Jumat

16 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 3.014,   Bulan Ini : 54.874
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 20 Juni 2018 | 00:10 WIB

    Telah dibaca 265 kali

    Kapal Tenggelam di Danau Toba, Nezar Djoeli: Tim SAR & BPBD Sumut Tak Siap Tangani Emergency

    Budiman Pardede
    Ketua Komisi A DPRDSU HM Nezar Djoeli, ST, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) HM Nezar Djoeli, ST, geram. Kesal terhadap kinerja Tim Search and Rescue (SAR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut pasca-KM Sinar Bangun rute Pelabuhan Simanindo Kab Samosir menuju Tigaras Prapat Kab Simalungun tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) pukul 17.30 WIB. Politisi Partai NasDem ini pun meminta pemerintah pusat mengevaluasi Tim SAR dan BPBD di Sumut sebab tidak siap menangani kondisi emergency (darurat) saat musibah terjadi.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (19/6/2018), Nezar mengaku miris menyaksikan vidio amatir yang viral. Pasalnya, puluhan korban-korban yang terapung di Danau Toba justru diselamatkan oleh awak kapal penyeberangan Roro tanpa dukungan Tim SAR dan BPBD. "Saya kecewa dengan kinerja Tim SAR dan BPBD Sumut khususnya yang ngepos di sekitar Danau Toba. Ketika melihat rekaman vidionya, kok malah petugas kapal penyeberangan Roro yang sibuk ? Kenapa tak ada Tim SAR atau BPBD di sana ? Tahu gak arti search and rescue ? Cari dan selamatkan, bukan malah mereka yang dicari-cari saat keadaan darurat," sesal Nezar dengan nada tinggi. Padahal, lanjutnya lagi, Sumut punya helikopter dan kapal cepat yang dibeli dari dana APBD/APBN untuk mengantisipasi kondisi darurat. "Kemana mereka semua ? Dimana kapal dan fasilitas peyelamat ? Kasus ini membuktikan tidak adanya kesiapan Tim SAR dan BPBD bila musibah terjadi setiap saat," tegasnya. Nezar juga meminta pemerintah pusat segera mengevaluasi personel Tim SAR, Tim BPBD Sumut dan Tim BPBD kab/kota yang bertugas di sekitar Danau Toba. "Jangan ada alasan masih suasana Lebaran. Itu masalah internal mereka yang tidak perlu diketahui rakyat. Yang penting petugas wajib standby walau ada hari besar apapun. Atur dong siapa petugas jaga," terangnya. Terhadap awak kapal Roro yang cepat peduli membantu korban di perairan, Nezar mengapresiasi serta mengucapkan terimakasih. Sedangkan buat keluarga korban dia menyampaikan duka teramat dalam dan meminta tetap bersabar karena tak ada satupun yang ingin musibah terjadi.

     

    Dishub Sumut Diingatkan

     

    Pada sisi lain, Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I Kec Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kec Medan Belawan itu mengingatkan Dishub Sumut agar menjadikan musibah sebagai pelajaran berharga kedepan. Paling tidak, kapal-kapal kayu yang kerap beroperasi di Prapat jangan hanya diuji KIR secara formal di atas kertas. Namun petugas Dishub patut melihat langsung kondisi semua kapal yang akan berlayar membawa penumpang atau barang. "Ini masalah kemanusiaan loh, biasakanlah melihat kondisi fisik keseluruhan kapal. Periksa mesin hingga tonase maksimal muatan kapal. Saya dengar, manifest KM Sinar Bangun tak jelas sampai sekarang," heran Nezar tak habis fikir. Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa siang (19/6/2018) melalui jejaring pesan WhatsApp. Sutopo mengatakan, pihaknya belum mendapat data pasti berapa jumlah manifest penumpang KM Sinar Bangun. "Masih simpang siur datanya. Ada yang bilang 70, 80 dan 130 orang. Data manifest penumpang KM Sinar Bangun tidak ada, itu jadi kendala," akunya, sambil mengutip Siaran Pers Divisi Humas Polri seputar update korban. Sutopo merinci, hingga kini ada 18 korban selamat, 94 hilang dan 1 dikabarkan meninggal dunia atas nama Tri Suci Handayani (24) asal Aceh Tamiang.(MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER