Selasa

22 Mei 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.291,   Bulan Ini : 52.158
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 24 Maret 2018 | 00:08 WIB

    Telah dibaca 137 kali

    Demo Mahasiswa ITM Kerap Ganggu Jalan Raya, DPRDSU Ingatkan Tanggungjawab Moral Kampus & Mahasiswa

    Dekson H
    Anggota Komisi E DPRDSU Firman Sitorus, SE (kanan) dan aksi mahasiswa ITM, Kamis sore (22/3/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Aksi unjukrasa Forum Mahasiswa Anti Penindasan (Formadas) Mahasiswa ITM, Kamis (22/3/2018) pukul 16.30 WIB di depan Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, mendapat tanggapan serius dari anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Firman Sitorus, SE. Pasalnya, aksi yang dilakukan di jalan raya sambil membakar ban bekas, dianggap cermin pengabaian tanggungjawab moral pimpinan ITM dan mahasiswa ITM terhadap hak-hak masyarakat yang terampas di kawasan publik.


    Politisi Partai Hanura ini menilai, bila tuntutan mahasiswa ITM terkait fasilitas layak dalam kampus, perbaikan alat-alat laboratorium, akreditasi yang dianggap bobrok sehingga kualitas pendidikan ITM terpuruk, kebebasan berekspresi/berorganisasi dalam kampus, komersialisasi dunia pendidikan, perwujudan dialog publik antara Yayasan, Rektorat dan mahasiswa, pencabutan dwi fungsi dosen serta peningkatan pengamanan kampus, maka seharusnya tidak boleh ada unjukrasa yang merampas hak-hak masyarakat khususnya pemakai jasa jalan. "Banyak warga Medan mengeluhkan aksi mereka itu kepada saya. Saya rasa pimpinan ITM dan mahasiswa ITM punya tanggungjawab moral masing-masing. Mereka pasti sangat paham fungsi intelectual force dan moral force dunia pendidikan. Boleh demo, tapi jangan anarkis. Gak boleh dong kita rampas hak-hak orang lain," ingat Firman Sitorus kepada www.MartabeSumut.com, Jumat siang (23/3/2018), seraya mempertanyakan kinerja kepolisian Polsek Medan Kota. Legislator membidangi pendidikan itu memastikan, mahasiswa ITM dan seluruh mahasiswa di Indonesia seyogianya menjalankan aksi-aksi penyampaian aspirasi berdimensi moral force dan intelectual force. Artinya, lanjut Firman lagi, tuntutan mahasiswa ITM wajar-wajar saja namun jadi tidak wajar ketika menerapkan aksi anarkis. Apalagi berbuntut tindakan merugikan orang lain yang menjurus perbuatan kriminal. "Saya dengar-dengar, judi, miras dan Narkoba itu cukup dekat dengan kehidupan mahasiswa di kampus-kampus. Mahasiswa jangan sampai salah langkah ya," imbau Firman.

     

    Pihak Universitas Jangan Permisif

     

    Kepada pimpinan ITM, Firman menyarankan supaya lebih peduli dan dekat kepada semua anak didik. Tidak bersikap permisif namun terus melakukan pembinaan mental. Firman menyerukan pengelola kampus negeri/swasta di Kota Medan rutin mengajak mahasiswanya bedialog. Tidak membiarkan jalan sendiri-sendiri bahkan tutup mata atas pelanggaran aturan/hukum yang kemungkinan dilakukan siswa didik. Pendidikan disebut Firman tanggungjawab bersama sehingga aturan kampus yang ada wajib dipegang sebagai acuan menangkal masalah berkembang dan kemungkinan tindak pidana/kriminal. "Misalnya indikasi peredaran dan pemakaian Narkoba di lingkungan kampus. Jangan dibiarkan, salah itu, jangan sampai ada pembiaran," yakin Firman. Sedangkan terhadap Kopertis Wilayah I Sumbagut, wakil rakyat asal Dapil Sumut III Kab Deli Serdang ini meminta lebih proaktif mendorong ratusan pimpinan perguruan tinggi swasta di Medan agar serius membina moral/mental anak didik dengan cara-cara persuasif. "Kopertis kan bisa memerintahkan kampus-kampus swasta membuat seminar atau dialog bahaya Narkoba. Libatkan dosen, mahasiswa dan organisasi kampus sebagai panitia atau narasumber. Pasti terjalin iklim kondusif di kampus," tutup Firman diplomatis. Pantauan www.MartabeSumut.com saat mahasiswa ITM unjukrasa, Kamis (22/3/2018) pukul 18.00 WIB, lalulintas di Jalan Gedung Arca Medan selalu mengalami kemacetan parah. Sebab mahasiswa berunjukrasa di depan pintu masuk kampus, membakar ban bekas dan membuat blokade dengan memakan separo badan jalan. Model unjukrasa anarkis begini sudah sangat sering dilakukan mahasiswa ITM. Tapi pimpinan ITM dan Polsek Medan Kota selalu diam saja. Masyarakat sekitar Stadion Teladan dan pengguna jasa jalan banyak yang geram dan resah. Aksi-aksi mahasiswa ITM itu dituding mengganggu jalan, cuma jago kandang, anarkis, merampas hak-hak publik serta tidak mencerminkan sosok-sosok intelektual. (MS/BUD/DEKS)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER