wakil rakyat membidangi hukum/pemerintahan ini mencontohkan, indikasi gesekan horizontal antara pendukung 2 pasang Capres-Cawapres telah terlihat jelas di media sosial. Artinya, timpal Nezar lagi, pola-pola saling menghujat, fitnah, hoax, ujaran kebencian, menebar permusuhan hingga olok-olok, banyak sekali terindikasi melanggar hukum. Nezar pun meminta tim siber Poldasu proaktif menjemput bola menyikapi realitas miris tersebut. "Harus diambil tindakan tegas bila ada yang melanggar hukum. Kalo dibiarkan, bisa menimbulkan preseden buruk dan contoh kurang baik terhadap orang lain," tegas Nezar.

     

    Konflik Tanah

     

    Pada sisi lain, lanjut Legislator asal Dapil Sumut I Kec Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kec Medan Belawan itu, Kapoldasu dan Wakapoldasu wajib menyahuti konflik tanah di Sumut melalui penanganan hukum secara tuntas. Sebab kasus-kasus tanah yang dibawa masyarakat ke DPRDSU cenderung mengambang alias tidak selesai secara hukum. Termasuk bertambahnya jumlah tahanan/Napi yang memunculkan persoalan baru pada Lapas/rumah tahanan di 33 kab/kota Sumut akibat over capacity. "Perlu ada solusi konkret. Politik anggaran DPRDSU siap membantu daerah bila dibutuhkan. Saya sudah ke LP dan rumah tahanan di Sumut. Kondisinya sumpek, padat dan memprihatinkan," singkap Nezar. Caleg 2019 dari Partai NasDem No urut 5 ini juga mengaku iba melihat peredaran Narkoba di Provinsi Sumut bak kacang goreng. Bagi dia, maraknya Narkoba beredar di kawasan hiburan adalah sesuatu yang tidak mungkin tidak diketahui aparat Polri. Sementara oknum aparat disebutnya patut diduga terlibat dan ikut membekingi pengusaha-pengusaha hiburan nakal. "Ngeri masalah Narkoba di Sumut Pak Kapoldasu. Sampai-sampai Sumut dapat ranking II Nasional zona merah Narkoba. Imbas lain muncul pula di Lapas. Pengedar dan pemakai Narkoba ditangkapi polisi, tapi tempat menahan mereka tak ada," herannya. Nezar berharap, pihak Polri, pemerintah pusat dan Pemprov Sumut memikirkan jalan keluar menghadapi tahanan khusus Narkoba serta fasilitas khusus rehabititasi para pecandu. "Kalo bisa tahanan Narkoba tersedia di 33 kab/kota Sumut. Oknum Polri nakal yang terlibat Narkoba ditindak serius. Kasihan generasi bangsa kita bisa hilang kedepan," pinta Nezar mengusulkan. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Pemilu 2019 Rentan Konflik Sosial, Nezar Djoeli Beri "PR" Kapoldasu yang Baru'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER