Rabu

18 Jul 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.110,   Bulan Ini : 31.854
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 13 Maret 2018 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 166 kali

    DPRDSU Panggil BPOM RDP, Awas...Mie, Tahu, Tempe, Telur & ikan Mengandung Boraks

    Budiman Pardede
    Komisi E DPRDSU saat RDP bersama Kepala Balai POM di Medan, Senin siang (12/3/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) memanggil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Medan Yulius Sacramento Tarigan, Apt, Senin siang (12/3/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Dalam kesempatan tersebur, DPRDSU mengungkapkan kecurigaan terhadap beberapa jenis makanan yang dinilai mengandung boraks, formalin bahkan pestisida. Makanan itu diantaranya mie kuning, tahu, tempe, telur dan ikan asin. Bahkan ikan laut yang ditangkap nelayan dan telur juga disebut-sebut telah disuntik zat kimia.

    Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP dipimpin Ketua Komisi E DPRDSU Mustofawiyah Sitompul dan Sekretaris Reki Nelson Barus. Tampak anggota Komisi Firman Sitorus. Menurut Firman Sitorus, saat ini terlalu banyak makanan yang beredar di masyarakat mengandung zat kimia boraks, formalin hingga pestisida. Kelak anak-anak Indonesia disebutnya idiot dan bodoh bila terus msngkonsumsi mie kuning, ikan asin, tahu dan tempe bercampur zat kimia. "Ini masalah lama. Label makanan, obat dan minuman juga harus jelas diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Tolong POM mengawasi berkala distribusi makanan, minuman dan obat. Kita curiga semua makanan itu telah bercampur zat kimia," duga Firman. Hal senada dilontarkan Reki Nelson Barus. Bagi dia, info miris berkembang sekarang adalah soal ikan yang baru ditangkap nelayan dari laut ternyata disuntik sesuatu supaya bertahan lama alias tidak busuk. Begitu pula telur ayam. "Kami pun ingin tahu perusahaan apa saja yang pernah diawasi, diperingati dan ditindak BPOM ? Tolong bagi datanya sebelum muncul korban-korban baru," ucap Reki Nelson.

     

    BPOM Benarkan Banyak Makanan Berbahaya

     

    Menanggapi legislator, Kepala BPOM di Medan Yulius Sacramento Tarigan, Apt, membenarkan bahwa banyak makanan yang beredar sangat berbahaya lantaran mengandung boraks, pestisida dan formalin. "Alasan mereka supaya awet. Bahkan ada produksi mie formalin di Pematang Siantar. Semua produk keluar dari sana dan dikirim ke penjuru Sumut. Saya pun heran kenapa masih tetap bisa beredar," ujar Tarigan. Dia membeberkan, pada Januari 2018 pernah menangkap pelaku peredaran mie formalin agar memberi efek jera. Sekarang masih ditahan di Poldasu dan kasusnya telah P21 (lengkap). Diakui Tarigan, kelembagaan BPOM vertikal ke pusat dan kelembagaannya baru sebatas di provinsi. "Kami BPOM di Medan punya SDM 128 orang. Persoalan pengawasan obat dan makanan perlu supervisi ke kab/kota, masyarakat dan UKM. Mobil laboratorium keliling urgen pula dioperasikan. Artinya, kab/kota gak ada pengawasan obat dan makanan. Peraturan Daerah (PERDA) mungkin salah satu solusi mendukung kinerja BPOM di Medan dalam melakukan eksekusi," yakin Tarigan. Pada sisi lain, Tarigan memastikan, faktor keamanan, sarana dan makanan merupakan 3 unsur penentu kemajuan wisata suatu daerah. Apakah ada ancaman atau tidak. Beberapa waktu lalu, singkap Tarigan, pihaknya mengamankan mie berformalin sebanyak 3 ton. "Kalo 10 ton 1 hari beredar, maka asumsinya 60 ribu rakyat Sumut terkontaminasi formalin," akunya. Mengacu PP 28/2014, Tarigan menegaskan fungsi BPOM mengedepankan pembinaan lebih dulu terhadap distributor pangan siap saji dan industri makanan. Ketua Komisi E DPRDSU Mustofawiyah Sitompul berpendapat, Perda POM di Sumut belum ada sehingga perlu segera dibuatkan. Dia mencontohkan, produk Supermarket Berastagi banyak menjual bahan makanan dan obat impor yang wajib diawasi berkala oleh BPOM. "Bagaimana pengawasan kita ? Intelijen BPOM apa berjalan efektif," ingatnya. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER