Jumat

26 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 2 April 2018 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 520 kali

    1,6 Juta ASN/PNS Indonesia jadi Beban Negara, Doli Siregar Ingatkan Pemerintah Beri Skill Khusus

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Ir Doli S Siregar saat ditemui di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Asman Abnur mengeluarkan sindiran keras kepada 4,3 juta Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) secara Nasional. Menurut Men PAN-RB, dari 4,3 juta ASN tersebut, terdapat porsi terbesar selain guru adalah tenaga administratif sebesar 1,6 juta yang menjadi beban negara. Pasalnya, mereka hanya memiliki keahlian (skill) administratif. 

     

    Menanggapi statemen Men PAN-RB tersebut, anggota Komisi A DPRD Sumut Ir Doli Sinomba Siregar angkat suara. Politisi Patai Golkar ini menilai, seharusnya pemerintah/negara bertanggungjawab dengan realitas yang terjadi. Sebab, yang merekrut ASN/PNS adalah pemerintah. "Kan pemerintah yang rekrut dan pemerintah pula sebagai usernya," sindir Doli, saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com, Minggu siang (1/4/2018). Berbicara melalui saluran pesan WhatsApp, Doli memastikan, bila pemerintah merasakan terlalu banyak ASN/PNS sebatas tenaga administratif, maka bentuk tanggungjawab mengatasinya adalah dengan memberi pendidikan dan pelatihan (skil) khusus secara berkesinambungan. Artinya, timpal  Legislator asal Dapil Sumut VII Kab Tapsel, Kab Madina, Kab Padang Lawas, Kab Padang Lawas Utara dan Kota Padang Sidimpuan itu lagi, skill ASN/PNS sebenarnya bisa dideteksi dini saat perekrutan CPNS. Tapi selama ini Doli mencium rekrutmen CPNS bahkan tenaga honor sekadar bersifat kuantitatif. Menggemukkan birokrasi dan membawa koncoisme yang menganggur tanpa kebutuhan kerja pemerintahan. Akhirnya tenaga honor dan CPNS sebatas duduk, tak ada kerja, cuma urusan administrasi serta mengeluarkan banyak anggaran sia-sia. "Jadi tak berorientasi kualitatif atau bukan kebutuhan sistem birokrasi. Melainkan memposisikan ASN/PNS lama semakin malas atau sebagai tuan tanpa kerja karena memanfaatkan tenaga honor/CPNS yang baru," cetus Doli blak-blakan.

     

    Pemerintah Harus Selektif

     

    Wasekjen DPP Partai Golkar itu mengimbau, kedepan pemerintah perlu selektif saat melakukan rekrutmen ASN/PNS. Harus benar-benar berkualitas dan menjadi kebutuhan organisasi pemerintahan. Ketika pola rekrutmen ASN/PNS sudah mengandalkan kualitas, Doli percaya tahapan berikut dapat ditempuh melalui penguatan bidang pekerjaan, pembinaan, pelatihan hingga pengkaderan skill. Bagaimana bila selama ini tenaga administratif yang terus diperbanyak itu tidak diberi pemerintah skill khusus ? Doli justru terkejut mendengarnya. Bagi dia, acara seminar, kursus, pelatihan bahkan Bimtek ASN/PNS seharusnya memberi nilai tambah dalam peningkatan skill. "Masa sih ? Kalo tak ada bentuk pelatihan yang tepat, harusnya diciptakan pemerintah dong. Selama ini saya fikir acara pelatihan yang diselenggarakan di hotel-hotel bahkan ke berbagai daerah itu bertujuan meningkatkan skill ASN dan PNS. Seandainya formalitas belaka, untuk apa buang-buang anggaran," sesalnya. Doli memastikan, dengan perkembangan pesat teknologi sekarang, dibutuhkan birokrat yang tidak hanya memiliki keahlian administratif melainkan kemampuan teknologi serta keandalan mengikuti perkembangan zaman. Dari jumlah 1,6 juta ASN/PNS yang didominasi tenaga kerja administratif, Doli melihat keniscayaan teknologi menggantikan keberadaan tenaga administratif tersebut. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda '1,6 Juta ASN/PNS Indonesia jadi Beban Negara, Doli Siregar Ingatkan Pemerintah Beri Skill Khusus'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER