Rabu

22 Agu 2018

Pengunjung Hari Ini : 142,   Bulan Ini : 75.892
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 30 Juli 2018 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 150 kali

    Industri Asing Produksi Makanan di Sumut, Nezar Djoeli Imbau Kementerian Perindustrian Jeli

    Budiman Pardede
    Ketua Komisi A DPRDSU HM Nezar Djoeli, ST, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) HM Nezar Djoeli, ST, mengingatkan aparat dan pejabat kantor Kementerian Perindustrian di Jalan SM Raja Medan agar jeli mengawasi industri asing yang memproduksi beberapa jenis makanan ringan (snack) di Provinsi Sumut. Berdasarkan laporan warga konstituen dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I Kec Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kec Medan Belawan, singkap Nezar, snack ringan sejenis Chiki-Chiki asal China telah banyak beredar luas dikonsumsi publik.

     

    Politisi Partai NasDem ini khawatir, pihak Kementerian Perindustrian di Medan kurang mengawasi makanan yang masuk dari Cina bahkan negara asing lainnya. "Saya mensinyalir ada pabrik kemasan di Sumut tapi bahan mentahnya justru dari negara luar. Kan sangat berbahaya ? Apakah ada pengawasan Kementerian Perindustrian dan BPOM," ucap Nezar kepada www.MartabeSumut.com, Jumat sore (27/7/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Selaku wakil rakyat membidangi urusan hukum dan perizinan, Nezar pun mengaku belum pernah mendengar pengawasan Kementerian Perindustrian terhadap keberadaan industri asing yang memproduksi makanan di Medan/Provinsi Sumut.

     

    Oleh sebab itu, Komisi A DPRDSU meminta Kementerian Perindustrian segera menguji regulasi perusahaan-perusahaan asing yang mendistribusikan makanan di Sumut. Sedangkan pihak BPOM dimintanya mengumpulkan semua sampel makanan berlabel asing yang beredar bebas di berbagai mini market serta pasar-pasar modern. Dalam waktu dekat, lanjut Nezar lagi, Komisi A DPRDSU akan memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut untuk mengkoordinasikan masalah-masalah tersebut. "Bahaya sekali bila mereka lalai mengawasi produk makanan yang kita konsumsi setiap saat. Apakah Dinas Perindustrian/Perdagangan Sumut pernah membahas secara khusus bersama Kementerian Perindustrian di Medan ini ? Jangan-jangan ke-2 lembaga itu tak pernah koordinasi," sindir Nezar, sembari meminta masyarakat Sumut tetap waspada saat berencana membeli/mengkonsumsi makanan yang memakai label asing. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER