Jumat

21 Sep 2018

Pengunjung Hari Ini : 133,   Bulan Ini : 52.461
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 16 April 2018 | 20:34 WIB

    Telah dibaca 253 kali

    Mobil Kredit Dirampas, Ade Ngaku Dianiaya Algojo OTO Leasing

    Redaksi
    Korban Ade (kiri) dan mobil yang dirampas leasing OTO. (Foto : Ist / www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    M Ade Putra Parlaungan Nasution (35) geram. Kesal terhadap perusahaan pembiayaan (leasing) PT OTO Multiartha yang mengutus 6 pria berbadan tegap merampas mobil Honda Brio miliknya BK 1621 ES, Rabu (11/04/2018). Ironisnya lagi, pola penyitaan mobil disebut Ade dilakukan dengan mencegat, memaksa bahkan menganiaya Ade di kantor PT OTO Multiartha di Jalan Putri Hijau Medan.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Minggu siang (15/4/2018), Ade mengaku menunggak cicilan mobil selama 2 bulan. Dia menceritakan, kejadian bermula saat melintas di dekat persimpangan Jalan Gatot Subroto Medan. Dia dicegat dan mobil dipaksa menuju kantor PT OTO Multiartha. Warga Medan Tembung itu cuma bisa diam ketika disandera menuju kantor leasing tersebut. "Saya sempat melawan waktu kunci mobil diambil paksa. Namun saya kalah kuat. Saya sendiri, mereka banyak Bang. Mereka mengaku debt collector PT OTO," terangnya. Tatkala perampasan terjadi, Ade menyatakan sempat berteriak minta tolong tapi warga sekitar tak peduli. Alhasil, pria berkulit putih ini menyerah saat dipaksa ikut ke kantor PT OTO Multiartha untuk membuat pernyataan janji bayar. Nah, setibanya di kantor OTO, Ade mengatakan dirinya langsung diseret naik ke lantai 3. Selanjutnya dia disuruh menghadap salah satu pria yang dikenali bernama Hendri Silaen.

     

    Ade Mengaku Dianiaya

     

    Di lantai 3 kantor itu, Ade bukannya disuruh membuat perjanjian bayar. Ade malah dianiaya 7 preman berkedok debt collector. "Mereka memiting leher saya dan memukuli badan saya. Saya mencoba meminta tolong tetapi semua orang di kantor itu hanya melihat saja," singkap Ade. Tak sampai disitu, Ade menyatakan diseret ke 1 ruangan untuk dianiaya dan dipukuli. Ade sempat mendapat akal untuk menghubungi polisi lewat handphone tapi dilarang keras oleh sejumlah preman di dalam ruangan itu. Lalu Ade melarikan diri dengan berlari ke luar kantor. Namun dia dikejar dan kembali diseret paksa masuk ke dalam kantor yang persis bersebelahan dengan rumah makan Sederhana. Ade memastikan punya itikad baik membayar tunggakan cicilan mobil milik adik sepupunya itu. Anehnya, saat akan melunasi via ATM, id pelanggan Ade justru sudah diblokir hingga akhirnya perampasan terjadi. Besoknya Kamis malam (12/4/2018), Ade melapor ke Polrestabes Medan. Polisi tak menggubris dengan alasan akan sulit berurusan sama pihak leasing. "Saya saja sudah jadi korban. Tapi saya gak melapor," ucap seorang oknum polisi di ruang SPKT Polrestabes Medan, seperti ditirukan Ade. Ade pun memilih pulang karena heran terhadap sikap polisi. Padahal mobilnya sudah dirampas paksa dan mengalami penganiayaan oleh sejumlah preman berkedok debt collector PT OTO.

     

    Lapor ke Polrestabes Medan

     

    Tak senang dengan perlakuan OTO leasing, akhirnya Ade mengadu ke Polrestabes Medan pada Jumat (13/4/2017) pukul 15.15 WIB. Laporan Ade bernomor STTLP/712/K/IV/2018/SPKT RESTABES MDN dan diterima Kanit SPKT "A" Ipda Sobaruddin Pasaribu. LP itu berisi terlapor penganiayaan bernama Togar Sitorus. Sayangnya, pengaduan Ade sebatas penganiayaan dan bukan perampasan kendaraan. "Mobil saya dirampas dan saya mengalami pemukulan dari 6-7 orang. Bahkan luka cakaran ada di lengan sebelah kiri dan telinga saya. Kasus perampasan mobil itu kok tak ditanggapi polisi ya," heran Ade bertanya.

     

    OTO Bantah Pemukulan

     

    Terpisah, Monang, mewakili Kepala Cabang PT OTO Multi Artha, membantah telah terjadi penganiayaan terhadap Ade apalagi di kantor leasing Jalan Putri Hijau Medan. Namun Monang membenarkan pada Rabu lalu tim debt collector PT OTO Multi Artha membawa seorang pria bernama Muhammad Ade ke lantai 3 kantor leasing tersebut. Menurut Monang, Ade membawa sendiri mobil kreditan jenis Honda Brio warna silver dan didampingi tim debt collector karena menunggak cicilan mobil atas nama debitur Desy alias Putri. 'Kita dapat info bahwa mobil berada di jalan. Makanya distop dan pengemudi mobil diajak ke kantor. Tidak ada pemukulan di kantor ini apalagi diseret-seret Bang,' tepis Monang kepada wartawan, Senin siang (16/4/2018).(MS/RED)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER