Selasa

16 Okt 2018

Pengunjung Hari Ini : 3.134,   Bulan Ini : 42.497
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 6 April 2018 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 165 kali

    Kasus Penganiayaan Tertinggi di Polsek Medan Baru

    Budiman Pardede
    Wakapolsek Medan Baru AKP S Simaremare saat dikonfirmasi di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa siang (3/4/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Wakapolsek Medan Baru AKP S Simaremare mengatakan, hingga kini kasus penganiayaan menempati posisi tertinggi sesuai laporan pengaduan masyarakat. Kemudian diikuti kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan beberapa kasus pidana umum lainnya. AKP Simaremare menilai, kasus penganiayaan terjadi antar-masyarakat. Kemudian diadukan untuk diproses sesuai KUHP Pasal 351. "LP tertinggi masih kasus penganiayaan," ucap AKP Simaremare kepada www.MartabeSumut.com, saat ditemui disela-sela mengamankan aksi unjukrasa massa di gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa siang (3/4/2018).


    Banyak Unjukrasa

     

    Pada sisi lain, AKP Simaremare mengungkapkan pula kesibukan aparat Polsek Medan Baru dalam mengamankan aksi unjukrasa yang tergolong cukup banyak. Menurut dia, setiap hari selalu muncul demonstrasi masyarakat yang melingkupi beberapa kawasan strategis dan vital. Diantaranya kantor Gubsu, kantor DPRD Sumut, kantor Pertamina, kantor Walikota Medan, Pengadilan Negeri Medan serta kantor DPRD Medan. AKP Simaremare memastikan, pihaknya wajib mengantisipasi setiap aksi unjukrasa agar tidak berlangsung anarkis. Sebab bila sudah menjurus anarkis, maka polisi disebutnya akan bertindak tegas. "Ya kita upayakan persuasif dulu. Kita minta supaya tertib, tidak merusak dan tidak mengganggu hak-hak publik," tegasnya.

     

    Bagi AKP Simaremare, wilayah tugas Polsek Medan Baru memang memiliki beberapa objek vital yang menjadi prioritas pengamanan. Artinya, ketika aksi unjukrasa terjadi pada kawasan vital semisal gedung DPRD Sumut, maka konsentrasi pengamanan berada pada prioritas utama. Dia mengimbau mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aksi sebaiknya menjaga aturan dan ketentuan yang digariskan polisi. Diantaranya tidak membakar ban pada lokasi yang dilarang dan mengakhiri batas waktu unjukrasa pukul 18.00 WIB. "Kita dukung warga menyalurkan aspirasi. Itu merupakan hak yang dijamin UU. Tapi tolong jangan nodai aspirasi yang bertujuan baik dengan aksi-aksi merugikan diri sendiri dan kelompok," ingat AKP Simaremare, sembari mengajak semua pihak yang berunjukrasa saling menghargai hak-hak publik.(MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER