Selasa

25 Sep 2018

Pengunjung Hari Ini : 913,   Bulan Ini : 67.118
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 10 Maret 2018 | 00:06 WIB

    Telah dibaca 200 kali

    Tolak UU MD3: Demonstran Anarki, Pagar DPRDSU Dirobohi

    Budiman Pardede
    Massa unjukrasa, lempari halaman DPRDSU dengan tomat dan merobohkan pagar, Jumat siang (9/3/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Aksi massa berbendera Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan terlihat tidak simpatik dan anarki di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (9/3/2018) sekira pukul 10.45 WIB. Demonstran yang dipimpin Ketua GMKI Medan Hendra Manurung, itu dikotori perilaku tidak simpatik dengan mengusung aspirasi penolakan revisi UU No 17/2014 tentang MPR, DPR RI, DPRD dan DPD RI (MD3). Bahkan sejak awal tiba di depan pagar DPRDSU, massa berjumlah sekira 40-an orang sudah mulai beringas. Memanjat pagar setinggi 2,5 M, berdiri di atas tembok pagar, menendangi pintu pagar hingga merobohkan 1 pagar sekira pukul 11.30 WIB.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com di lokasi aksi, selain melontarkan kata-kata hujatan saat berorasi, demonstran juga melempari halaman DPRDSU dengan puluhan tomat. Tapi anehnya, pelemparan tomat dilakukan bukan sebagai simbol perasaan yang ingin disampaikan. Melainkan dilemparkan satu per satu bersama-sama dengan cara-cara sangat keras seperti orang melempar batu ke laut. Akibatnya, lemparan massal yang sangat kuat itu membuat mobil yang parkir di halaman DPRDSU terkena tomat. Bahkan tidak sedikit orang yang berada di halaman terpaksa mengelak sebab nyaris kena lemparan tomat. 

     

    Masih berdasarkan pengamatan www.MartabeSumut.com, sekira pukul  11.00 WIB, 1 anggota DPRDSU dari FP-Golkar H Harahap datang menerima aspirasi massa. Tapi berujung perang mulut karena demonstran menuding si anggota Dewan sebagai aktivis gadungan yang duduk sebagai wakil rakyat. Mendengar itu, sang legislator mundur teratur masuk gedung Dewan. Massa pun kian brutal. Berteriak-teriak kasar menghujat anggota DPRDSU dan ramai-ramai merusak/menendangi pagar seraya menggoyang-goyang dengan keras. Aksi anarki ini berujung robohnya 1 pintu pagar sekira pukul 11.30 WIB. Puas menjebol pagar, pengunjukrasa langsung masuk halaman sambil memajang spanduk di atas pagar yang roboh. Kemudian duduk berkumpul di halaman DPRDSU. Beberapa menit setelah pagar ambruk, tampak hadir Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Kapolsek Medan Baru Kompol Viktor Ziliwu, Kasat Intel Polrestabes Medan AKBP Masana Sembiring, Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP I Gede Nanti Widhiarta dan Kasat Sabara Polrestabes Medan. Para pejabat Polri tersebut seperti kebingungan memantau situasi. Sekira pukul 11.45 WIB, anggota DPRDSU Ikrimah Hamidy mendatangi massa. Demonstran masih tetap duduk di halaman walau Ikrimah telah menerima aspirasi. Demonstran memang menunggu aspirasinya di-faks oleh Sekretariat DPRDSU ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

     

    GMKI tak Lazim Aksi Anarki

     

    Ketua GMKI Medan Hendra Manurung, saat diajak www.MartabeSumut.com bicara seputar aksi anarki yang tidak lazim dilakukan GMKI dengan menendangi pagar dan melempar tomat mengenai mobil orang lain, itu justru terlihat enteng menjawab. "Ngapain mobil di situ. Kalo perlu kami cuci mobilnya nanti," cetusnya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Ketika dikejar lagi bahwa pelemparan tomat dengan cara-cara sangat keras nyaris mengenai banyak orang, Hendra Manurung kembali menunjukkan sikap remeh serta tidak peduli pada hak-hak publik yang terusik. Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Koordinator Wilayah (Korwil) I PP GMKI Swangro Lumbanbatu, ST, terkait aksi anarkis massa GMKI Medan ini. "Terimakasih infonya bang. Saya tahu mereka akan unjukrasa. Tapi saya terkejut mereka anarkis. Mohon maaf ya Bang," ucap Swangro melalui saluran telepon. Massa akhirnya membubarkan diri pukul 13.00 WIB. Arus lalulintas di depan gedung DPRDSU tidak mengalami kemacetan akibat aksi tersebut. Masih di gedung DPRDSU, www.MartabeSumut.com meminta pendapat Ketua Komisi A DPRDSU HM Nezar Djoeli, ST. Bagi politisi Partai NasDem ini, sudah saatnya aksi-aksi massa apalagi mahasiswa dilakukan tanpa perbuatan anarkis tapi mengedepankan intelektual dan moral. "Silahkan demo, kan tak ada yang larang ? Kita juga dulu aktivis, tapi tidak anarkis. Mana intelektual dan moral force mahasiswa GMKI kalo brutal menjurus anarkis menyampaikan aspirasi ? Malulah, penegak hukum bisa bertindak kalo merusak," ingat Nezar tak habis fikir. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER