Sabtu

18 Agu 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.313,   Bulan Ini : 60.374
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 27 Maret 2018 | 00:06 WIB

    Telah dibaca 186 kali

    BMKG Gelar Talk Show HMD ke-68, Rakyat Wajib Paham Iklim, Cuaca & Gempa Agar Waspada Bencana

    Budiman Pardede
    Parlindungan Purba (kiri), Edison Kurniawan (tengah) dan Riadil Akhir Lubis Talk Show HMD ke-68, Senin siang (26/3/2018) di kantor BMKG Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BB BMKG) Wilayah I Medan merayakan Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-68 tahun 2018 dengan menggelar talk show bertajuk "Waspada Cuaca, Peduli iklim untuk Masyarakat Aman dan Sejahtera", Senin (26/3/2018) pukul 09.00 WIB di aula kantor BB BMKG Wilayah I Jalan Ngumban Surbakti Selayang Medan. Tiga pembicara inti tampil diantaranya Kepala BB BMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan, SSI, MSi, Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH, MM dan Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut DR Ir H Riadil Akhir Lubis, MSi.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com, kegiatan dimulai pembacaan saffety introduction, doa pembuka, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta laporan Ketua Panitia oleh Syahnan. "Acara akan membahas masalah iklim, cuaca dan gempa bumi supaya masyarakat semakin waspada bencana," ucap Syahnan dalam laporannya. Saat talk show dimulai, Edison Kurniawan menegaskan, tepat 23 Maret 2018 adalah peringatan HMD ke-68 sebab World Meteorologi Organization (WMO) berdiri tahun 1950 dan mengkoordinir 188 BMKG berbagai negara. "Ada Perpres No 61/2008 tentang layanan strategis BMKG. Meteorologi itu bahasa Yunani. Dari kata meteoros (ruang angkasa/atmosfir) dan logos (ilmu). Menurut Edison, UU No 31/2009 menjadi dasar hukum pelaksanaan fungsi BMKG sebagai penyelenggara tugas meteorologi yang disesuaikan perkembangan ilmu dan teknologi. "Tugasnya preventif memberi informasi kepada publik seputar iklim/cuaca dengan bahasa sederhana serta mudah dimengerti," terang Edison, sembari menambahkan, untuk meningkatkan kewaspadaan bersama, dibangunlah early warning system (peringatan dini) melalui visual display cuaca informasi di Bandara Kuala Namu, Pelabuhan Belawan, Stasiun KA, kantor Gubsu, kantor BPBD Sumut dan kantor BMKG Wilayah I Medan. Edison memastikkan, BMKG berperan cukup strategis dalam menyampaikan informasi cuaca dan iklim kepada publik. Bahkan BMKG disebutnya punya 1 aplikasi Info BMKG berisi konten iklim, cuaca dan kegempaan yang bisa diunduh dari ponsel android. "Fokus BMKG sistem peringatan dini tentang iklim dan cuaca agar dapat diantisipasi warga di seluruh daerah. Contoh angin puting beliung di Tanah Karo beberapa waktu lalu. Kita keluarkan peringatan dini 1 jam sebelum musibah terjadi dan warga mampu mengantisipasi. Cuaca dan iklim sangat penting. Akurasi prediksi BMKG di atas 80 persen," yakin Edison, sembari merujuk UU No 31/2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang mengatur 7 sektor penting meliputi pengelolaan bencana oleh BMKG.

     

    Ancaman Bencana 2 kali Lipat

     

    Sedangkan Riadil berpendapat, sedari 40 tahun terakhir ancaman bencana terjadi 2 kali lipat. Terakhir tahun 2004 saat gempa dan tsunami di Aceh/Nias sehingga lahirlah UU No 24/2007 tentang penanggulangan bencana. Riadil mengakui, ancaman bencana di Sumut mencapai 12 jenis semisal banjir, gempa bumi, longsor dan angin topan. "Dari 33 kab/kota di Sumut hampir tiap hari gempa bumi. Erupsi Gunung Sinabung juga terjadi tiap hari. Longsor dan banjir kerap terjadi di pantai timur. Nah, dalam meningkatkan kesiapan dan mitigasi bencana iklim/cuaca, kita selalu koordinasi dengan BMKG. Kalo bencana gunung api, kami komunikasi ke Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sumut punya 4-6 bencana paling besar," terang Riadil. Sementara Parlindungan Purba mengatakan, fungsi BMKG ibarat dokter gigi. Saat sakit dan musibah cuaca barulah orang ingat. BMKG belum banyak dikenal lantaran orang belum merasakan langsung manfaatnya. "Bagaimana supaya kita aware ? Perlu sosialisasi BMKG dan BPBD secara langsung dan terus menerus. Kalo orang gak kenal, maka dia tak mau tau. Padahal BMKG ibarat mutiara yang tertanam di lumpur," ujar Parlindungan. Dia mengingatkan, ada 3 hal penting yang sering dikerjakan BMKG. Yaitu, mengirim informasi/berita, menentukan media-nya (saluran pesan WhatsApp atau Facebook) serta siapa saja penerima berita. Parlindungan menyarankan, kedepan BMKG harus pergi ke sekolah dan penjara supaya publik tahu dan mau memahami betapa pentingnya berita cuaca/kondisi iklim. "Coba kita jadikan alam sahabat ? Menangani bencana Sinabung selama 7-8 tahun, harusnya kita sudah memahami alam," herannya. Parlindungan percaya, dana BPBD bersifat standby loan sangat besar sepanjang dibicarakan dengan kepala daerah. "Mitra saya di DPD ya BMKG dan BNPB. Masalah bencana juga perlu koordinasi dengan dinas terkait seperti PU. Namun kita tetap butuh asuransi bencana," imbau Parlindungan Purba.(MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER