Sabtu

23 Jun 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.330,   Bulan Ini : 42.212
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 8 Maret 2018 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 125 kali

    Buntut Penamparan Siswa SMA di Nisel: Tak ada Damai, Guru Tanggungjawab tapi Ortu Nuntut Rp.50 juta

    Dekson H
    Ilustrasi penghentian kekerasan dalam dunia pendidikan. (Courtesy Google)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Kasus penamparan siswa SMAN I Amandraya Nias Selatan (Nisel), Jurdil Mendrofa, yang dilakukan guru honor Nestor Halawa sekira Agustus 2017, ternyata berbuntut panjang sampai sekarang. Kendati sudah dimediasi polisi, pihak sekolah, orangtua dan Dinas Pendidikan (Diknas) Sumut, toh perdamaian tidak kunjung tercapai. Pihak orangtua siswa malah disebut-sebut menuntut uang damai Rp. 50 juta sedangkan sang guru Nestor Halawa hanya sanggup membayar Rp. 25 juta.

     

    Kepadawww.MartabeSumut.com, Selasa siang (6/3/2018), Kepala UPT Diknas Sumut Teluk Dalam Nisel, Waozaro Hulu, SPd, MIP, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan mediasi sebanyak 4 kali pasca-kejadian Agustus 2017. Siswa yang ditampar juga telah dibawa ke RS Murni Teguh Medan untuk diperiksa lebih dalam. Namun Hulu keheranan sebab sang anak dinyatakan sehat oleh pihak RS Murni Teguh. "Terakhir kami mediasi pada Senin 5 Maret 2018. Kami mau lihat siswa tersebut tapi ditolak orangtuanya. Mereka bilang mau damai asal diberi Rp. 50 juta," terang Hulu melalui saluran telepon. Sementara Nestor Halawa, guru yang melakulan penamparan, dipastikan Hulu siap bertanggungjawab atas perbuatannya. Termasuk secara musyawarah bahkan proses hukum. "Sekolah tidak melindunginya. Dia cuma mampu bayar uang damai Rp. 25 juta tapi orangtia siswa memaksa Rp. 50 juta. Dia guru honor dan siap masuk penjara sekalipun. Dia bilang penamparan dilakukan lantaran Jurdil Mendrofa tidak mau masuk kelas saat pelajaran dimulai," singkap Hulu, seraya menegaskan, sanksi terhadap Nestor Halawa adalah dikeluarkan dari sekolah.

     

    Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Staf Diknas Sumut Saut Aritonang, Selasa sore (6/3/2018) melalui ponselnya. Saut menjelaskan, Diknas Pendidikan Sumut telah memerintahkan KUPT Diknas Teluk Dalam Nisel untuk memproses persoalan secara tuntas. "Setelah siswa berobat ke Medan, barulah kasus ini viral di sosmed dan diketahui wartawan," aku Saut. Menurutnya, guru yang melakukan pemukulan bisa dijerat pidana bahkan aturan khusus PP 53/2010 tentang disiplin PNS. "Ada sanksi bila guru itu PNS. Kalo tidak PNS, mungkin kebijakan sekolah dan Kepala UPT setempat," ujar Saut. Sedangkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait mengaku tahu kasus tersebut dari berita yang viral di sosial media. Namun dia mengingatkan, fungsi sekolah sebagai pembinaan harus tetap dijalankan maksimal. "Ada hak-hak anak yang tidak boleh dihilangkan. Kalo siswa salah, ya dibimbing dan dibina. Bukan dipukul," katanya kepada www.MartabeSumut.com, tatkala dikonfirmasi melalui telepon, Selasa siang (6/3/2018). (MS/DEKS)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER